• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Pandemi, Endemi, dan Epidemi, Apa Arti dan Bedanya?

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ibu-hamil-di-Kota-Kupang-NTT-mendapat-vaksin-Covid-19-di-Kantor-PKK-Kamis-19-Agustus-2021.-Joe-KatongNTT.com

Ibu-hamil-di-Kota-Kupang-NTT-mendapat-vaksin-Covid-19-di-Kantor-PKK-Kamis-19-Agustus-2021.-Joe-KatongNTT.com

0
SHARES
97
VIEWS

Kupang – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mencabut status pandemi Covid-19 pada hari Rabu, 21 Juni 2023. Selanjutnya, Indonesia berstatus endemi Covid-19. Begitupun masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan menjaga kesehatan diri.

Lalu apa artinya pandemi, endemi dalam sistem kesehatan masyarakat? Dan satu lagi epidemi, apa artinya?

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Baca juga: Status Pandemi Covid-19 Diubah Jadi Endemi, Biaya Rawat Gratis atau Berbayar?

Merujuk pada penjelasan Center of Disease Control (CDC) yang dikutip dari laman Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, berikut penjelasannya:

  1. Pandemi adalah wabah yang berjangkit serentap di mana-mana meliputi daerah geografis yang luas, melingkupi satu negara atau benua. Biasanya mengenai banyak orang. Seperti yang terjadi dalam tiga tahun terakhir berbagai negara diserang virus Covid-19.
  2. Endemi adalah penyakit yang berjangkit di satu daerah atau pada satu golongan masyarakat. Kemunculan penyakit berlangsung konstan atau penyakit tersebut ditemukan pada satu populasi dalam satu area geografis tertentu. Contohnya Demam Berdarah Dengeu (DBD). Dikatakan endemi jika penyakit tertentu berjangkit di suatu daerah atau pada suatu golongan masyarakat. Endemi merupakan keadaan dimana kemunculan suatu penyakit yang konstan atau penyakit tersebut biasa ada pada suatu populasi dalam suatu area geografis tertentu. Contoh penyakitnya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD).
  3. Epidemi merupakan penyakit menular yang berjangkit dengan cepat di daerah yang luas dan menimbulkan banyak korban. Peningkatan angka penyakit di atas normal yang biasanya terjadi secara tiba-tiba pada populasi di area geografis tertentu. Contoh virus Ebola di Republik Demokratik Kongo tahun 2019, Avian Influenza/Flu Burung (H5N1) di Indonesia pada 2012, dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) pada 2003.

Baca juga: Dilema Kemanusiaan dari Pandemi Covid-19

Dengan perubahan status dari pandemi ke endemi Covid-19, masyarakat tetap waspada. Pengendalian penyakit membutuhkan peran masyarakat. Dengan status endemi Covid-19 saat ini, masyarakat diimbau untuk melakukan  4 hal ini:

  1. Mengikuti program vaksinasi.
  2. Melaksanakan protocol kesehatan.
  3. Membatasi mobilisasi.
  4. Mengikuti informasi tentang perkembangan Covid-19 dari sumber terpercaya. *****

 

Tags: #Covid-19#DBD#Endemi#Epidemi#Fluburung#pandemi#VirusEbola
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati