• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Kolaborasi Media dan Literasi

Pemimpin Redaksi Floresa.co Ditangkap Polisi Saat Meliput Aksi Tolak Proyek Geothermal Poco Leok

KatongNTT by KatongNTT
2 tahun ago
in Media dan Literasi
Reading Time: 2 mins read
A A
0
IlustrasiStop Kekerasan Terhadap Wartawan (LBH Pers)

IlustrasiStop Kekerasan Terhadap Wartawan (LBH Pers)

0
SHARES
112
VIEWS

Poco Leok – Pemimpin Redaksi Floresa.co, media independen yang berbasis di Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur, ditangkap polisi saat meliput aksi penolakan proyek panas bumi atau geothermal di Poco Leok, Kabupaten Manggarai.

Herry Kabut ditangkap saat ia sedang merekam aksi warga yang menolak pemasangan pilar di lokasi proyek oleh petugas PLN yang dikawal aparat gabungan polisi, TNI, dan Polisi Pamong Praja pada Rabu, 2 Oktober 2024.

BacaJuga

Logo Women News Network

Sembilan Media Perempuan Bangun Jaringan Women News Network

2 Mei 2025
Tempo kembali diteror dengan bungkusan berisi enam bangkai tikus dengan kepala terpisah dari badan. (Tangkapan layar TV Tempo)

Rentetan Teror ke Tempo, Akun Whatsapp Ibunya Cica Diretas

3 April 2025

Baca juga: Ibu-Ibu Poco Leok Tolak Proyek Geotermal: Kami Berjuang Sampai Tuntas

Dalam keterangan yang diterima KatongNTT, pihak Floresa.co menyatakan, Herry ke Poco Leok pada 2 Oktober untuk “meliput aksi protes warga yang sejak kemarin berhadap-hadapan dengan pemerintah dan PT PLN menentang upaya pematokan lahan proyek geothermal.” Upaya pematokan itu dikawal aparat gabungan polisi, TNI dan Satpol PP.

Seorang warga berkata bahwa saat tiba di lokasi, Herry tiba-tiba ditarik oleh polisi.

“Ia dipukul saat dibawa paksa ke dalam mobil,” kata warga itu seperti dikutip dari keterangan Floresa.co.

Sumber itu berkata, sejumlah warga berusaha mengambil video dan foto saat penangkapan terjadi, “namun dihalau aparat.”

Baca juga: Perempuan NTT Dalam Bayang-bayang Bencana Ekologis

Hingga pukul 15.00 Wita, tim Floresa belum bisa berkomunikasi dengan Herry.

Kapolres Manggarai, AKBP Edwin Saleh mengatakan ia belum menerima laporan terkait penangkapan jurnalis Floresa.co tersebut.

“Saya belum terima laporan dari lapangan,” katanya saat dikonfirmasi KatongNTT pada Rabu sore.

Redaktur Floresa.co mengatakan bahwa Herry bersama beberapa warga yang juga ditangkap saat aksi tersebut  dan mereka dibebaskan sekitar pukul 18.00 Wita.

“(Herry) masih di Poco Leok. Menurut warga, dia (Herry) yang terakhir diturunkan dari mobil polisi,” katanya. “Kami masih cari konfirmasi.”

Ibu-ibu di wilayah Poco Leok sedang menunggu kedatangan petugas yang hendak mengukur lahan untuk pelebaran jalan ke lokasi proyek geothermal. [Foto: Rosis Adir]
Proyek geothermal Poco Leok merupakan perluasan dari PLTP Ulumbu yang sudah beroperasi sejak 2012. PLTP Ulumbu berjarak sekitar tiga kilometer arah barat daya Poco Leok.

Baca juga: Kolaborasi Pemerintah – UNDP – KOICA Bangun PLTS di 22 Desa Terpencil

Wilayah Poco Leok mencakup tiga desa yakni Desa Lungar, Mocok dan Golo Muntas. Wilayah dengan topografi bebukitan dan dikelilingi pegunungan ini, ditetapkan sebagai lokasi pembangunan proyek geothermal melalui Surat Keputusan Bupati Manggarai Nomor HK/417/2022.

Proyek panas bumi di Poco Leok dikerjakan oleh PT PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara dan dibiayai oleh Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) atau bank pembangunan Jerman dengan total dana 150 EUR. Proyek ini ditargetkan menghasilkan energi listrik 2×20 MW.

Warga Poco Leok, yang mencakup 14 kampung adat di Kecamatan Satar Mese itu, terus menentang proyek ini.

Selama ini, Floresa.co telah secara aktif melapor perkembangan upaya meloloskan proyek tersebut oleh pemerintah di tengah menguatnya suara penolakan warga. [*]

Tags: #Floresaco#Kekerasanterhadapjurnalis#KemerdekaanPers#LabuanBajo#Pocoleok
KatongNTT

KatongNTT

Baca Juga

Logo Women News Network

Sembilan Media Perempuan Bangun Jaringan Women News Network

by Rita Hasugian
2 Mei 2025
0

Kupang - KatongNTT bersama delapan media yang didirikan atau dipimpin perempuan membangun jaringan media Women News Network (WNN). Didukung oleh...

Tempo kembali diteror dengan bungkusan berisi enam bangkai tikus dengan kepala terpisah dari badan. (Tangkapan layar TV Tempo)

Rentetan Teror ke Tempo, Akun Whatsapp Ibunya Cica Diretas

by Tim Redaksi
3 April 2025
0

Kupang – Koordinator Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Erick Tanjung menjelaskan, pelaku rentetan teror kepada Tempo dan jurnalisnya, Francisca Christy Rosana...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati