• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Harga Naik, Bulog NTT Hanya Bisa Serap Beras di Ngada 

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Harga Naik, Bulog NTT Hanya Bisa Serap Beras di Ngada 
0
SHARES
84
VIEWS

Kupang – Harga eceran tertinggi (HET) beras kualitas medium di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) naik menjadi Rp 11.500 dari sebelumnya Rp 9.950.

Sedangkan penyedia beras kualitas medium di seluruh NTT yang bisa diserap oleh Bulog NTT hanyalah di Kabupaten Ngada. Jumlah serapannya pun tergolong kecil. Mei lalu hanya 10 ton.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Manajer Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Kanwil NTT, Faizal Jafar, membenarkan untuk wilayah Pulau Timor tidak ada beras yang bisa diserap Bulog.

Baca juga : Akses dan Geografis NTT Pengaruhi Penyaluran Beras Bantuan Pangan 

Faizal menerangkan penyerapan beras kualitas medium ini berpatokan pada standar harga pembelian pemerintah (HPP) yaitu Rp 9.950.

“Petani maunya harga Rp 10.500, kita standarnya sudah ada Rp 9.950. Bulog, kita, tidak bisa menyerap karena patokannya sudah ada,” tukasnya.

Sebenarnya beras yang dipanen di Rote, Kabupaten Kupang, memang sesuai standar beras medium akan tetapi dijual di atas HPP tersebut.

Baca juga : Sektor Pertanian Bertumbuh, Petani NTT Masih Miskin

Petani menerapkan harga itu pun mengikuti harga pasaran walaupun menurut Faizal dengan harga jual Rp 10 ribu per kilogram pun petani sudah untung.

Sebelumnya Bulog menyerap beras kualitas medium di Kecamatan Lembor, Manggarai Barat. Namun harga jualnya sudah melebihi HPP.

Sedangkan ini hanya Ngada yang harganya masih bisa diambil oleh Bulog. Ada perusahaan yang memiliki lahan luas di wilayah itu dan bekerjasama dengan Bulog.

“Hasil panennya masuk ke kita. Baru Ngada saja. Dulu pernah kita serap di Lembor, Manggarai,” kata dia.

Baca juga : Pabrik Pakan Ternak di NTT Belum Terwujud, Terkendala Produksi TJPS

Para pedagang diimbaunya tidak menjual lebih tinggi lagi setelah HET beras premium ditetapkan menjadi Rp 11.500 pada Maret 2023 lalu ini.

“Harga di pasar sudah mengikuti itu dan tidak boleh lebih tinggi dari itu lagi,” tegas Faizal.

Menurutnya, penyebab kenaikan harga ini karena berkurangnya produksi, berbeda bila kondisi bila sebelumnya terjadi panen raya.

Ia mencontohkan gabah yang dibeli pengusaha dari petani sebesar Rp 6.500 per kilogram bisa dijual nantinya Rp 12 ribu per kilogram beras. Harga gabah Rp 5000 maka bisa Rp 11.500 per kilogram beras. Sedangkan harga gabah Rp 4500 maka harga beras bisa Rp 10 ribu.

Baca juga : Kantor Pos Salurkan Beras dan Asupan Bagi 113 Ribu Anak Stunting di NTT

Sedangkan Bulog mengikuti HPP yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp 5.000 untuk gabah kering panen (GKP) di petani dan Rp5.100 di penggilingan.

HPP untuk gabah kering giling (GKG) yaitu Rp 6.200 di penggilingan dan Rp 6.300 di gudang Perum Bulog.****

Tags: #bulogntt#hargaberasnaik
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati