• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Rabies di TTS Jadi KLB, 46 Orang Terinfeksi Termasuk Anak-anak

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Korban Bertambah, 7 Kecamatan di TTS Terpapar Rabies
0
SHARES
12
VIEWS

Kupang – Kasus rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) resmi ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Selasa malam, 30 Mei 2023.

Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun, menyampaikan indikasi 46 orang terinfeksi virus dari anjing rabies berdasarkan observasi tim kesehatan hingga dengan Selasa petang.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Para korban berada di Kecamatan Amanatun Selatan, Nunkolo, Kie, Kuatnana, Kolbano dan Fautmolo. 1 orang di antaranya meninggal dunia.

Baca juga : Korban Bertambah, 7 Kecamatan di TTS Terpapar Rabies

Sedangkan 18 orang yang dirawat sudah mendapatkan vaksin dari kuota 100 vaksin yang dibawa oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Pada Selasa siang pun terdata 11 anak terinfeksi rabies dan mendapat rawat jalan. 10 anak asal Desa Fenun dan 1 anak dari Desa Fatulunu.

11 anak ini antara lain 5 anak berusia 3 tahun, 2 anak berusia 4 tahun, 2 anak berusia 5 tahun, 2 anak berusia 7 tahun. Sementara rentang usia 50 sampai 73 tahun ada sebanyak 6 orang.

Baca juga : Pemda TTS Belum Tahu Asal Virus Rabies di Desa Fenun

“Maka kami nyatakan KLB rabies untuk kesehatan sedangkan wabah rabies untuk peternakan,” tegasnya.

Bupati TTS juga menegaskan kepada masyarakat untuk mengikat atau mengkandangkan hewan pembawa rabies khususnya anjing, kucing termasuk juga kera.

Pihaknya bekerja sama dengan TNI dan Polri di Kabupaten TTS segera mengeliminasi atau memusnahkan hewan pembawa rabies yang dilepas-liarkan.

Baca juga : 10 Orang di TTS Jadi Korban Rabies, Desa Fenun Ditutup

Namun pemerintah mengakui cuaca dan akses ke desa-desa di 32 kecamatan di Kabupaten TTS akan menjadi tantangan.

Sebelumnya, Asisten I Pemda TTS, Deny Nubatonis, menyampaikan selain penetapan KLB juga akan dilakukan penutupan wilayah bagi mobilisasi hewan, disertai dengan pendataan populasi hewan, pembentukan satgas, dibuka nomor call center satuan tugas terkait kasus ini, juga mengeluarkan instruksi dan sosialisasi.

Pada Desa Fenun dan Desa Fatulunu dengan radius 10 kilometer pun sudah diambil tindakan eliminasi selektif.

Baca juga : Rendah Vaksinasi Rabies di Flores – Lembata, Satu Balita di Sikka Tewas

Pemda Kabupaten TTS sampai saat ini pun belum mengetahui asal virus rabies yang menjangkiti wilayah itu.

“Belum tahu asalnya dari mana tapi tim dari dinas kesehatan maupun dinas peternakan baik provinsi maupun kabupaten sementara di Kecamatan Amanatun Selatan untuk observasi asal virus tersebut,” sambungnya lagi. ****

Tags: #anjingrabies#AnjingrabiesTTS#KejadianLuarBiasarabies#KejadianLuarBiasarabiesTTS#KLB#KLBrabiesTTS#korbangigitananjingrabiesmeninggal#korbanrabiesmeninggaldunia#Rabies#VaksinRabies
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati