• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, April 29, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Opini

Tentang Paus Fransiskus (7)

Oleh: Tonnio Irnawan, Pembaca Buku Sejarah

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tentang Paus Fransiskus (7)

Paus Fransiskus berdoa saat misa di Basilikla Santo Petrus di Vatican 29 0ktober 2023. (National Chatolic Reporter)

0
SHARES
83
VIEWS

Pengantar: Pemimpin umat Katolik sedunia (Holy See), Paus Fransiskus akan berkunjung ke Indonesia pada tangga 3-6 September 2024. Ini merupakan kunjungan kenegaraan Paus Fransiskus yang pertama ke Indonesia.  Dalam kunjungan Paus Fransiskus ke kawasan Asia Pasifik, Indonesia menjadi negara pertama dikunjungi untuk kemudian Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.

Paus yang dikenal dekat dengan orang-orang yang disingkirkan atau tidak dianggap keberadaannya akan mengadakan sejumlah pertemuan kenegaraan dan memimpin misa dengan ribuan umat Katolik di Jakarta. Menurut data Kementerian Agama, jumlah umat Katolik hingga akhir 2022 sebanyak 8,5 juta
jiwa atau sekitar 3,06 persen dari total populasi warga Indonesia yakni 277,75 juta jiwa. 

BacaJuga

Konsep Komunio Leonardo Boff dan Relevansinya bagi Komunitas Religius

13 April 2026
Ilustrasi Perdagangan Orang (Jalastoria)

Paradoks Kemiskinan di NTT

8 April 2026

Ketika dipilih sebagai pemimpin umat Katolik sejagat dan penerus Santo Petrus pada 2013, Paus Fransiskus berusia 76 tahun lebih 9 bulan. Sedangkan yang digantikannya yaitu Paus Benediktus XVI berusia 77 tahun 10 bulan ketika memulai pelayanan dan penggembalaannya sebagai Paus. Yang digantikan dan yang menggantikan sudah sama-sama berusia lanjut hanya selisih kurang lebih setahun.

Baca juga: Tentang Paus Fransiskus (6)

Memang pada umumnya usia seorang uskup ketika dilantik paus menjadi kardinal, tidak muda lagi. Contohnya Uskup Jorge Mario Bergoglio dilantik sebagai kardinal pada usia 65 tahun. Uskup Karl Ratzinger yang kemudian menjadi Paus Benediktus XVI dilantik sebagai kardinal pada usia 50 tahun, relatif muda. Sedangkan Uskup Suharyo dilantik sebagai kardinal pada usia 69 tahun.

Kardinal asal Indonesia sebelumnya yakni Julius Rijadi Darmaatmadja,SJ dilantik pada 26 November 1994 saat berusia 60 tahun. Jika Julius Kardinal Darmaatmadja menghadiri konklaf pada 2013, usianya 79 tahun. Seandainya Julius terpilih maka usia paus baru adalah 79 tahun. Tapi karena alasan kesehatan, Julius tidak menghadiri konklaf. Namun pada Konklaf 2005, Julius Kardinal Darmaatmadja hadir sebagai kardinal yang punya hak suara karena usianya saat itu belum 80 tahun.

Baca juga: Tentang Paus Fransiskus (5)

Menurut data Catholic Hierarchy per 26 November 2014 yang ada dalam buku “Kardinal Julius Darmaatmadja,SJ Terlahir untuk Mengabdi” (Obor, 2015) saat itu Gereja Katolik mempunyai 5.307 uskup. Dari jumlah itu 209 di antaranya adalah kardinal terdiri dari 113 kardinal elektoral dan 96 kardinal nonelektoral.

Kardinal elektoral yaitu kardinal yang belum mencapai usia 80 tahun dan karenanya punya hak suara dalam konklaf.

Dalam buku tersebut (hal 342), menurut Julius Kardinal Darmaatmadja, Kardinal Bergoglio sudah tampil pada Konklaf 2005. Namanya juga sudah disebut-sebut cukup santer. Ia ambil bagian dalam Konklaf 2005 sebagai panitia pemilihan yang turut menghitung suara para kardinal saat pemilihan berlangsung.

Baca juga: Tentang Paus Fransiskus (4)

Pada konklaf berikutnya giliran namanya yang dihitung. Dialah yang terpilih dari antara kardinal. Mengenai hal ini Julius Kardinal Darmaatmadja dalam buku itu menyebutkan, dialah saat ini yang dipandang oleh para kardinal sebagai yang paling pantas mengenakan kasut sang nelayan.

Kasut yang pernah dipakai sang nelayan agung, kini mengantar pergi Paus Fransiskus ke mana – mana dalam perjalanan apostolik. (Bersambung)

Tags: #JuliusRijadiDarmaatmadja#KarlRatzinger#PausFransiskus#VaticanPausBenediktus XVISJ
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Konsep Komunio Leonardo Boff dan Relevansinya bagi Komunitas Religius

by Gerardus Taena
13 April 2026
0

Konsep komunio merupakan salah satu pilar teologis yang mendasar dalam diskursus kekristenan, terutama dalam konteks Gereja dan kehidupan religius. Dalam...

Ilustrasi Perdagangan Orang (Jalastoria)

Paradoks Kemiskinan di NTT

by Frumentiana Leto
8 April 2026
0

Pernahkah kita membayangkan seorang bapak yang berangkat sebelum fajar menyingsing, mendayung perahu ke tengah laut, dan pulang siang hari dengan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati