• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, April 28, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Warga Timor Leste Terbanyak Kena Deportasi, Didominasi Mahasiswa

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Satu warga Timor Leste (kemeja biru) dideportasi pada Maret 2022 , (Dok,Kantor Imigrasi Kupang)

Satu warga Timor Leste (kemeja biru) dideportasi pada Maret 2022 , (Dok,Kantor Imigrasi Kupang)

0
SHARES
54
VIEWS

Kupang – Warga Timor Leste paling banyak dideportasi sepanjang tahun 2022 karena overstay atau melebihi izin tinggal di Indonesia khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Kupang Darwanto menyampaikan sepanjang 2022 ini terdapat 11 orang yang dideportasi yang didominasi warga Timor Leste.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Darwanto yang ditemui di Kantor Perwakilan Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT, Rabu 1 Februari 2023, menyampaikan data tersebut.

“Ini dari awal tahun lalu. Paling banyak dari Timor Leste karena overstay. Didominasi juga mereka yang mahasiswa ya,” kata dia.

Baca juga: Gubernur NTT dan Presiden Timor Leste Bahas Zona Free Trade di Perbatasan

Overstay sendiri menurut kamus hukum berarti tinggal di negara asing melebihi waktu yang tertulis dalam visa sehingga dapat berakibat pada pendeportasian atau pengusiran.

Ia menyebut pendeportasian sesuai dengan bukti yang mendukung para imigran tersebut menjadi pelanggar hukum keimigrasian.

Untuk Januari 2023 terdapat  hanya seorang warga negara asing asal Timor Leste yang telah dideportasi kembali ke negara asalnya.

Dalam waktu dekat pihaknya juga akan mendeportasi 6 WNA asal India yang mencoba menyeberang ke Australia via Rote Ndao. Mereka menghindari Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).

Baca juga: Pelabuhan Teluk Tibar Dongkrak Perekonomian Timor Leste, Inspirasi untuk NTT

“Mereka memakai perahu nelayan tanpa melalui pemeriksaan dan sampai di perairan internasional Australia pun mereka ditahan dan dikembalikan ke Indonesia,” sebutnya.

Kantor Imigrasi Kupang juga telah memeriksa 6 WNA asal India ini di Kota Kupang dan rencana pendeportasian dilangsungkan Februari ini. Keenamnya memang memiliki pasport dan visa yang masih aktif.

“Kita akan deportasi mereka tapi belum jelas kapan. Dalam bulan ini,” sebutnya.

WNA yang melakukan pelanggaran keimigrasian akan diproses selama tidak lebih dari 30 hari oleh pihak Kantor Imigrasi Kupang. Bila lebih dari waktu tersebut, maka proses pendeportasian akan menjadi kewenangan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang.

Mnegenai pendeportasian yang dilakukan oleh Rudenim Kupang pada 2022,  tercatat sebanyak 6 orang WNA. (Putra Bali Mula)

Tags: #Australia#deportasi#KantorImigrasiKupang#RudenimKupang#WargaIndia#WargaTimorLeste
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati