Kupang – Puskemas Oebobo, Kota Kupang, menutup total layanan karena seluruh petugas mengikuti pemakaman salah seorang pegawai di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Pantauan di lapangan, 14 Mei 2024, seluruh pagar puskemas tersebut tertutup rapat. Beberapa motor ada di dalam halaman puskemas namun tak ada aktivitas pelayanan.
Sementara di pagar puskemas ditempelkan pengumuman yang ditandatangani oleh Kepala Puskesmas (Kapus) Oebobo, Maria Kurniawati Mari.
Baca juga : Lagi, Ibu Hamil di Kupang Terjang Sungai Untuk Melahirkan
Pengumuman itu berbunyi layanan Puskemas Oebobo tutup karena adanya upacara pemakaman secara kedinasan. Kapus Oebobo juga mengarahkan masyarakat untuk pergi ke layanan puskemas lainnya.

Berdasarkan informasi di lapangan, sempat dibuka layanan darurat untuk emergency. Namun layanan ini hanya dari pukul 8 sampai 9 pagi saja. Selanjutnya seluruh pegawai berangkat ke TTS dan puskemas ditutup total.
Penutupan layanan pada 14 Mei 2024 ini mendulang keluhan masyarakat. Warga menggerutu di media sosial atau melapor langsung ke Kepala Ombudsman NTT, Darius Beda Daton.
Baca juga : Kemelut Ibu di Solor Bersalin Darurat di Atas Laut
Darius sejak pagi itu sudah menerima laporan dari masyarakat yang kecewa akan hal penutupan layanan puskesmas ini.
“Saya sudah terima WA dari pagi. Ada satu pasien datang dan tau-taunya ditutup. Itu setelah saya cek memang ada salah satu staf aktif yang meninggal sehingga mereka melayat ke Soe untuk ikut pemakaman,” tanggap dia.
Darius tidak membenarkan fasilitas publik ini tutup total untuk alasan demikian. Seharusnya layanan tetap berjalan dan Kapus Oebobo bisa membuat piket atau semacamnya.
Fasilitas kesehatan, tegas Darius, hanya bisa ditutup saat force majeure atau terjadi kondisi luar biasa misalnya bencana alam yang membahayakan petugas maupun pasien.
Baca juga: Bara di RSUD Soe, Kematian Janggal Pasien Hingga Dokter Mogok Kerja
“Kita memang berempati pada kawan, saudara kita yang meninggal, tapi bisa diatur untuk tidak semua ikut acara kedinasan itu,” ungkap dia.

Ia juga tidak setuju dengan pengumuman secara terbuka oleh Kapus Oebobo soal penutupan layanan kesehatan ini.
“Diatur satu atau dua orang bisa tetap beri layanan, tidak ditutup total seperti itu, apalagi ada pengumuman tutup total begitu karena melayat ya saya kira kurang pas,” tandasnya. ***




