• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Lansia dan Balita Banyak Tempati Pengungsian Gunung Lewotobi Laki-laki

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Letusan, Gempa dan Abu Vulkanik Gunung Lewotobi, 3 Desa Dikosongkan

Kondisi warga di tempat pengungsian. (Istimewa)

0
SHARES
79
VIEWS

Kupang – Pengungsi akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki paling banyak adalah lansia dan balita yang tersebar di tenda, rumah warga dan fasilitas umum.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT mencatat pengungsi Gunung Lewotobi Laki-laki berjumlah 4.681 jiwa per Senin 8 Januari 2024.

BacaJuga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

10 Maret 2026

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

19 Februari 2026

Balita yang mengungsi mencapai 327 jiwa. Sementara lansia yang mengungsi berjumlah 293 jiwa. Para pengungsi ini menempati tenda, rumah warga maupun fasilitas umum.

Baca juga : Pemkot Tutup Mata, 10 Tahun TPA Alak Pakai Sistem Terlarang

Untuk pengungsi di tenda ada tersebar di 6 titik dengan total 2.423 orang pengungsi. Pengungsi usia bayi sebanyak 48 jiwa, 204 balita, 204 lansia, 11 ibu hamil, dan 43 ibu menyusui.

Sementara pengungsi di rumah-rumah warga tersebar di 10 titik yaitu 1.587 orang pengungsi. Pengungsi usia bayi sebanyak 18 jiwa, 98 balita, 4 orang ibu hamil, 24 ibu menyusui dan 76 lansia.

Sedangkan pengungsi di fasilitas umum sebanyak 624 jiwa yang tersebar di 3 titik. Pengungsi usia sebanyak 8 jiwa, 25 balita, seorang ibu hamil, tak ada ibu menyusui, sedangkan lansia sebanyak 13 jiwa.

Baca juga : Lansia Tak Tamat SD Tipu 653 Orang Jadi PNS dan Polisi

BPBD NTT juga mencatat pelajar yang terdampak yaitu 204 anak yang tersebar di 3 kecamatan yaitu Wulanggitang, Titehena dan Demon Pagong.

Pelaksana Tugas (Plt) Kalak BPBD Flores Timur, Ahmad Duli, membenarkan ini dan merinci pengungsi terbanyak tersebar di Kecamatan Wulanggitang.

“Pengungsi usia pelajar itu paling banyak adalah anak SD yaitu 118 siswa dari 3 kecamatan itu. Untuk pengungsi ini paling banyak adalah lansia dan balita,” tukasnya.

Ia menyampaikan sejumlah upaya penanganan memang sudah dilakukan sejak 1 Januari 2024. Pembentukan Posko Siaga Darurat Bencana Alam Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki juga sudah dilakukan.

Baca juga : Siaga Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Bahaya Awan Panas Mengintai

Saat ini terdapat Bantuan Dana Siap Pakai (DSP) operasional sebesar Rp. 250 juta dan bantuan logistik berupa paket sembako 500 pcs, hygiene kid 250 box dan bantuan masker 20.000 pcs dari BNPB.

Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake, juga menyerahkan secara simbolis dukungan logistik beras 3,6 ton dan uang Rp.150 juta. ***

Tags: #BPBDFloresTimur#bpbdntt#ErupsiGunungLewotobiLaki-laki#KorbanerupsigunungLewotobi#PengungsiLewotobi
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

by KatongNTT
10 Maret 2026
0

Siapa yang tidak kenal sepak bola, jenis olahraga paling populer seantero Indonesia bahkan dunia. Untuk merayakan Hari Perempuan Internasional pada...

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

by Yanti Mesak
19 Februari 2026
0

Komunitas Lakoat Kujawas adalah salah satu komunitas yang berada di Desa Taiftop, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati