• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Indeks Persaingan Usaha di NTT Meningkat, Ini Tanggapan KPPU

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

0
SHARES
137
VIEWS

Kupang – Indeks persaingan usaha di Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami peningkatan persaingan usaha. Ini  tercermin dari penurunan nilai indeks dari 4.93 menjadi 5.02. Peningkatan yang signifikan terjadi pada dimensi perilaku, permintaan, dan kelembagaan

Indeks ini merupakan hasil kajian Center Economics and Development Studies (CDES) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran di 34 provinsi. Kajian ini menggunakan metode agregasi atas persaingan usaha di setiap sektor ekonomi di daerah.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Hasil kajian CDES yang diterima KatongNTT.com, 27 Februari 2023 lebih lanjut menjelaskan, di NTT ada 3 sektor yang dipersepsikan memiliki persaingan usaha yang tinggi. Pertama, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Kedua, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil, dan sepeda motor. Dan terakhir, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum.

Sektor yang dipersepsikan mempunyai persaingan usaha yang rendah di NTT adalah informasi dan komunikasi. Menyusul sektor pertambangan dan penggalian,  pengadaan listrik serta gas.

Baca juga: Monopoli Maskapai Diduga Penyebab Tiket Pesawat ke NTT Mahal  

Ratmawan Ali Kusnandar, Kepala Bidang Penegakan Hukum Kanwil IV Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengatakan, pihaknya akan terus meneliti dan memonitoring hasil kajian CDES. Hal ini dilakukan terhadap industri  yang terkonsentrasi tinggi dan moderat. Sehingga mengetahui penyebab tingginya konsentrasi tersebut dan dampaknya terhadap perekonomian.

“Jika terdapat regulasi yang menghambat di industri tersebut, maka KPPU akan melakukan advokasi dan penyampaian saran pertimbangan. Apabila terdapat perilaku yang anti persaingan dilakukan oleh pelaku usaha, maka dapat dilanjutkan kepada penegakan hukum,” kata Ratmawan kepada KatongNTT.com

Hasil kajian CEDS FEB Unpad menyimpulkan nilai indeks persaingan usaha pada tahun 2022 mengalami peningkatan ke angka 4,87 dari indeks tahun sebelumnya di angka 4,81. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan usaha di Indonesia masih berada pada kategori tingkat persaingan usaha yang sedikit tinggi.

Peningkatan ini menunjukkan kondisi perekonomian yang terus membaik pasca pandemi Covid-19. Sehingga mampu mendorong peningkatan iklim persaingan usaha nasional.

Hampir semua nilai dimensi dari komponen pembentuk indeks persaingan usaha ditemukan mengalami kenaikan. Kecuali pada dimensi kinerja industri dan dimensi regulasi yang nilainya mengalami penurunan.

Indeks persaingan usaha merupakan satu-satunya indikator persaingan usaha yang mencakup seluruh provinsi di Indonesia dan 15  sektor ekonomi.

Indeks tersebut diukur melalui survei terhadap 34 provinsi dengan responden yang mewakili berbagai institusi. Misalnya Kamar Dagang dan Industri, akademisi, Bank Indonesia, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan provinsi.

Kajian dilaksanakan dengan menggunakan konsep atau paradigma struktur, perilaku dan kinerja (SCP) industri. Faktor lingkungan bisnis seperti peraturan, kelembagaan, faktor permintaan dan penawaran juga menjadi dimensi pembentuk indeks persaingan usaha.

Kajian tersebut juga menyimpulkan berbagai sektor dengan tingkat persaingan usaha yang tinggi dan rendah.  Untuk tahun 2022 sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum;  Perdagangan Besar, Eceran, Reparasi Mobil, dan Sepeda Motor; dan  Jasa Keuangan dan Asuransi  berada pada tingkat persaingan usaha tertinggi.

Baca juga: BI Sebut Indeks Ekspektasi Konsumen di NTT Alami Perlambatan

Sektor  Pengadaan Listrik dan Gas; Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang; dan Pertambangan dan Penggalia berada pada  tingkat persaingan usaha terendah.

Mulyawan R, Direktur Ekonomi KPPU yang hadir dalam diseminasi hasil kajian CDES mengatakan, telah berkembang pemahaman bahwa persaingan usaha menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi . Caranya dengan meningkatkan daya beli masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan.  Dan mencegah perilaku pelaku usaha melakukan praktik monopoli dengan menaikkan harga di atas kewajaran.

“Peran persaingan usaha terbukti sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Untuk itu, Pemerintah patut membuat suatu strategi nasional persaingan usaha dalam meningkatkan sinergi dan efektivitas peran persaingan usaha bagi pertumbuhan perekonomian nasional,” kata Mulyawan.

Penjelasan Mulyawan sejalan dengan pernyataan Sekretaris General OECD Mathias Corman pada November 2022. Corman  menyatakan, persaingan usaha berkontribusi untuk mengurangi tekanan inflasi dalam jangka panjang. Dan, mencegah perilaku pelaku usaha yang memperburuk inflasi.

Hasiholan Pasaribu, Kepala Bidang Kajian dan Advokasi Kanwil IV Surabaya menyebutkan manfaat indeks persaingan usaha bagi pemerintah daerah.

“Indeks persaingan usaha ini dapat menjadi navigasi bagi pemda tingkat 1 dan 2 untuk mengambil kebijakan yg lebih komprehensif, baik dalam memperbaiki daya saing daerah, pengendalian inflasi, maupun kebijakan ekonomi daerah lainnya,” ujar Hasiholan. *****

Tags: #CenterEconomicsandDevelopmentStudiesUnpad#IndeksPersainganUsaha#KPPU#monopolidagang#NTT
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati