• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Agribisnis

Banyak Tengkulak, NTT Butuh Koperasi Rumput Laut

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Agribisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Petani di Kabupaten Kupang sedang memanen rumput laut di Pantai Oesina. (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

Petani sedang memanen rumput laut di Pantai Oesina, Kabupaten Kupang. (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

0
SHARES
82
VIEWS

Kupang – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ingin koperasi produsen rumput laut dibentuk agar mengorganisir para tengkulak.

Menurut Kepala DKP NTT, Sulastri Rasyid, masyarakat sangat bergantung pada tengkulak atau para pengumpul yang berhubungan langsung dengan pembeli.

BacaJuga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

30 Mei 2024

Pengumpul dan petani akan saling untung bila diwadahi dengan bahan usaha resmi agar lebih akuntabel dan transparan pembagiannya nanti.

Baca juga: Harga Rumput Laut Anjlok,  Ada yang Terpaksa Jual ke Luar NTT

Bila koperasi ini diaktifkan maka bisa memenuhi kebutuhan pembudidaya seperti pembinaan, peminjaman dana, atau pengadaan fasilitas yang diperlukan pembudidaya.

“Dengan komitmen semua hasil di wilayah itu misalnya Kabupaten Kupang itu jual khusus ke koperasi ini. Ada timbal balik dan harus ada gudang, timbangan, dan itu semua terhitung jasa,” jawab Sulastri di ruang kerjanya, 21 Mei 2024.

Kepala DKP NTT, Sulastri Rasyid. (Putra Bali Mula – KatongNTT).

Koperasi ini pun wajib bekerja sama dengan pabrik-pabrik di dalam NTT dengan komitmen kontinuitas produksi dan menjaga para pembudidaya ini.

Baca juga: Investor Hong Kong Janji Dirikan Pabrik Rumput Laut di NTT, Jaminkan Rp 14 Miliar

Hal ini patut dilakukan karena dalam perdagangan bebas ini biasanya pengusaha membeli raw material dari tengkulak atau pengumpul di NTT. Komoditas ini lalu ke luar dari NTT menjadi produk dari wilayah lain.

“Bila pabrik ini jalan kan mereka kirimnya semi refined dan produknya atas nama Kupang punya misalnya, tetapi kalau kirim dalam bentuk raw material kan nanti dicampur dengan daerah lain. Itu sama saja punya kita yang kualitas bagus jadi penyeimbang dari produk luar punya nanti. Itu namanya bukan dari NTT,” jelasnya.

Baca juga : Ganti Rugi Pencemaran Laut Timor, Rp 2 Triliun untuk Nelayan dan Petani Rumput Laut

Ia sebelumnya ingin masyarakat tak sekedar menjadi pembudidaya (Zona 1) tetapi masuk ke Zona 2 atau pihak yang memfasilitasi semua pembudidaya untuk memasarkan rumput laut.

“Salah satu cara ini adalah bagaimana para pengumpul atau tengkulak ini supaya mereka membuat suatu wadah seperti koperasi, atau masyarakat sendiri buat ya dari mereka untuk mereka,” tukasnya.

Sistem ini dinilainya bisa menguntungkan NTT yang memiliki potensi rumput laut seperti di Kabupaten Kupang, Rote, Sabu, Lembata, Alor, sedangkan kabupaten lain juga punya potensi. ***

Tags: #Dinaskelautandanperikananprovinsintt#DKPNTT#KoperasiProdusen#koperasirumputlaut#rumputlaut#Tengkulak
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

by Tim Redaksi
30 Mei 2024
0

Ekspor rumput laut NTT ini memang minim sejak ekspor perdana pada 2019 lalu sebesar 25 ton Alkali Treated Cottonii (ATC)...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati