• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Sudah 10 Warga NTT Tewas Akibat Rabies

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sudah 10 Warga NTT Tewas Akibat Rabies

Ilustrasi anjing menjadi hewan penular rabies di NTT. (Pixabay)

0
SHARES
39
VIEWS

Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat 10 kasus kematian warganya akibat rabies sejak Januari – 22 Juni 2023.

Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinkesdukcapil) NTT, Ruth Laiskodat, menyampaikan ini, Jumat 23 Juni 2023.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

10 kasus kematian akibat rabies di NTT ini yaitu 2 orang di Kabupaten Manggarai Timur, 2 orang di Ende, 2 orang di Manggarai, 3 orang di TTS dan Sikka 1 orang.

Baca juga: 2 Balita Tewas, Rabies Merajalela di TTS

Hingga 22 Juni 2023 ini pun korban gigitan anjing di NTT mencapai 5.940 orang. Sudah 4.998 korban yang diberikan vaksin anti rabies (VAR). Sisanya mendapatkan serum anti rabies (SAR).

“TTS yang tertinggi korban meninggal,” sebut Ruth dalam jumpa pers di Kantor Gubernur NTT.

Ruth menyampaikan warga yang diserang anjing harus segera mendapatkan penanganan di layanan kesehatan. Dokter juga akan mendiagnosa dan memberi obat yang sesuai.

Baca juga : Pemda TTS Ancam Pidana Pemilik Hewan Penular Rabies

“Pasien tidak boleh dibiarkan lama di rumah karena harus dibawa ke puskesmas terdekat supaya diamati dan mendapat pengobatan,” tegas dia.

Bila pasien demam maka akan diberikan obat demam dan juga vitamin. Bila luka terbuka maka akan dijahit dan diobati dengan antibiotik agar luka cepat kering. Penanganan terhadap pasien rabies juga menggunakan VAR atau SAR.

“Bobot berat badan anak atau dewasa akan diukur lalu diberikan SAR atau VAR,” tambah Ruth lagi.

Baca juga: Nihil Anggaran, Vaksin Rabies di NTT Kosong Saat Kasus Meningkat

Untuk VAR pertama kali diberikan 2 dosis. Kemudian diberikan lagi pada hari ke-7, lalu hari ke-21 dan hari ke-28.

“Kita berharap tidak ada kematian lagi karena usaha maksimal sudah kita lakukan di pusat layanan kesehatan,” ungkap Ruth.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, juga telah menyampaikan permintaan VAR dan SAR kepada Menteri Kesehatan.

Ruth menyebut 28 provinsi membutuhkan vaksin ini juga. Untuk NTT sendiri ada 9 kabupaten yang membutuhkan VAR dan SAR.****

Tags: #anakkorbanjiwarabies#anjingrabies#korbangigitananjingrabiesmeninggal#korbanrabiesmeninggaldunia#RabiesEnde#RabiesManggarai#RabiesManggaraiTimur#RabiesSikka#RabiesTTS
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati