• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Senin, April 20, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Sistem Pemilu Terbuka Lebih Demokratis Tapi Sarat Politik Uang

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sistem Pemilu Terbuka Lebih Demokratis Tapi Sarat Politik Uang

Mahkamah Konstitusi saat menetapkan sistem pemilu terbuka. (Dok. Mahkamah Konstitusi)

0
SHARES
28
VIEWS

Kupang – Sistem pemilihan umum (pemilu) proposional terbuka selalu sarat dengan politik uang. Namun dengan sistem pemilu proporsional tertutup pun berpotensi pada munculnya nepotisme dan oligarki partai politik.

Mahkamah Konstitusi (MK) pada 15 Juni 2023 lalu memang telah memutuskan sistem pemilu 2024 tetap menggunakan sistem proporsional terbuka.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Hakim Konstitusi Republik Indonesia, Suhartoyo, menyebut dua sistem ini memiliki kekurangan dan kelebihan.

Baca juga : Kapolda NTT Ajak Masyarakat Cerdas Hadapi Politik Identitas dan Politik Uang di Pemilu 2024

Sistem proporsional terbuka memiliki kekurangan di samping dampaknya yang lebih demokratis. Sistem ini memberikan peluang terjadinya politik uang.

“Kandidat dengan finansial yang besar dapat memengaruhi pemilih apalagi sistem ini membuat kandidat untuk mempunyai modal politik yang besar,” jelas Suhartoyo, dilansir dari mkri.id.

Tetaplah sistem ini memiliki keunggulan yaitu lebih kompetitif dan mendekatkan yang dipilih dengan yang memilih. Pemilih pun bebas menentukan hak pilihnya secara langsung atau lebih demokratis. Pemilih pun dapat berpartisipasi mengawasi orang yang dipilihnya di lembaga perwakilan.

Baca juga : Waspada, Hoaks Akan Terus Muncul di NTT Memasuki Tahun Politik

Sedangkan sistem proporsional tertutup memberikan kewenangan besar terhadap partai politik. Demikian pemilih tidak bisa memilih langsung dan terbatas dalam menentukan calon anggota DPR/DPRD.

Nepotisme politik pada internal partai politik akan sarat terjadi yaitu partai politik memilih atau mendukung calon dari keluarga atau lingkaran terdekat partai politik.

Praktik nepotisme ini dapat merusak prinsip demokrasi dan dapat menurunkan kualitas anggota legislatif.

“Tanpa mempertimbangkan kualitas dan kompetensi calon secara objektif,” tukasnya.

Baca juga : Mahfud MD : Demokrasi Kita Dibajak, Demokrasi Jual Beli

Masyarakat pun tidak dekat dengan kandidat karena tidak bisa memilih secara langsung. Praktik ini membuat politik yang tidak sehat dan oligarki partai politik bisa menguat.

“Hal ini menurunkan kepercayaan publik karena tidak ada tranparansi dan aspirasi masyarakat bisa tidak diperhatikan oleh legislatif terpilih atau partai politik,” kata dia.

Memang partai politik akan lebih mudah mengawasi, mengontrol kegiatan dan sikap anggotanya di lembaga perwakilan. Partai politik dapat mendorong kader terbaik untuk menjadi anggota legislatif.

Sistem ini juga berpotensi meminimalkan praktik politik uang, kampanye hitam, tidak tergantung pada dukungan finansial eksternal, juga tidak terlibat dalam kampanye negatif yang merugikan demokrasi.

Baca juga : Dewan Pers Sebut KUHP Kriminalisasi Pers, Ancam Hidup Berdemokrasi

Rudi Rohi, Pengamat politik dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, menambahkan politik identitas dengan potensi konflik sosial yang masif bisa muncul dalam sistem pemilu terbuka.

“Kekurangannya juga pemilu menjadi mahal dengan sistem terbuka ini. Semua orang juga bebas menggunakan berbagai sumberdaya, maupun pemilu yang berorientasi pada kandidat,” ujar Rudi dalam keterangannya, Selasa 20 Juni 2023.

Sedangkan dalam sistem tertutup ini maka partai akan lebih eksklusif dan akan membuat oligarki partai akan menguat.

Kalau sistem tertutup, kata dia, kelebihannya adalah pemilu pasti akan minim politik identitas. Lalu sistem tertutup juga akan lebih murah, membuat presentasi perempuan juga akan lebih mudah direkayasa atau diatur.****

Tags: #MahkamahKonstitusi#pemilu2024#Sistempemiluterbuka#sistempemilutertutup
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati