Kupang – Pengungsi akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki paling banyak adalah lansia dan balita yang tersebar di tenda, rumah warga dan fasilitas umum.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT mencatat pengungsi Gunung Lewotobi Laki-laki berjumlah 4.681 jiwa per Senin 8 Januari 2024.
Balita yang mengungsi mencapai 327 jiwa. Sementara lansia yang mengungsi berjumlah 293 jiwa. Para pengungsi ini menempati tenda, rumah warga maupun fasilitas umum.
Baca juga : Pemkot Tutup Mata, 10 Tahun TPA Alak Pakai Sistem Terlarang
Untuk pengungsi di tenda ada tersebar di 6 titik dengan total 2.423 orang pengungsi. Pengungsi usia bayi sebanyak 48 jiwa, 204 balita, 204 lansia, 11 ibu hamil, dan 43 ibu menyusui.
Sementara pengungsi di rumah-rumah warga tersebar di 10 titik yaitu 1.587 orang pengungsi. Pengungsi usia bayi sebanyak 18 jiwa, 98 balita, 4 orang ibu hamil, 24 ibu menyusui dan 76 lansia.
Sedangkan pengungsi di fasilitas umum sebanyak 624 jiwa yang tersebar di 3 titik. Pengungsi usia sebanyak 8 jiwa, 25 balita, seorang ibu hamil, tak ada ibu menyusui, sedangkan lansia sebanyak 13 jiwa.
Baca juga : Lansia Tak Tamat SD Tipu 653 Orang Jadi PNS dan Polisi
BPBD NTT juga mencatat pelajar yang terdampak yaitu 204 anak yang tersebar di 3 kecamatan yaitu Wulanggitang, Titehena dan Demon Pagong.
Pelaksana Tugas (Plt) Kalak BPBD Flores Timur, Ahmad Duli, membenarkan ini dan merinci pengungsi terbanyak tersebar di Kecamatan Wulanggitang.
“Pengungsi usia pelajar itu paling banyak adalah anak SD yaitu 118 siswa dari 3 kecamatan itu. Untuk pengungsi ini paling banyak adalah lansia dan balita,” tukasnya.
Ia menyampaikan sejumlah upaya penanganan memang sudah dilakukan sejak 1 Januari 2024. Pembentukan Posko Siaga Darurat Bencana Alam Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki juga sudah dilakukan.
Baca juga : Siaga Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Bahaya Awan Panas Mengintai
Saat ini terdapat Bantuan Dana Siap Pakai (DSP) operasional sebesar Rp. 250 juta dan bantuan logistik berupa paket sembako 500 pcs, hygiene kid 250 box dan bantuan masker 20.000 pcs dari BNPB.
Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake, juga menyerahkan secara simbolis dukungan logistik beras 3,6 ton dan uang Rp.150 juta. ***


