Kupang – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena, mengaku sungkan menanggapi keluhan berbagai pihak yang mengaku tak diundang membahas RUU Kesehatan.
Menurut dia pihak-pihak tersebut telah dipanggil dan sudah diberikan ruang sebelumnya membahas rancangan yang telah disahkan menjadi UU Kesehatan itu.
Baca juga : Marak Katarak, Alor Tak Punya Dokter Spesialis Mata
“Saya sungkan bicara soal ini karena membuka aib orang. Kalau dikatakan tidak pernah diundang justru sudah beberapa kali diundang di DPR RI,” ungkap dia, Senin 7 Juli 2023, melansir siniar YouTube FMB9ID_IKP.
Pembahasan UU Kesehatan ini, lanjut Melki, merupakan hak inisiatif DPR RI dan dibahas di Badan Legislasi (Baleg) terlebih dahulu di awal Februari untuk dibahas lagi pada April.
“Jadi semua yang mengatakan tidak diundang itu sudah diundang pertama kali di Badan Legislasi di DPR RI,” jelas dia.
Baca juga : Menkes Buka Website Bagi Masyarakat Menanggapi RUU Kesehatan
Pada saat yang sama ia menyayangkan adanya petinggi organisasi profesi (OP) bidang kesehatan yang tidak memenuhi undangan pembahasan tersebut.
Adapun masukan dari berbagai OP diakui Melki juga tidak semuanya masuk dalam UU tersebut. Menurutnya ada berbagai norma yang menjadi bahan pertimbangan.
“Intinya UU ini bukan untuk OP tetapi untuk masyarakat dan SDM kesehatan,” lanjut Melki.
Baca juga : Edisi Perempuan NTT: Potret Buram Kemiskinan, Para Perempuan Kehilangan Anaknya
Ia menyampaikan adanya UU Kesehatan maka tanggung jawab pusat daerah dan partisipasi masyarakat akan ditata lebih baik.
UU ini akan menyasar kekurangan dokter umum, dokter spesialis dan dokter sub spesialis. Masalah ini, kata dia, tercermin saat terjadinya Covid-19.
Menurutnya UU Kesehatan yang sebelumnya juga ini telah berlangsung satu dekade sehingga perlu diperbaharui.
Baca juga : Pemda NTT Hentikan Dana Layanan Bagi Pasien Miskin
Selain itu juga ketersediaan fasilitas di daerah terluar juga masih buruk, belum lagi soal pelayanan kesehatan.
“UU Kesehatan ini membuat paradigma kesehatan di Indonesia berubah. Masyarakat Indonesia justru dicegah untuk tidak gampang sakit atau sehat jasmani, rohani dan psikologi,” tambah dia.****




