Kupang – Undang-undang Kesehatan resmi berlaku dan sektor kesehatan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai bisa diperbaiki mulai dari ketersediaan dokter spesialis hingga fasilitas.
Pemerintah akan memperluas beasiswa afirmasi dengan pilihan universitas negeri akreditasi minimal B yang ditanggung negara. Begitu juga untuk pendidikan dokter spesialis, bisa dibiayai ke universitas negeri yang berakreditasi B.
Baca juga : UU Kesehatan Untuk Masyarakat dan SDM Kesehatan
“Kita diberikan kesempatan bagi anak-anak yang tamat SMA bisa melanjutkan pendidikan kedokteran dengan biaya beasiswa afirmasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan dan Kependudukan Provinsi NTT, Ruth Laiskodat, saat diwawancarai beberapa waktu lalu.
Jalur afirmasi ini secara online yang bisa diikuti tahapannya seperti umumnya, misalnya administrasi hingga tes.
“Jadi peluang pemenuhan dokter-dokter di daerah seperti di kita, Indonesia Timur, di NTT khususnya, pemenuhan jumlah dokter minimal 9 tenaga kesehatan (nakes),” lanjut Ruth.
9 nakes ini antara lain tenaga dokter, dokter gigi, tenaga kefarmasian, perawat, bidan, nutrisionis, sanitasian, promosi kesehatan, dan ahli teknik laboratorium medis (ATLM).
Baca juga : Marak Katarak, Alor Tak Punya Dokter Spesialis Mata
Kebutuhan dokter di NTT diakuinya masih sangat tinggi karena jumlah dokter spesialis tertentu yang masih minim atau kurang sekali.
“Kita punya 436 puskesmas. Sebaiknya semua itu terpenuhi, ada dokternya,” ungkapnya.
Sedangkan kelebihannya bagi rumah sakit, kata Ruth, adalah kemudahan sekolah dokter spesialis ini. Demikian akan ada pemenuhan 4 spesialis dasar yakni pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, obstetri dan ginekologi.
Baca juga : FKUI Gandeng RSUD Johannes dan RS Siloam Bidang Urologi
“Saya lihat afirmasi ini penting dan juga kemudahan anak-anak kita ingin dokter spesialis di luar negeri masuknya pun tidak susah lagi. Dulu 2 tahun sekarang 6 bulan penyesuaian sudah boleh,” sebut Ruth.
Ia berharap petunjuk teknisnya nantinya pun tidak menyulitkan tenaga kesehatan setelah UU Kesehatan ini disahkan.
“Maka dibutuhkan peraturan selanjutnya untuk petunjuk teknis. Kita menunggu itu. Saya mengira perbaikan-perbaikan ini yang harus kita dukung supaya ada kemudahan,” jelas dia.
Baca juga : Kelompok Rentan Kurang Nikmati Fasilitas Publik dan Rawan Diskriminasi
Selain itu masyarakat akan diuntungkan karena tidak lagi dirujuk keluar daerah sebab biaya yang besar pula.
Biaya transportasi maupun penginapan saat rujuk ke Bali atau Surabaya misalnya yang membebani masyarakat meskipun biaya kesehatan ditanggung BPJS Kesehatan.
“Perbaikan di rumah sakit dan puskesmas itu di Indonesia termasuk NTT diperlukan supaya yang dirujuk keluar itu semakin berkurang,” ungkap dia.
Baca juga : Gubernur NTT Akui Berhasil Tekan Stunting Usai Protes Kemenkes
Sistemnya juga diberikan secara online maupun secara telemedisin dengan rumah sakit lainnya dari luar NTT.
“Kita memang belum lengkap tenaga dokter. Selama ini ada yang terpenuhi dari dokter internship tapi ini kan mereka hanya setahun, bisa dua tahun saja di sini, sampai kita mendapatkan dokter yang benar-benar bisa menetap,” ungkap dia. ****




