• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Kolaborasi Dekranasda Provinsi NTT

Dortia Mbura Di Usia Senja Kelola UMKM Setia Kawan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Dekranasda Provinsi NTT
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Dortia Mbura, Pelaku UMKM Setia Kawan di Kota Kupang

Dortia Mbura, Pelaku UMKM Setia Kawan di Kota Kupang

0
SHARES
104
VIEWS

Kupang – Dortia Sonja Mbura, perempuan berusia 64 tahun yang masih memproduksi tujuh produk dari UMKMnya ‘Setia Kawan’.Di antaranya Abon ikan tuna, keripik pisang, keciput rumput laut, manisan, dendeng ikan, sambal lu’at, dan kue Bagea.

Ketika ditinggal suaminya pada 2001 lalu, Dortia masih punya tanggung jawab untuk membiayai tiga dari lima anaknya yang masih bersekolah.

BacaJuga

Produk 'Dosa', yang adalah cuka tradisional dari Rote, NTT (Ruth-KatongNTT)

Mengenal ‘Dosa’, Cuka Tradisional dari Rote, NTT

27 Mei 2023
Proses produksi garam di CV. Raja Baru milik Ferdinand Latuharu (Dok. CV. Raja Baru)

Pabrik Garam Ferdinand Latuheru Kesulitan Bahan Baku

21 Mei 2023

Uang pensiunan jandanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Sehingga ia harus berusaha mencari uang. Dengan modal awal Rp25 ribu di 2001, ia mulai dengan membuat abon ikan.

“Saya dari rumah ke rumah, saya tawarkan hasil-hasil pembuatan kue, abon, ke saudara-saudara,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Pasir Panjang, Kupang, NTT.

Baca Juga: Gokma Tampubolon Kembangkan Bisnis Madu “Big Bolon” dari Hutan Timor

Hingga pada 2011, ia membentuk UMKM Setia Kawan.

“Saya bikin (UMKM) awalnya karena saya dari jaringan perempuan. Terus kami bentuk kelompok di Kelurahan Pasir Panjang ini. Makanya karena kelompok, kita namakan setia kawan,” jelas perempuan asal Rote itu.

Awalnya dalam bentuk kelompok, namun setelah berjalannya waktu, beberapa anggotanya sudah tua, dan masing-masing mulai membuka usaha sendiri. Kini tersisa dirinya.

Dortia mengisahkan, dalam perjalanan usahanya ini tak selalu beruntung. Ditipu temannya sendiri, tak ada orderan semasa pandemi beberapa waktu lalu, sempat ia rasakan.

Walau demikian, ia tetap melanjutkan usahanya. Produk olahannya yang tanpa bahan pengawet dengan cita rasa yang tinggi, masih diminati banyak orang apalagi saat memasuki hari raya.

Selain itu, abon ikannya yang tahan lama dan benar-benar kering, membuatnya mendapat kepercayaan dari Dekranasda NTT untuk memproduksi abon dalam jumlah banyak.

Untuk selanjutnya didistribusikan ke desa-desa di NTT sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam upaya mencegah kekerdilan atau stunting.

Produk Abon Ikan dari Dortia yang didistribusikan ke Desa-desa di NTT sebagai PMT dalam mencegah stunting (KatongNTT)

Produk-produknya bisa ditemui di Gerai Dekranasda NTT atau menghubunginya langsung di nomor yang tertera pada kemasan. Dari hasil penjualnnya ini, ia bisa meraup keuntungan hingga tiga juta rupiah perbulan.

Meskipun sudah menua, perempuan yang kini memiliki lima cucu itu menyebut, masih semangat dan akan terus semangat bekerja sebagai respon akan berkat yang diberi Tuhan padanya.

“Saya bersyukur karena Tuhan masih kasih saya kaki yang baik, tangan, mata, dan otak yang baik, supaya saya bisa kerja, tidak menyusahkan siapa-siapa,” katanya.

Baca Juga: Bisnis Camilan NTT Mama Ana Melejit Setelah “Ganti Baju”

Ia menyebut, walau lima anaknya sudah mampu menghasilkan uang sendiri, ia tak terbiasa untuk meminta kepada mereka.

“Kan sudah dibilang di Alkitab, keringat keluar dulu, baru bisa dapat makan. Betul, saya punya anak lima dan mereka sudah berhasil semua. Tapi saya malu untuk menadah tangan ke anak-anak,” ucapnya.

Pada masa pandemi lalu, ia sempat dirawat di RS karena jantungnya yang melemah. Penyakitnya ini berpengaruhi ke anggota tubuh lainnya.

Ia kerap disuruh berhenti bekerja oleh anak-anaknya. Namun, ia tidak mau berhenti mempekerjakan otaknya, agar tidak pikun.

Yang ia lakukan adalah mempekerjakan tetangganya jika mendapat orderan yang banyak.

Ia pun beberapa kali masih menjadi pembicara dan mentor di beberapa pelatihan UMKM di Kupang.

Baginya, selagi masih bisa bekerja, ia akan terus bekerja dan menjadi berkat bagi orang lain. *****

 

Silakan hubungi nomor +6285253765003 jika berminat untuk membeli produk UMKM ini. Ayo kita dukung kemajuan UMKM NTT!

Tags: #DekranasdaNTT#NTT#UMKM #UMKMNTT #AbonIkanTuna #Abon #Kupang #KeciputRumputLaut
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk 'Dosa', yang adalah cuka tradisional dari Rote, NTT (Ruth-KatongNTT)

Mengenal ‘Dosa’, Cuka Tradisional dari Rote, NTT

by Tim Redaksi
27 Mei 2023
0

Produknya ia beri nama Dosa, yang berasal dari bahasa Rote, yang artinya Cuka. “Tujuannya hanya untuk memperkenalkan saja kalau kami...

Proses produksi garam di CV. Raja Baru milik Ferdinand Latuharu (Dok. CV. Raja Baru)

Pabrik Garam Ferdinand Latuheru Kesulitan Bahan Baku

by Tim Redaksi
21 Mei 2023
0

“Sebelumnya itu bahan baku dari tahun lalu bisa bertahan sampai sekarang,” ujar laki-laki yang pernah mengikuti pendidikan di PT. Garam...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati