• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Opini

Divinia Uran, Pebisnis Bunga Buket yang Inspiratif untuk Perempuan NTT

Oleh: Asti Emilia, Mahasiswa Prodi Hukum Universitas Muhammadiyah Kupang

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Divinia Uran, Pebisnis Bunga Buket yang Inspiratif untuk Perempuan NTT

Divinia Uran atau disapa Divi, pembuat buket bunga di Kota Kupang. (Asti Emilia)

0
SHARES
420
VIEWS

Di tengah hiruk pikuk aktivitas masyarakat di Kota Kupang, muncul UMKM buket bunga buatan tangan trampil seorang mahasiswa. Divinia Uran atau disapa Divi merupakan sosok inspiratif di balik mekarnya usaha buket bunga di Kota Kupang.  Perempuan muda yang penuh dengan semangat dan kreativitas ini  merupakan bukti nyata bahwa hobi dan bakat bisa menjadi modal utama dalam membangun bisnis.

Divi merupakan alumni Universitas Katolik Widya Mandira Kupang yang ceria dan ramah. Ia memiliki segudang pengalaman, mulai dari mengikuti program pertukaran mahasiswa hingga aktif dalam berbagai organisasi di dalam dan luar kampus.  Divi ternyata  memiliki bakat dalam bermain musik, melukis, dan mengekspresikan kreativitasnya dalam berbagai bentuk seni.

BacaJuga

Konsep Komunio Leonardo Boff dan Relevansinya bagi Komunitas Religius

13 April 2026
Ilustrasi Perdagangan Orang (Jalastoria)

Paradoks Kemiskinan di NTT

8 April 2026

Baca juga: Perempuan NTT dalam Lingkaran Kemiskinan Panjang dan Tradisi yang Membebani

Divi kemudian mencoba berbisnis  buket bunga pada September 2023. Dia bukan ingin mengejar keuntungan semata,  tetapi tertarik pada seni merangkai bunga.  Awalnya,  ia hanya ingin mengisi waktu luang dengan kegiatan yang menyenangkan.  Namun,  seiring berjalannya waktu,  Divi menemukan kepuasan dan kenyamanan dalam merangkai bunga.  Ia juga terinspirasi oleh sebuah pesan yang ia temukan saat mengikuti program pertukaran mahasiswa, yaitu “seni bisa menghasilkan uang”.

Motivasi lainnya adalah potensi pasar buket bunga yang masih luas.  Divi melihat peluang untuk menawarkan produk berkualitas dan desain unik, terutama dalam memenuhi permintaan buket yang lebih personal dan tematik.  Ia juga mengamati tren penggunaan buket bunga dalam berbagai acara, mulai dari formal hingga momen kecil dalam hidup.

Perjalanan Divi dalam membangun bisnis buket bunga tidak selalu mulus.  Ia menghadapi berbagai tantangan,  seperti persaingan pasar yang ketat dan manajemen waktu dan energi.  Untuk mengatasi persaingan,  Divi fokus pada penawaran yang lebih personal,  seperti buket dengan desain unik dan tematik,  serta memberikan layanan khusus seperti personalisasi buket dengan pesan atau elemen tambahan.

Baca juga: Efek Patriarki, PMI NTT Paling Banyak Perempuan

Dia juga membangun hubungan baik dengan pelanggan dengan  membuat setiap pelanggan merasa istimewa.

Divi memanfaatkan digital marketing untuk menjangkau pelanggan lebih luas,  dengan konten menarik seperti tutorial pembuatan buket atau cerita di balik desain tertentu.

Bisnis buket bunga Divinia Uran (Asti Emilia)

Tantangan lain yang dihadapi Divi adalah manajemen waktu dan energi.  Sebagai seorang mahasiswa semester akhir,  dia harus membagi waktu antara menyelesaikan tugas akhir perkuliahan dan  menjalankan bisnisnya.  Untuk mengatasi hal ini,  Divi membagi waktu dengan baik.  Dia tetap fokus pada penyelesaian tugas akhir perkuliahan,  namun juga menyempatkan waktu untuk membuat beberapa buket yang selalu tersedia dengan harga murah.

Keunikan buket bunga buatan Divi terletak pada sentuhan personal dan makna yang tertanam di dalamnya. Divi seringkali memasukkan pesan khusus dalam setiap buket, seperti ucapan selamat ulang tahun, ucapan terima kasih, atau ungkapan cinta.  Hal ini membuat buket bunga mereka menjadi hadiah yang lebih bermakna dan istimewa.

Baca juga: Pacar Terbanyak Melakukan Kekerasan Terhadap Perempuan di NTT

Selain itu,  Divi juga  berani bereksperimen dengan berbagai macam bahan dan desain.  Divi menggunakan bunga-bunga lokal yang mudah didapat,  menambahkan aksesoris unik seperti pita,  boneka kecil,  atau kartu ucapan,  sehingga  menciptakan  buket  bunga  yang  berbeda  dan  menarik.

Buket bunga hasil karya Divi dijual dengan harga terjangkau, tergantung pada kualitas dan kerumitan desainnya. Divi juga  memanfaatkan  media  sosial  dan  platform  online  untuk  memperkenalkan  produknya  kepada  pasar  yang  lebih  luas.  Ia  berani  berinovasi  dengan  menawarkan  berbagai  jenis  buket  bunga,  mulai  dari  buket  bunga  klasik  hingga  buket  bunga  modern  yang  sesuai  dengan  tren  saat  ini.

Divi menjadi representasi tentang perempuan yang memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Mereka bukan hanya berperan sebagai penggerak rumah tangga, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang berpengaruh dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Kisah Divi dan para perempuan pelaku UMKM di Kota Kupang menjadi inspirasi bagi perempuan di daerah lain untuk berani bermimpi dan berjuang mewujudkan mimpi tersebut. Dengan semangat juang yang tinggi dan dukungan yang komprehensif, perempuan Indonesia mampu menjadi pelaku usaha untuk turut meningkatkan perekonomian bangsa. [*]

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Konsep Komunio Leonardo Boff dan Relevansinya bagi Komunitas Religius

by Gerardus Taena
13 April 2026
0

Konsep komunio merupakan salah satu pilar teologis yang mendasar dalam diskursus kekristenan, terutama dalam konteks Gereja dan kehidupan religius. Dalam...

Ilustrasi Perdagangan Orang (Jalastoria)

Paradoks Kemiskinan di NTT

by Frumentiana Leto
8 April 2026
0

Pernahkah kita membayangkan seorang bapak yang berangkat sebelum fajar menyingsing, mendayung perahu ke tengah laut, dan pulang siang hari dengan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati