• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Jumlah Nelayan NTT Masuk Australia Secara Ilegal Meningkat Drastis

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0

Manager International Compliance Operations AFMA, Lydia Woodhouse, usai sosialisasi ilegal fishing di Kota Kupang. (Putra Bali Mula - KatongNTT)

0
SHARES
116
VIEWS

Kupang – Jumlah nelayan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masuk dan mengambil ikan secara ilegal di wilayah Australia meningkat drastis di tahun 2023 ini.

Menurut, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Stefani Tunga Boro, jumlah nelayan yang ditangkap tahun ini ada 42 orang. Selain itu ada juga 2 kapal yang ikut dipulangkan.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Baca juga : Otoritas Australia Sosialisasi Dampak Ilegal Fishing di Kupang 

Sedangkan secara total nelayan yang diamankan Australia sejak 2018 – 2023 adalah 52 orang. Dengan begitu  maka 42 nelayan yang ditangkap tahun ini merupakan jumlah terbanyak dari 5 tahun terakhir.

Sedangkan secara total nelayan yang diamankan Australia sejak 2018 – 2023 adalah 52 orang. Dengan begitu  maka 42 nelayan yang ditangkap tahun ini merupakan jumlah terbanyak dari 5 tahun terakhir.

“Ini paling banyak. Mereka berasal dari Rote,” sebutnya usai Kampanye Publik Pencegahan Penangkapan Ikan Secara Ilegal Lintas Negara di Pelabuhan Perikanan Tenau Kupang, Selasa 27 Juni 2023.

Baca juga : Patroli Bersama Indonesia – Australia, Incar Ilegal Fishing Hingga Perdagangan Orang

Bila dicermati, lanjut dia, pada 2018 – 2019 dan 2021 – 2022 total nelayan yang ditangkap sekitar 17 kasus. Semuanya berlayar tanpa pemberitahuan kepada Syahbandar.

“Hanya di tahun 2020 yang tidak ada kasus,” kata Stefani.

Seluruh nelayan ini memang dipulangkan dalam keadaan selamat dari Australia. Memang pada Juni ini tidak ada nelayan yang ditahan. Ia berharap kasus ini tidak terjadi lagi.

Baca juga : Badai Ilsa, 11 Nelayan Indonesia Terdampar di Perairan Australia, 9 Lainnya Diduga Tewas

Pihak Australian Fisheries Management Authority (AFMA) pun mengaku telah menghentikan beberapa perahu dari Indonesia selama 6 bulan terakhir.

Namun menurut Manager International Compliance Operations AFMA, Lydia Woodhouse, ada penurunan penangkapan ikan secara ilegal oleh nelayan asal NTT. Namun data tersebut masih harus dipastikannya lagi.

“Saya tidak punya angka pastinya sekarang tapi kami sudah berhasil hentikan beberapa perahu yang berusaha masuk ke Australia,” kata Lydia usai menjadi pemateri sosialisasi saat itu.

Baca juga : Gelombang Setinggi 4 Meter Rusak Perahu Nelayan dan Kafe di Kota Kupang, Kerugian Capai Ratusan Juta

Lydia juga membenarkan bahwa tidak ada nelayan NTT atau Indonesia yang ditahan di Australia.

Bila ke depannya ditemukan pelanggaran penangkapan ikan di Australia oleh nelayan Indonesia maka akan dilakukan penindakan.

Otoritas Australia biasanya akan mencari bukti-bukti pelanggaran batas dan tindakan ilegal fishing. Perahu nelayan asal Indonesia termasuk NTT yang melanggar batas negara juga akan diarahkan keluar dari Australia.****

Tags: #AFMAAustralia#DinasKelautandanPerikananNTT#NelayanNTT#PulauRote
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati