• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Pemprov NTT Minta Vaksin dan Serum Anti Rabies ke Kemenkes

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pemprov NTT Minta Vaksin dan Serum Anti Rabies ke Kemenkes

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Prisila Q. Parera memimpin jumpa pers rabies dari Dinas Peternakan NTT dan Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil NTT. (Putra Bali Mula / KatongNTT)

0
SHARES
64
VIEWS

Kupang – Kasus rabies di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah. Pemerintah Provinsi NTT pun meminta vaksin dan serum anti rabies ke Kementrian Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinkesdukcapil) NTT, Ruth Laiskodat, menyampaikan ini Jumat 23 Juni 2023.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Baca juga: Pengadaan Vaksin Rabies di NTT Masih Bukan Prioritas

Permohonan Pemprov NTT ini sebanyak 25 ribu vial vaksin anti rabies (VAR) dan 550 vial serum anti rabies (SAR) agar stoknya di NTT tetap ada.

“Kita juga meminta pamflet, leaflet, dan media edukasi lainnya,” ujar Ruth dalam jumpa pers di Kantor Gubernur NTT.

Ruth menyebut stok saat ini tersisa 14.566 vial VAR dan 10 vial SAR. Hingga 18 Juni 2023 lalu sudah 25 ribu vial VAR yang dikeluarkan.

Baca juga: Bahaya Rabies, Ikuti Langkah Ini Untuk Mencegah Terinfeksi

“Lebih banyak diberikan saat ini ke Timor Tengah Selatan (TTS),” kata dia.

Kabupaten yang berbatasan dengan TTS, seperti Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Kupang, termasuk Kota Kupang mendapat stok VAR di layanan kesehatan termasuk rumah sakit.

“Walaupun Kota Kupang belum ditemukan kasus rabies tapi masyarakat yang tercakar atau tergigit kita anjurkan ke rumah sakit kota,” ungkapnya.

Baca juga : Pemda TTS Ancam Pidana Pemilik Hewan Penular Rabies

Menurut Ruth sudah 515 orang di TTS yang diserang anjing. 460 orang di antaranya yang mendapatkan VAR. Sisanya diberikan suntikan SAR. Dari 515 orang korban itu pun 448 orang di antaranya belum memiliki gejala rabies.

“Ada 4 orang dengan gejala khas rabies,” kata Ruth.****

Tags: #anjingrabies#Kemenkes#Kementeriankesehatan#PemprovNTT#PemprovNTTMintaVaksin#VaksinRabies
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati