• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Agribisnis

Menjelang Ramadan, KPPU Temui Harga Cabai di NTT Lampaui Beras Premium

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Agribisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Konsumen membeli cabai di Pasar Naikoten I Kota Kupang. (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

Konsumen membeli cabai di Pasar Naikoten I Kota Kupang. (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

0
SHARES
27
VIEWS

Menjelang Ramadan, Harga Cabai di NTT Melonjak Lampaui Harga Beras Premium

Kupang – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan kenaikan harga cabai di Nusa Tenggara Timur (NTT) melampaui harga beras premium. Lonjakan harga ini terjadi beberapa hari menjelang Ramadan tahun ini.

BacaJuga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

30 Mei 2024

Pantauan KPPU Kanwil IV terkait ketersediaan dan harga komoditas pangan ini dilakukan di Provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan NTT.

Dalam data pantauan KPPU yang dirilis Senin, 20 Maret 2022 disebutkan harga cabai di NTT melonjak signifikan hingga 21 persen bila dibandingkan saat menjelang Ramadan tahun 2022. Kenaikan harga cabai ini dinilai perlu dikendalikan.

Baca juga: Antisipasi Perlambatan Ekonomi, KPPU Perkuat Pengawasan Kemitraan UMKM

“Kenaikannya sebesar 21 persen disusul komoditas beras medium yang mengalami kenaikan 18,62 persen dan beras premium yang mengalami kenaikan 4,14 persen,” kata Dendy R Sutrisno, Kepala Kantor Wilayah IV KPPU.

Harga cabai rawit di Jawa Timur juga mengalami kenaikan paling signifikan hingga 43 persen. Disusul kemudian harga telur ayam ras, bawang putih, dan beras.

Untuk Bali, kenaikan harga signifikan terjadi pada bawang putih sebesar 13 persen. Disusul komoditas bawang merah yaitu 0,27 persen dibandingkan tahun 2022.

Sedangkan di NTB yang paling signifikan naik harganya ialah telur ayam ras yaitu 18 persen. Lalu bawang merah 12 persen dan bawang putih 16,5 persen.

Baca juga: Indeks Persaingan Usaha di NTT Meningkat, Ini Tanggapan KPPU

“Sesuai prediksi KPPU Kanwil IV beberapa bulan sebelumnya. Saat ini menjelang bulan suci Ramadan di empat provinsi terdapat kenaikan komoditi dibandingkan dengan tahun 2022,” papar Dendy.

KPPU dalam pantauan komoditas pangan ini, kata dia, berpatokan pada tiga hal. Pertama, KPPU fokus pada ada tidaknya dugaan penahanan pasokan dan praktek penjualan bersyarat. Kedua, berkoordinasi dengan stakeholder dan pemangku kebijakan terkait. Ketiga, mengadvokasi pelaku usaha dan pemerintah daerah setempat.

“Meskipun beberapa komoditi mengalami kenaikan, namun berdasarkan informasi di lapangan stok pasokan tidak mengalami masalah yang signifikan,” tambahnya.

Namun demikian KPPU mengimbau agar pelaku usaha tidak mengambil keuntungan yang terlalu besar.

“Tetap menjaga kepentingan konsumen atas ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan,” ujar Dendy. (Putra Bali Mula)

Tags: #BerasPremium#HargaCabai#KPPU#NTT#Ramadan
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

by Tim Redaksi
30 Mei 2024
0

Ekspor rumput laut NTT ini memang minim sejak ekspor perdana pada 2019 lalu sebesar 25 ton Alkali Treated Cottonii (ATC)...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati