• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Gubernur NTT Akui Berhasil Tekan Stunting Usai Protes Kemenkes

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gubernur NTT Akui Berhasil Tekan Stunting Usai Protes Kemenkes

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat periode 2018–2023. (Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

0
SHARES
65
VIEWS

Kupang – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, mengaku telah berhasil menekan angka stunting di NTT dengan menolak metode pendataan yang digunakan oleh pemerintah pusat.

Viktor menyinggung soal protesnya itu ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) karena melakukan pendataan dengan Survey Status Gizi Indonesia (SGSI).

BacaJuga

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

13 Agustus 2026
Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

3 Juli 2026

Baca juga : BKKBN Berharap Tren Prevalensi Stunting NTT 2023 Turun ke 13 Persen

Ia menyampaikan ini dalam pidatonya memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-78, di Aula El Tari Kupang, pada Rabu 16 Agustus 2023.

Viktor dalam pidatonya itu memang menyampaikan sejumlah pencapaian semasa kepemimpinannya sejak 2018 sebelum berakhir pada September 2023 mendatang.

Beberapa pencapaian dari berbagai bidang disampaikannya yang mana dimulai dari bidang kesehatan.

Baca juga : Jokowi Sebut Uang Banyak Tidak Mengatasi Stunting

Menurutnya, angka stunting berhasil ia tekan selama lima tahun berturut-turut mulai tahun 2018 sampai dengan 2023.

“Menunjukkan tren penurunan yang besar,” tegas dia.

Pada tahun 2018, ungkap Viktor, prevalensi stunting NTT sebesar 35,4 persen atau sebanyak 81.434 balita dan menurun tajam pada pengukuran Februari 2023, yakni 15,7 persen atau 67.518 balita.

“Hal ini membuktikan bahwa pendekatan pencegahan dan penanganan stunting secara konvergensi melalui intervensi spesifik dan intensif berjalan efektif,” kata Viktor.

Baca juga : Wapres Soroti Air Bersih dan Stunting, 2025 Separuh Populasi Dunia Kesulitan Air

Menurut dia, penurunan stunting secara signifikan ini tidak lepas dari kebijakan Pemerintah NTT untuk menggunakan aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).

Aplikasi ini disebutnya untuk menangani stunting dengan by name, by adress. Dengan begitu Pemerintah Provinsi NTT menolak menggunakan Survey Status Gizi Indonesia (SGSI). NTT sendirilah provinsi yang tidak menggunakan pendataan jenis ini.

“Pemerintah Provinsi NTT telah melayangkan protes kepada Menteri Kesehatan tentang penggunaan pengukuran stunting dengan metode SGSI dan Kementerian Kesehatan telah menyetujui penggunaan e-PPBGM,” jelas Viktor Laiskodat.

Baca juga : BKKBN: Presiden Pantau Stunting Empat Titik Keluarga di NTT

Pendataan jenis ini pun, kata Viktor, untuk menilai perkembangan stunting di NTT sebagai pengecualiannya.

Ia juga menyinggung angka kematian ibu dan anak yang juga turun selama dirinya memimpin NTT sebagai gubernur.

Angka kematian ini, sebut Viktor, berhasil ditekan dengan peningkatan sumber daya manusia hingga fasilitas kesehatan.

Baca juga : Sampah, Stunting NTT, dan Diplomasi Laut (Bagian Kedua dari Tiga Tulisan)

“Kita juga terus berkomitmen untuk menekan angka kematian ibu dan anak melalui berbagai upaya seperti penguatan dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, peningkatan fasilitas kesehatan dan evaluasi yang terus-menerus,” ungkap dia.

Viktor merinci angka kematian Ibu selama tiga tahun terakhir menunjukan penurunan yaitu tahun 2021 angka kematian ibu sebanyak 181 kasus dan tahun 2022 berjumlah 171 kasus.

Sampai dengan bulan Juli tahun 2023, lanjut Viktor, terdapat 74 kasus kematian. Sementara itu, untuk kematian bayi sampai dengan bulan Juli tahun 2023 mencapai 449 kasus atau menurun dibandingkan dengan tahun 2022 yang mencapai 1.139. ****

Tags: #KemenkesRI#Kementeriankesehatan#stuntingntt#StuntingNTTturun#ViktorBungtiluLaiskodat
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

by Rita Hasugian
13 Agustus 2026
0

KatongNTT – Suara Johanes Tenggas, 50 tahun datar menjawab pertanyaan tim transisi dari PT Flobamor, BUMD Provinsi NTT pada Senin,...

Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

by KatongNTT
3 Juli 2026
0

Kupang –Suara tawa lepas lima perempuan lansia memenuhi ruang tamu rumah Pendeta emeritus Aplonia Mariana Mba’u-Lidda pekan terakhir April lalu....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati