• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Bahaya Rabies, Ikuti Langkah Ini Untuk Mencegah Terinfeksi

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bahaya Rabies, Ikuti Langkah Ini Untuk Mencegah Terinfeksi
0
SHARES
23
VIEWS

Kupang – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada 30 Mei 2023 telah menetapkan kasus rabies dengan 1 korban jiwa di sana sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kasus serangan anjing rabies di kabupaten itu juga terus bertambah. Hingga 4 Juni 2023 terdapat 146 kasus gigitan anjing rabies. Penyebarannya ikut meningkat menjadi 16 dari 32 kecamatan di sana.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Virus ini bisa berdampak fatal saat menginfeksi manusia atau hewan bila tidak mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin.

Baca juga : Terdeteksi 12.576 Kasus, Dua Kabupaten di NTT Berstatus KLB Rabies

“Begitu gejala penyakit muncul, tidak akan ada obat yang diketahui efektif,” tanggap Petrus Malo Bulu, seorang Doktor Lulusan Murdoch University Perth Australia.

Dosen Program Studi Kesehatan Hewan Politeknik Pertanian Negeri Kupang ini menyampaikan virus rabies menyebabkan peradangan parah pada otak dan sistem saraf pusat.

“Yang mengakibatkan gejala neurologis dan akhirnya kematian,” tukas Petrus saat dihubungi Senin 5 Juni 2023.

Baca juga : Rabies di TTS Jadi KLB, 46 Orang Terinfeksi Termasuk Anak-anak

Penularan rabies memang melalui gigitan hewan yang terinfeksi dan berpotensi menular melalui anjing, kucing, serigala, rakun dan kelelawar.

Masa inkubasi virusnya pada manusia bisa 4 hari sampai 6 tahun dan pada hewan sekitar 2 minggu hingga 4 bulan.

Petrus menyampaikan penanganan pertama bila tergigit hewan yang dicurigai rabies yakni dengan segera mencuci bekas gigitan dengan sabun antiseptik selama 15 menit di air mengalir.

Baca juga : Pemda TTS Belum Tahu Asal Virus Rabies di Desa Fenun

Selanjutnya, segera ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan dan penanganan seperti disuntik serum anti rabies (SAR) atau vaksin anti rabies (VAR).

Sedangkan soal pencegahan pada hewan yaitu bisa dengan vaksinasi, mengikat anjing serta melakukan sterilisasi.

“Karena biasanya mereka berkeliaran karena mencari pasangan untuk kawin,” ungkap dia.

Penting untuk diketahui, lanjut Petrus, cara mencegah timbulnya rabies dengan pengobatan profilaksis pasca pajanan atau post exposure prophylaxis (PEP).

PEP ini melibatkan serangkaian vaksinasi dan dalam beberapa kasus, juga pemberian imunoglobulin atau antibodi rabies.

Baca juga : Pengadaan Vaksin Rabies di NTT Masih Bukan Prioritas

“PEP sangat berhasil mencegah rabies pada manusia ketika diberikan sebelum gejala muncul,” sebutnya.

Vaksinasi massal semua anjing di TTS harus segera dilakukan termasuk di kabupaten lainnya di sekitar TTS.

“Saran saya semua anjing diikat, divaksin dan diamati selama 3 bulan dan diberi tanda pengenal bahwa sudah divaksin,” ujarnya lagi.

Petugas yang berwenang pun perlu menindak hewan yang berkeliaran dengan menangkap, memvaksinasi serta dikebiri.

“Hewan-hewan tersebut berpotensi berpergian antar daerah di daerah perbatasan kabupaten sehingga perlu divaksinasi dan dikebiri,” kata Petrus. ****

Tags: #anjingrabies#AnjingrabiesTTS#KejadianLuarBiasarabies#KejadianLuarBiasarabiesTTS#KLBrabiesTTS#korbangigitananjingrabiesmeninggal#korbanrabiesmeninggaldunia#Rabies#VaksinRabies
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati