• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, April 19, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Alasan Melayat, Puskesmas Oebobo Tutup Total

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Salah seorang warga di depan pagar Puskemas Oebobo yang terkunci. (Putra Bali Mula - KatongNTT).
0
SHARES
77
VIEWS

Kupang – Puskemas Oebobo, Kota Kupang, menutup total layanan karena seluruh petugas mengikuti pemakaman salah seorang pegawai di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Pantauan di lapangan, 14 Mei 2024, seluruh pagar puskemas tersebut tertutup rapat. Beberapa motor ada di dalam halaman puskemas namun tak ada aktivitas pelayanan.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Sementara di pagar puskemas ditempelkan pengumuman yang ditandatangani oleh Kepala Puskesmas (Kapus) Oebobo, Maria Kurniawati Mari.

Baca juga : Lagi, Ibu Hamil di Kupang Terjang Sungai Untuk Melahirkan

Pengumuman itu berbunyi layanan Puskemas Oebobo tutup karena adanya upacara pemakaman secara kedinasan. Kapus Oebobo juga mengarahkan masyarakat untuk pergi ke layanan puskemas lainnya.

Pagar Puskemas Oebobo yang terkunci karena pegawai melayat ke TTS. (Putra Bali Mula – KatongNTT).

Berdasarkan informasi di lapangan, sempat dibuka layanan darurat untuk emergency. Namun layanan ini hanya dari pukul 8 sampai 9 pagi saja. Selanjutnya seluruh pegawai berangkat ke TTS dan puskemas ditutup total.

Penutupan layanan pada 14 Mei 2024 ini mendulang keluhan masyarakat. Warga menggerutu di media sosial atau melapor langsung ke Kepala Ombudsman NTT, Darius Beda Daton.

Baca juga : Kemelut Ibu di Solor Bersalin Darurat di Atas Laut

Darius sejak pagi itu sudah menerima laporan dari masyarakat yang kecewa akan hal penutupan layanan puskesmas ini.

“Saya sudah terima WA dari pagi. Ada satu pasien datang dan tau-taunya ditutup. Itu setelah saya cek memang ada salah satu staf aktif yang meninggal sehingga mereka melayat ke Soe untuk ikut pemakaman,” tanggap dia.

Darius tidak membenarkan fasilitas publik ini tutup total untuk alasan demikian. Seharusnya layanan tetap berjalan dan Kapus Oebobo bisa membuat piket atau semacamnya.

Fasilitas kesehatan, tegas Darius, hanya bisa ditutup saat force majeure atau terjadi kondisi luar biasa misalnya bencana alam yang membahayakan petugas maupun pasien.

Baca juga: Bara di RSUD Soe, Kematian Janggal Pasien Hingga Dokter Mogok Kerja 

“Kita memang berempati pada kawan, saudara kita yang meninggal, tapi bisa diatur untuk tidak semua ikut acara kedinasan itu,” ungkap dia.

Pengumuman penutupan Puskesmas Oebobo di tempel di pagar puskemas. (Putra Bali Mula – KatongNTT)

Ia juga tidak setuju dengan pengumuman secara terbuka oleh Kapus Oebobo soal penutupan layanan kesehatan ini.

“Diatur satu atau dua orang bisa tetap beri layanan, tidak ditutup total seperti itu, apalagi ada pengumuman tutup total begitu karena melayat ya saya kira kurang pas,” tandasnya. ***

 

Tags: #PegawaiPuskesmasOebobomelayat#PuskemasOeboboTutup#PuskesmasOebobo
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati