• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, April 15, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Pacar Terbanyak Melakukan Kekerasan Terhadap Perempuan di NTT

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pacar Terbanyak Melakukan Kekerasan Terhadap Perempuan di NTT
0
SHARES
220
VIEWS

Kupang – Pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) didominasi pacar dan suami.

Data SIMFONI 2023 mengungkapkan pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan status pacar sebanyak 244 orang. Jumlah ini yang tertinggi sepanjang 2023 disusul 217 pelaku yang adalah suami atau istri.

BacaJuga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

10 Maret 2026

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

19 Februari 2026

Baca juga : Batal Nikahi Pacar, Pria di Kupang Dihukum Bayar Rp 77 Juta

Pelaku terbanyak selanjutnya adalah orangtua korban yaitu 188 orang, lalu 125 orang saudara korban, 112 orang tetangga, 23 pelaku yang adalah guru, 9 pelaku adalah rekan kerja dan 7 pelaku adalah majikan. Sedangkan status lainnya 152 pelaku.

Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT pada tahun itu pun mencapai 1.172 kasus dengan 1.267 korban. Korbannya adalah 1.088 perempuan dan 179 laki-laki.

Adapun bentuk kekerasan terbanyak adalah kekerasan psikis yakni 493 kasus. Kemudian 412 kasus kekerasan seksual, 386 kasus kekerasan fisik, 19 kasus eksploitasi, 7 kasus trafficking, 126 kasus penelantaran, dan 59 kasus lainnya.

Bila dilihat berdasarkan usia, korban terbanyak adalah remaja atau yang berumur 13-17 tahun sebanyak 385 orang. Kemudian 383 korban berumur 25-44 tahun, 162 korban berumur 6-12 tahun, dan 150 korban berumur 18-24 tahun.

Baca juga : 187 Kasus Perempuan dan Anak di Kota Kupang, Ada Pelacuran Online

Kebanyakan kasus kekerasan ini terjadi dalam hubungan belum menikah dengan 842 korban. Korban kekerasan dalam status pernikahan sendiri ada 368 orang.

Lokasi kekerasan pun paling banyak terjadi di rumah yaitu 938 kasus. Sebanyak 47 kasus lainnya terjadi di sekolah, 80 kasus di fasilitas umum, 57 kasus di lembaga pendidikan kilat, dan 128 kasus di lokasi lainnya.

Data ini juga menyebut korban terbanyak adalah pelajar, pekerja rumah tangga juga pekerja swasta atau buruh. Rinciannya 515 pelajar, 267 pekerja rumah tangga, dan 103 pekerja swasta atau buruh.

Baca juga : Pilu membiru Perempuan Dalam Rumah Tangga

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan. Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi NTT, Iien Adriany menyampaikan, kasus kekerasan perempuan dan anak perlu jadi perhatian khusus dari berbagai pihak terutama keluarga.

Menurutnya, kekerasan berbasis gender berpotensi besar terjadi dan karena itu ia berharap ada pencegahan yang lebih intensif dengan menggandeng berbagai mitra.

“Perlu pengawasan yang masif dari semua pihak terhadap perempuan dan anak karena banyak terjadi hal yang tidak diinginkan, pelecehan dan sebagainya,” kata dia. ***

Tags: #DataSIMFONI2023#DP3ANTT#kekerasanperempuandananak#pacarjadipelakukekerasan
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

by KatongNTT
10 Maret 2026
0

Siapa yang tidak kenal sepak bola, jenis olahraga paling populer seantero Indonesia bahkan dunia. Untuk merayakan Hari Perempuan Internasional pada...

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

by Yanti Mesak
19 Februari 2026
0

Komunitas Lakoat Kujawas adalah salah satu komunitas yang berada di Desa Taiftop, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati