Kupang – Upah Minimum Provinsi (UMP) Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2024 resmi naik Rp 62 ribu. Kenaikan nyaris 3 persen ini dinilai Pemerintah NTT sesuai daya beli pekerja dan demi merawat iklim investasi di NTT.
Pemerintah NTT juga menyebut penetapan ini sesuai dengan tata cara penetapan upah minimun tahun 2024 serta tata kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan dari Kementerian Tenaga Kerja.
Baca juga : UU Narkotika Disebut Korbankan Banyak Buruh Migran Dijerat hukuman Mati
“Maka sesuai dengan formula perhitungan upah minimum berdasarkan PP Nomor 21 tahun 2023, UMP NTT ditetapkan sebesar Rp 2.186.826,” papar Asisten I Setda NTT, Bernadeta Usboko, di Gedung Sasando, Selasa 21 November 2023.
UMP 2024 ini ditetapkan oleh Penjabat (Pj) Gubernur NTT, Ayodhia Kalake, dalam keputusan Nomor 355/KEP/HK/2023 pada 20 November 2023.
“Upah minimum Provinsi NTT yang semula berjumlah Rp 2.123.994 mengalami kenaikan 2,96 persen yakni sebesar Rp 62.832 sehingga berjumlah Rp 2.186.826,” tukas Bernadeta lagi.
Baca juga : Anak Pekerja Migran Berisiko Besar Jadi Korban Kekerasan Seksual
Bagi semua pengupah atau perusahaan, kata dia, perlu menyesuaikan kemampuan untuk memenuhi hak pekerja yang sudah bekerja bawah 1 tahun.
Kepala Dinas Koperasi, Ketenagakerjaan, Transmigrasi dan UMKM, Sylvia Peku Djawang, juga hadir dalam konferensi pers itu.
Penetapan ini, kata dia, dilakukan Pemerintah NTT dengan tripartit seperti serikat buruh dan serikat pekerja. Mereka tergabung dalam dewan pengupah. Ia menjelaskan dewan ini menghitung UMP berdasarkan kondisi ekonomi NTT.
Baca juga : Pembangunan NTT Belum Merata, Kaum Muda Tekankan Tugas Pemimpin Baru
“Dengan penetapan ini memperhitungkan pertumbuhan ekonomi, daya beli, dan iklim investasi daerah sehingga kalau ditetapkan kalau tinggi tapi perusahaan tidak mau atau tidak mampu investasi, gulung tikar, PHK lagi, nanti masalah baru,” jelas Sylvia.
Jikalau ada perusahaan yang memberi upah tidak sesuai UMP NTT atau tidak ada struktur skala upah bagi pekerja, lanjut dia, maka harus dikoordinasikan dengan serikat pekerja, serikat buruh, APINDO untuk pengaduan ke Pemerintah NTT.
Untuk diketahui, UMP NTT pada tahun 2020 sebesar Rp1.950.000 yang ditetapkan oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) per 1 November 2019.
Baca juga : Hamil 2 Bulan, PMI NTT Ditelantarkan Perusahaan Hingga Tewas
Sedangkan di 2021 UMP NTT tetap Rp.1.950.000. UMP NTT ini tidak naik karena pandemi Covid-19. Hal ini pun berlaku di seluruh Indonesia dan ditetapkan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI.
Sedangkan di 2022, selepas pandemi Covid-19, jumlah UMP NTT naik tipis yaitu Rp 25.000 menjadi 1.975.000 dibandingkan UMP yang sebelumnya tak naik sama sekali.
Baca juga : Indonesia Jadi Ladang Perekrutan ABK Bergaji Murah
Kemudian pada 2023, jumlah UMP NTT naik Rp 173.994 atau menjadi Rp 2.123.994. Kenaikan 7,44 persen ini ditetapkan juga oleh VBL.
Pada 2024, UMP NTT resmi naik Rp 62.832 menjadi Rp 2.186.826. Penetapan UMP NTT ini dilakukan oleh Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake. ***




