• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Agribisnis

Dari Flores, Freddy Wijaya Tekuni Bisnis Pupuk Organik

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Agribisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dari Flores, Freddy Wijaya Tekuni Bisnis Pupuk Organik

Freddy Wijaya (tengah) sedang menjelaskan penggunaan pupuk organik.

0
SHARES
93
VIEWS

Bogor – Dinosaurus. Itu nama merek pupuk organik hayati yang diproduksi oleh perusahaan yang dipimpin Freddy Wijaya. Sarjana akuntasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengaku memiliki ketertarikan di bidang pertanian sejak masih kecil, gara-gara sering membaca buku National Geographic dan majalah Trubus. “Sejak kecil, saya punya cita-cita memiliki usaha yang bisa menghijaukan dan melestarikan lingkungan,” katanya dalam suatu kesempatan.

Cita-cita itu mulai dirintis setelah lulus kuliah melalui usaha produksi pupuk. Pada tahap awal, Freddy fokus pada usaha pemberdayaan petani jagung di Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

BacaJuga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

30 Mei 2024

Baca : Kekeringan, Harga Beras Naik, dan Tanam Singkong

Interaksi dengan petani membuat dirinya menangkap berbagai keresahan yang dirasakan. Mulai dari kesulitan memperoleh pupuk subsisi, harga pupuk kimia yang mahal, serta produktivitas lahan yang menurun. Singkatnya, petani tanam jagung tapi tak pernah panen jagung alias gagal. Masalah para petani adalah sulitnya memperoleh pupuk kimia yang biasanya harus didatangkan dari Pulau Jawa.

Baca : Ombudsman NTT Monitor Distribusi Pupuk Bersubsidi, Petrokimia Gresik Beri Pelatihan

“Kombinasi permasalahan itu membuat petani kesulitan mendapat hasil panen yang bagus,” jelasnya.

Bersama 4 orang rekannya, Freddy mulai merintis bisnis pupuk organik sekitar 4 tahun lalu atau sekitar tahun 2015. “Awalnya ini belum berorientasi bisnis. Kita awalnya cuma ingin membantu petani jagung di Flores,” tutur Freddy.

Semangat memproduksi pupuk organik juga memanfaatkan bahan dasar sekitar lokasi pertanian. Dari mulai buah-buahan, hingga kotoran ternak yang difermentasi jadi pupuk.

“Hasilnya ternyata luar biasa. Dari yang semula jarang berhasil, sekarang mereka langsung panen,” tutur Freddy.

Pupuk organik hayati yang diproduksinya dinamakan Dinosaurus. Perlahan-lahan tapi pasti, usaha yang dirintis Freddy terus berkembang. Fakta dan bukti peningkatan hasil dengan pupuk Dinosaurus pun semakin teruji. Permintaan dari daerah-daerah terus meningkat. Masyarakat perkotaan pun banyak yang menggunakan pupuk tersebut untuk berbagai tanaman pekarangannya.

“Pupuk ini multifungsi untuk tanaman pangan dan juga nutrisi untuk hortikultura hingga tanaman pekarangan. Tanaman pangan padi, jagung, singkong sangat cocok. Ada juga petani sayuran di Bogor dan Cianjur mendapatkan hasil yang meningkat setelah aplikasi Dinosaurus,” ujar Freddy pada akhir September 2023 lalu, dalam sebuah pameran pertanian.

Baca : Pabrik Pakan Ternak di NTT Belum Terwujud, Terkendala Produksi TJPS

Di Brebes, misalnya, awalnya petani bawang tidak mau pakai Dinosaurus karena menambah biaya produksi. “Aakhirnya saya minta satu dua lajur saja tanah yang enggak terlalu subur untuk dicoba. Ternyata, hasilnya memuaskan dan akhirnya petani itu minta lagi,” kata Freddy.

Belakangan, sejumlah daerah juga sudah menggunakan Dinosaurus dengan hasil yang optimal. Bahkan, pemesanan dari luar negeri juga sudah ada. Dia berharap di tengah kesulitan pupuk kimia dan harga yang cukup tinggi, Dinosaurus bisa menjadi alternatif solusi. Petani mendapatkan hasil yang optimal sehingga berdampak pada pendapatan, Indonesia pun bisa memenuhi keterbatasan pupuk untuk meningkatkan produksi. [Anto]

Tags: #Hayati#Organik#Pupuk
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

by Tim Redaksi
30 Mei 2024
0

Ekspor rumput laut NTT ini memang minim sejak ekspor perdana pada 2019 lalu sebesar 25 ton Alkali Treated Cottonii (ATC)...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati