• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Agribisnis

BKP Kupang Musnahkan 500 Kg Daging Babi Hutan Asal Provinsi Zona Merah PMK

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Agribisnis
Reading Time: 1 min read
A A
0
Petugas mengambil daging babi hutan untuk dibakar di dalam insinerator BKP Kupang. (Dok. BKP Kelas I Kupang)

Petugas mengambil daging babi hutan untuk dibakar di dalam insinerator BKP Kupang. (Dok. BKP Kelas I Kupang)

0
SHARES
47
VIEWS

Kupang – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Kupang memusnahkan 500 kilogram daging babi hutan yang dibawa dari Sulawesi Tenggara (Sultra). Provinsi ini merupakan daerah zona merah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Sebanyak 500 kilogram babi ini tiba di Kupang dalam 12 coolbox yang dibawa dengan Kapal Sirimau. Daging ini kemudian disita di Pelabuhan Tenau kupang, Senin 30 Januari 2023, oleh BKP Kupang.

BacaJuga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

30 Mei 2024

Dalam keterangan yang diterima Kamis 2 Februari 2023, pemusnahan ini dilakukan karena NTT adalah daerah bebas PMK senior. Sehingga harus menjaga zona hijau tersebut dari daging, produk atau ternak dari luar.

Baca juga: Cegah PMK, Gubernur NTT Larang Masuk Hewan Ternak dan Produk Turunannya

Pengawasan juga dilakukan BKP Kupang bersama PELNI, KSOP, KP3 laut dan TNI Angkatan Laut agar mengantisipasi kiriman yang datang dari zona merah PMK.

Awalnya, pemilik 500 kilogram daging babi hutan tersebut sudah diingatkan untuk tidak menurunkan bawaannya itu dan diminta untuk membawa kembali ke daerah asalnya. Namun pemilik tidak mengindahkannya sehingga ditindak oleh petugas.

“Kita perlu mempertahankan terus dan menjaga agar media pembawa yang merupakan faktor dari PMK dan ASF ini bisa diawasi dan kendalikan. Dan perlu dipertahanan zona hijau ini,” kata Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan Junaidi.

Baca juga: Australia Siap Bantu Indonesia Cegah Penyebaran PMK

Proses pemusnahan menggunakan insinerator di BKP Kupang yang dipimpin Junaidi dan Kepala BKP Kupang, Yulius Umbu Hungar.

Yulius menjelaskan pihaknya akan melakukan pemusnahan lagi terhadap 800 kilogram berbagai jenis bahan makanan asal Brasil yang disita di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain.

“Kita harus terus mempertahankan status hijau PMK,” tegasnya. (Putra Bali Mula)

Tags: #BalaiKarantinaPertanianKupang#dagingbabihutan#PelabuhanTenau#PMK#SulawesiTenggara#ZonaMerahPMK
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

by Tim Redaksi
30 Mei 2024
0

Ekspor rumput laut NTT ini memang minim sejak ekspor perdana pada 2019 lalu sebesar 25 ton Alkali Treated Cottonii (ATC)...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati