Kupang – Kementerian Pertanian (Kementan) memprediksi harga beras sulit turun meskipun beberapa daerah memasuki masa panen raya mulai Maret hingga Mei 2024.
Direktur Serelia Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Mohammad Ismail Wahab menyampaikan ini dalam rapat dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Rapat ini ditayangkan via YouTube Kemendagri, Senin 26 Februari 2024.
Baca juga: Bulog Pasok 5000 Ton, Beras di NTT Tetap Mahal
Data Kementan menyebut produksi padi di Maret nanti sebesar 6,1 juta ton padi atau gabah kering giling (GKG). Khusus untuk NTT potensi produksi di Maret ini sebesar 31.988 ton GKG dari potensi luas panen 8.797 hektare. Berdasarkan datanya, luas potensi panen di NTT ini ada pada peringkat ke-23 di Indonesia.
Menurut dia panen raya akan terjadi Maret hingga Mei 2024 dan membuat harga beras dapat turun secara gradual. Namun begitu momen hari raya puasa dan lebaran di April membuat pasar biasanya memasang harga tinggi.
“Akan tetapi biasanya momentum Ramadhan dan Idul Fitri akan membuat harga bahan pangan pokok akan meningkat,” tukasnya.
Baca juga : Kekeringan, Harga Beras Naik, dan Tanam Singkong
Pihaknya kini pun mengindentifikasi lagi lokasi mana saja di seluruh provinsi yang bisa menanam padi di bulan Februari dan Maret ini.
BAPANAS menyebut pada 2023 ada 33,62 juta ton beras dalam negeri dan beras impor. Jumlah ini untuk memenuhi konsumsi nasional yang mencapai 30,62 juta ton. Sisa beras di 2023 itu pun untuk konsumsi di awal 2024. Sementara kebutuhan konsumsi selama Januari 2024 ini saja mencapai 2,54 juta ton.

Sebagai informasi kenaikan harga beras premium di NTT per 26 Februari ini sudah mencapai Rp 16.790. Berbeda dengan harga dua hari sebelumnya yang mana beras premium yaitu Rp 16.580.
Baca juga : Harga Naik, Bulog NTT Hanya Bisa Serap Beras di Ngada
Kemudian harga beras medium di NTT per 26 Februari mencapai Rp 15.030 dengan disparitas harga 5.10 persen. Tak jauh berbeda dengan dua hari sebelumnya di harga Rp 15.020.
Harga ini jauh dari ketetapan harga eceran tertinggi (HET) untuk NTT yang masuk Zona 2 bersama Sumatera selain Lampung dan Sumsel dan juga Kalimantan.
HET beras di Zona 2 ini seharusnya Rp 11.500/kg untuk beras medium sebesar dan Rp.14.400/kg beras premium. ***




