• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, April 21, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Peternakan di NTT Masih Tradisional, Minim Teknologi 

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sapi asal Provinsi NTT bebas dari penyakit mulut dan kuku atau PMK (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

Sapi asal Provinsi NTT bebas dari penyakit mulut dan kuku atau PMK (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

0
SHARES
134
VIEWS

Kupang – Indonesia memiliki 6 provinsi penghasil ternak terbanyak termasuk NTT di urutan keempat. Sekalipun begitu NTT memiliki tantangan besar soal ketersediaan pakan, air, infrastruktur kesehatan hewan hingga minimnya implementasi peternakan modern.

Berbagai hal itu menjadi tantangan peternakan di NTT menurut Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Kupang, Yulius Umbu Hunggar, menyatakan ini saat diwawancarai, Senin 31 Juni 2023.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Baca juga : Pendapatan Petani di NTT Terbesar dari Peternakan dan Perikanan

Sistem peternakan di NTT saat ini sangat tradisional, kata Yulius, dan sifatnya ekstensifikasi yang minim adopsi teknologi. Modernisasi peternakan sendiri diperlukan bertujuan meningkatkan produksi dan efisiensi usaha.

Menurutnya, masih di Sumba Timur yang terlihat memiliki fasilitas modern untuk peternakan sapi seperti di PT Asiabeef Biofarma Indonesia. Peternakan modern pun terkait dengan manajemen bisnis yang tertata dengan mempertahankan bibit unggul.

“Misalnya dengan penerapan inseminasi buatan hingga teknologi transfer embrio. Perlu didukung dengan ketersediaan pakan dan air yang memadai,” lanjut Yulius.

Baca juga : Pabrik Pakan Ternak di NTT Belum Terwujud, Terkendala Produksi TJPS

Sentra Peternakan Rakyat (SPR) di NTT pun perlu memiliki kawasan tertentu sebagai media pembangunan peternakan dan kesehatan hewan. Untuk SPR yang tidak bisa melengkapi fasilitas ini maka pemerintah daerah perlu menyediakan embung hingga padang pengembalaan ternak.

“Tapi ya tadi modernisasinya belum diterapkan dan ini yang perlu didorong untuk diubah orientasinya dari yang tradisional menjadi lebih modern,” lanjut Yulius.

Saat ini pabrik pakan juga direncanakan dibangun oleh Pemerintah Provinsi NTT namun belum kelihatan progresnya.

Baca juga : NTT Didorong Tingkatkan Produktivitas Singkong Guna Antisipasi Rawan Pangan

Rencana baik tersebut, kata dia, diperlukan sehingga NTT mandiri pakan. Namun sektor pertanian harus menjadi penunjang ketersediaan bahan baku jagung hingga dedak bagi adanya pabrik pakan ini.

Produksi pakan dalam daerah akan memicu harga pakan yang akan lebih murah ketimbang pakan diambil dari luar NTT.

“Sehingga perlu terintergrasi dan tersedia di lokal karena kalau 80 persen diambil dari luar maka tentunya akan mahal di sini,” ungkap dia.

Baca juga : Australia Bantu NTT Alat Canggih Mampu Mendeteksi 82 Virus Pada Ternak

Laboratorium sebagai infrastruktur diagnosa cepat juga diperlukan di NTT untuk mendeteksi penyakit ternak. Saat ini laboratorium yang digunakan lebih banyak ada di Surabaya dan Bali sehingga tidak efektif waktu dan anggaran.

Balai Karantina Pertanian sekarang ini telah berganti nomenklatur menjadi Balai Karantina Indonesia atau langsung di bawah presiden. Demikian maka NTT perlu memiliki infrastruktur ini.

“Seperti laboratorium untuk pengujian rabies yang belum kita miliki dan penyakit yang belum ada di NTT,” kata Yulius. ****

Tags: #BKPKupang#peternakanmodern#PeternakanNTT#TernakNTT
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati