Kupang – 2 balita di Timor Tengah Selatan (TTS) dilaporkan tewas dengan gejala rabies. Keduanya meregang nyawa pasca digigit anjing.
Korban GAK berusia 5 tahun dinyatakan meninggal Minggu, 11 Juni 2023 dan DM, bayi berusia 3,5 tahun meninggal Selasa 13 Juni 2023.
GAK meninggal dunia setelah dirawat 2 hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soe, TTS. Bocah yang berasal dari Desa Kualin, Kecamatan Kualin ini yang terlebih dahulu dirawat di Puskesmas Kualin.
Baca juga : Anak-anak Jadi Korban Jiwa Terbanyak Serangan Rabies di Flores dan Lembata
DM juga meninggal usai digigit anjing pada 7 Mei 2023. Bocah asal Kecamatan Amanatun Selatan ini menghembuskan nafas terakhirnya di Puskesmas Oinlasi, 13 Juni ini pukul 12.36 Wita.
Ketua Satgas Anti Rabies TTS, Addy Tallo, menyebut para korban meninggal ini tidak diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) karena sudah ada gejala rabies.
Baca juga : Rabies di TTS Jadi KLB, 46 Orang Terinfeksi Termasuk Anak-anak
“Jadi totalnya sudah 3 korban jiwa yang mengarah ke suspect rabies,” ungkap dia.
Kematian pertama akibat rabies di Pulau Timor ini diketahui Mei kemarin. Korban jiwa pertama adalah seorang warga Desa Fenun. Pria 45 tahun itu diketahui tewas akibat gigitan anjing rabies April lalu.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan TTS hingga 12 Juni 2023 dugaan terpapar kasus rabies tersebar di 23 kecamatan dan 76 desa dengan 257 laporan gigitan anjing.
Baca juga : Nihil Anggaran, Vaksin Rabies di NTT Kosong Saat Kasus Meningkat
Sebelumnya, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan TTS, Melky Angsar, mengatakan kasus gigitan anjing sejak April lalu ditangani pihak puskesmas tanpa menggunakan VAR atau Serum Anti Rabies (SAR).
“Puskesmas pun tidak memberikan SAR dan VAR karena belum diketahui adanya rabies,” ucap Melky, Senin 12 Juni 2023.
Baca juga : Bahaya Rabies, Ikuti Langkah Ini Untuk Mencegah Terinfeksi
Kasus GAK misalnya, sebut Melky, bocah ini diketahui digigit pada 15 April lalu dan tidak diberikan SAR untuk luka gigitan di area kepala oleh puskesmas.
“Tidak dikasih SAR akhirnya meninggal. Demikian yang meninggal di Desa Fenun itu pada 2 April digigit lalu meninggal Mei kemarin,” ucapnya.
Setelah ini diharapkan penanganan serangan anjing terhadap manusia perlu diberikan juga VAR dan SAR. ***




