• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Pemda TTS Belum Tahu Asal Virus Rabies di Desa Fenun

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pemda TTS Belum Tahu Asal Virus Rabies di Desa Fenun

Ilustrasi korban gigitan anjing di TTS meningkat. (Pixabay)

0
SHARES
18
VIEWS

Kupang – Pemerintah Daerah (Pemda) Timor Tengah Selatan (TTS) sampai dengan saat ini belum mengetahui penyebab atau asal virus rabies bisa muncul di Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan.

Kepala Dinas Peternakan TTS, drh. Dianar A.S. Ati, mengatakan ini saat dihubungi Selasa 30 Mei 2023 mengenai perkembangan virus tersebut.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

“Belum tahu,” jawab Dianar singkat via pesan WhatsApp-nya.

Baca juga : Korban Bertambah, 7 Kecamatan di TTS Terpapar Rabies

Pada hari yang sama diketahui Pemda TTS juga telah rapat bersama dengan pihak Pemerintah Provinsi NTT.

Asisten I Pemda TTS, Deny Nubatonis, menyampaikan observasi masih dilakukan untuk mengetahui asal virus mematikan tersebut.

“Belum tahu asalnya dari mana tapi tim dari dinas kesehatan maupun dinas peternakan baik provinsi maupun kabupaten sementara di Kecamatan Amanatun selatan untuk observasi asal virus tersebut,” tanggap Deny.

Baca juga : 10 Orang di TTS Jadi Korban Rabies, Desa Fenun Ditutup

Sementara ini penyebaran virus rabies di Kabupaten TTS telah meluas yaitu di Kecamatan Amanatun Selatan, Kuatnana, Kolbano, Amanuban Tengah, Nunkolo, Kie dan Kualin.

“7 kecamatan ini yang diduga telah terinfeksi,” ujar Kepala Balai Karantina Kelas I Kupang, Yulius Umbu Hunggar, Selasa 30 Mei 2023.

Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun, membenarkan kasus pertama kalinya rabies terjadi di wilayah tersebut. Lokasi kasus temuan awal ini adalah di Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan saat ini juga telah ditutup.

Baca juga : Pengadaan Vaksin Rabies di NTT Masih Bukan Prioritas

Pemerintah Kabupaten TTS saat ini tengah mengisolasi wilayah itu dan berupaya akan memvaksinasi populasi anjing di Desa Fenun.

“Tidak boleh membawa ternak anjing keluar masuk masuk Fenun. Anjing-anjing yang ada akan divaksin,” lanjut dia lagi. ****

Tags: #anjingrabies#AnjingrabiesTTS#korbangigitananjingrabiesmeninggal#korbanrabiesmeninggaldunia#Rabies#VaksinRabies
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati