Kupang – Kasus rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) resmi ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Selasa malam, 30 Mei 2023.
Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun, menyampaikan indikasi 46 orang terinfeksi virus dari anjing rabies berdasarkan observasi tim kesehatan hingga dengan Selasa petang.
Para korban berada di Kecamatan Amanatun Selatan, Nunkolo, Kie, Kuatnana, Kolbano dan Fautmolo. 1 orang di antaranya meninggal dunia.
Baca juga : Korban Bertambah, 7 Kecamatan di TTS Terpapar Rabies
Sedangkan 18 orang yang dirawat sudah mendapatkan vaksin dari kuota 100 vaksin yang dibawa oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT.
Pada Selasa siang pun terdata 11 anak terinfeksi rabies dan mendapat rawat jalan. 10 anak asal Desa Fenun dan 1 anak dari Desa Fatulunu.
11 anak ini antara lain 5 anak berusia 3 tahun, 2 anak berusia 4 tahun, 2 anak berusia 5 tahun, 2 anak berusia 7 tahun. Sementara rentang usia 50 sampai 73 tahun ada sebanyak 6 orang.
Baca juga : Pemda TTS Belum Tahu Asal Virus Rabies di Desa Fenun
“Maka kami nyatakan KLB rabies untuk kesehatan sedangkan wabah rabies untuk peternakan,” tegasnya.
Bupati TTS juga menegaskan kepada masyarakat untuk mengikat atau mengkandangkan hewan pembawa rabies khususnya anjing, kucing termasuk juga kera.
Pihaknya bekerja sama dengan TNI dan Polri di Kabupaten TTS segera mengeliminasi atau memusnahkan hewan pembawa rabies yang dilepas-liarkan.
Baca juga : 10 Orang di TTS Jadi Korban Rabies, Desa Fenun Ditutup
Namun pemerintah mengakui cuaca dan akses ke desa-desa di 32 kecamatan di Kabupaten TTS akan menjadi tantangan.
Sebelumnya, Asisten I Pemda TTS, Deny Nubatonis, menyampaikan selain penetapan KLB juga akan dilakukan penutupan wilayah bagi mobilisasi hewan, disertai dengan pendataan populasi hewan, pembentukan satgas, dibuka nomor call center satuan tugas terkait kasus ini, juga mengeluarkan instruksi dan sosialisasi.
Pada Desa Fenun dan Desa Fatulunu dengan radius 10 kilometer pun sudah diambil tindakan eliminasi selektif.
Baca juga : Rendah Vaksinasi Rabies di Flores – Lembata, Satu Balita di Sikka Tewas
Pemda Kabupaten TTS sampai saat ini pun belum mengetahui asal virus rabies yang menjangkiti wilayah itu.
“Belum tahu asalnya dari mana tapi tim dari dinas kesehatan maupun dinas peternakan baik provinsi maupun kabupaten sementara di Kecamatan Amanatun Selatan untuk observasi asal virus tersebut,” sambungnya lagi. ****




