Pelabuhan Teluk Tibar Dongkrak Perekonomian Timor Leste, Inspirasi untuk NTT

Pelabuhan Teluk Tibar merupakan proyek infrastruktur Timor Leste yang pertama kali didanai atas kemitraan swasta – publik senilai US$64,7 juta.

Pelabuhan Teluk Tibar Timor Leste

Pelabuhan Teluk Tibar Timor Leste

Kupang -Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta meresmikan Pelabuhan Teluk Tibar pada 30 November 2022. Pelabuhan laut dalam ini menjadi kado berarti bagi warga Timor Leste yang merayakan hari kemerdekaannya pada 28 November 2022.

Untuk pertama kalinya negara yang berbatasan darat dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini memiliki pelabuhan terbesar yang menghubungkan beberapa negara di kawasan Asia dan Pasifik.

Pelabuhan ini dirancang sebagai hub perlintasan kapal di kawasan Asia-Pasifik. Pelabuhan berfokus pada aktivitas bongkar muat barang/kontainer dari Australia, Timor Barat, Papua Nugini dan negara-negara Kepulauan Pasifik.

Baca juga: Memotret Kesiapan Pelabuhan Tenau Jadi Terminal Peti Kemas Internasional

Kapal yang berlayar dari Singapura melintasi perairan Indonesia menuju Australia akan dapat singgah di Pelabuhan Teluk Tibar.

Dengan pengoperasian Pelabuhan Teluk Tibar, Pelabuhan Dili kini hanya digunakan untuk pengangkutan penumpang.

Pelabuhan Teluk Tibar merupakan proyek infrastruktur Timor Leste yang pertama kali didanai atas kemitraan swasta – publik. Proyek kemitraan swasta-publik senilai US$64,7 juta disepakati berlangsung selama 30 tahun.

Timor Lester berkontribusi senilai US$ 135 juta. Bollore Ports, perusahaan raksasa transportasi Prancis berkontribusi senilai US$ 155 juta dalam tahap pertama pembangunan pelabuhan.

Pelabuhan Teluk Tibar memiliki panjang 630 meter dan lebar 16 meter. Di atas lahan seluas 27 hektare, pelabuhan mampu menampung lebih dari 8 ribu kontainer.

Baca juga: Pengembangan Pelabuhan Aimere di Ngada Terkendala Anggaran

Butuh empat tahun untuk membangun pelabuhan yang berstandar internasional dengan dilengkapi peralatan modern.

“Kami saat ini memiliki pelabuhan generasi pertama yang dilengkapi peralatan modern yang dapat menjamin pergerakan yang lebih cepat dan lebih efisien,” kata Laurent Palayer, Direktur Pelabuhan Timor SA seperti dikutip dari Kantor Berita Timor Leste, Tatoli, 21 September 2022.

Kehadiran Pelabuhan Teluk Tibar telah membuka lapangan kerja baru dengan lebih dari 300 jenis pekerjaan. Ini akan menyerap tenaga kerja yang besar.

Timor Leste sebagai salah satu negara termiskin di kawasan Asia Pasifik diperkirakan akan mampu mendongkrak perekonomiannya.

Sebuah terobosan yang patut menjadi inspirasi para pemimpin di Provinsi NTT untuk meningkatkan perekonomiannya di sektor maritim.

Tentu NTT tak mau selamanya bercokol di urutan 3-4 provinsi termiskin di Indonesia. (Tatoli/American Journal of Transportation/The Jakarta Post/Rita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *