• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Kolaborasi Media dan Literasi

Sembilan Media Perempuan Bangun Jaringan Women News Network

Sembilan media perempuan ini terbentang dari Aceh sampai Nusa Tenggara Timur yakni, Bincangperempuan.com (Bengkulu), Dewiku.com (Jakarta), DigitalmamaID (Jawa Barat), Femini.ID (Aceh), KatongNTT.com (NTT), Kutub.co (Jawa Barat), Magdalene.co (Jakarta), Simburcahaya.com (Sumatera Selatan), dan Tentangpuan.com (Sulawesi Utara).

Rita Hasugian by Rita Hasugian
1 tahun ago
in Media dan Literasi
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Logo Women News Network

Logo Women News Network

0
SHARES
147
VIEWS

Kupang – KatongNTT bersama delapan media yang didirikan atau dipimpin perempuan membangun jaringan media Women News Network (WNN). Didukung oleh International Media Support (IMS), aliansi ini ditujukan untuk mendorong kesetaraan gender di ekosistem media Indonesia.

Sembilan media perempuan ini terbentang dari Aceh sampai Nusa Tenggara Timur yakni Bincangperempuan.com (Bengkulu), Dewiku.com (Jakarta), DigitalmamaID (Jawa Barat), Femini.ID (Aceh), KatongNTT.com (NTT), Kutub.co (Jawa Barat), Magdalene.co (Jakarta), Simburcahaya.com (Sumatera Selatan), dan Tentangpuan.com (Sulawesi Utara).

BacaJuga

Tempo kembali diteror dengan bungkusan berisi enam bangkai tikus dengan kepala terpisah dari badan. (Tangkapan layar TV Tempo)

Rentetan Teror ke Tempo, Akun Whatsapp Ibunya Cica Diretas

3 April 2025
Teror, Tempo terima paket berisi kepala babi tanpa telinga pada 20 Maret 2025. (Dok.Tempo)

Teror, Tempo Terima Paket Berisi Kepala Babi

23 Maret 2025

Baca juga: Saatnya Media Perempuan Berkolaborasi Menjawab Tantangan dan Hambatan

Selain didirikan guna mendorong kesetaraan gender, WNN juga mendukung keberlanjutan organisasi media yang dipimpin dan berfokus pada perempuan. Sebelumnya, ditemukan sejumlah hambatan yang dialami media-media tersebut. Bincang Perempuan misalnya, harus dihadapkan pada pendanaan yang terbatas dan bias sistemik.

“Media gender-sensitif, apalagi berlokasi di luar Jawa, dalam hal ini Bengkulu, kota kecil yang jarang sekali dilirik, menghadapi tantangan seperti bias sistemik, keterbatasan pendanaan, dan disinformasi yang memperkuat stigma,” ujar Pemimpin Redaksi Bincang Perempuan, Betty Herlina.

Baca juga: Konde.co Luncurkan Buku Pemetaan Kondisi Media Perempuan

 

Sembilan media perempuan yang membangun jaringan Women News Network .
Sembilan media perempuan yang membangun jaringan Women News Network .

Hal serupa juga terjadi pada Simbur Cahaya. Sejauh ini, membangun tim dan jaringan jadi persoalan besar dalam melanjutkan kerja-kerja jurnalistik di media ini.

“Selama ini menurut saya tantangan terbesarnya adalah membangun tim dan jaringan. Hingga kini saya masih mengoptimalkan diri sendiri untuk menjalankan kerja-kerja di media simburcahaya.com,” tutur Nila Ertina, Pemimpin Redaksi Simbur Cahaya.

Untuk itu, keberadaan WNN diharapkan dapat membuka peluang untuk mempertahankan keberlanjutan media perempuan. Dengan begitu, media-media ini bisa terus memperkuat narasi yang berperspektif gender.

Baca juga: Berita Femisida di Media Minim Perspektif Korban

Pemimpin Redaksi Kutub.co, Siti Latifah berharap WNN bisa mendorong perubahan baik di kemudian hari. “Saya percaya ketika berjalan bersama, kita bisa memperluas dampak dalam dunia media yang masih sangat maskulin. Saya juga berharap WNN bisa menjadi ruang aman dan kolaboratif untuk mendorong perubahan nyata, baik dalam narasi media maupun dalam struktur industrinya.”

Tidak hanya itu, lahirnya jejaring media perempuan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan solidaritas untuk saling mendukung di tengah ekosistem media yang maskulin, seperti yang diutarakan oleh DigitalmamaID.

“Kami berharap jejaring ini bisa menjadi teman dalam perjalanan dalam membangun media perempuan yang sehat dan indepen. Menjadi support system yang saling menguatkan,” ucap Catur Ratna, Pemimpin Redaksi DigitalmamaID.

Senada, KatongNTT.com menuturkan, “WNN diharapkan terus memperkuat jurnalisme yang berpihak pada kesetaraan gender dan memberikan platform bagi suara perempuan yang kurang terwakili.”

Sebagai inisiator, Magdalene sendiri berharap jaringan media ini dapat meningkatkan kekuatan negosiasi masing-masing media yang tergabung.

“Dengan berjejaring kita bisa meningkatkan daya tawar kita sebagai media independen dan bisa membangun kolaborasi untuk keberlangsungan,” pungkas Devi Asmarani, Pemimpin Redaksi Magdalene. [*]

 

Tags: #katongntt#kesetaraangender#Mediaperempuan#Modelbisnismedia#Patriarki#Womennewsnetwork
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Tempo kembali diteror dengan bungkusan berisi enam bangkai tikus dengan kepala terpisah dari badan. (Tangkapan layar TV Tempo)

Rentetan Teror ke Tempo, Akun Whatsapp Ibunya Cica Diretas

by Tim Redaksi
3 April 2025
0

Kupang – Koordinator Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Erick Tanjung menjelaskan, pelaku rentetan teror kepada Tempo dan jurnalisnya, Francisca Christy Rosana...

Teror, Tempo terima paket berisi kepala babi tanpa telinga pada 20 Maret 2025. (Dok.Tempo)

Teror, Tempo Terima Paket Berisi Kepala Babi

by Tim Redaksi
23 Maret 2025
0

Kupang- Kantor media berita Tempo kembali menerima teror. Kali ini teror berupa paket berisikan kepala babi tanpa telinga. Paket tanpa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati