• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Februari 13, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Anak Kota Kupang Rentan Jadi Korban Kekerasan Online

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 1 min read
A A
0
Ilustrasi Anak

Ilustrasi Anak

0
SHARES
188
VIEWS

Kupang – Ada beberapa kasus kekerasan online terjadi di Kota Kupang yang tercatat oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kupang.

Kasus ini antara lain dialami oleh seorang perempuan dewasa dan dua kasus lainnya dialami oleh anak-anak. Kategori anak-anak rentan menjadi korban.

BacaJuga

Indonesia Punya PP Tunas untuk Lindungi Anak di Internet, Apa itu?

Indonesia Punya PP Tunas untuk Lindungi Anak di Internet, Apa itu?

18 Desember 2025
Talkshow “Bangun Ruang Digital Ramah Anak #TungguAnakSiap” yang diselenggarakan Magdalene dan Kementerian Komunikasi dan Digital di Jakarta, 9 Desember 2025. (Dok. Magdalene)

#TungguAnakSiap: PP Tunas Adalah Awal, Butuh Kolaborasi

17 Desember 2025

Baca juga : 187 Kasus Perempuan dan Anak di Kota Kupang, Ada Pelacuran Online

“Kami tangani ada satu yang anak sekolah menengah atas di Kota Kupang,” kata Randy C. A. Rohi Kana selaku Kepala UPTD PPA Kota Kupang didampingi Kepala DP3A Kota Kupang Clementina R. N. Soengkono, Jumat 1 September 2023.

Misalnya, ada kasus berupa video permintaan maaf yang dikirimkan secara pribadi namun kemudian disebarluaskan hingga korban dirundung di grup WhatsApp sekolah.

Kebutuhan psikiater atas para korban perundungan termasuk korban cyber bullying menjadi yang sangat dibutuhkan saat ini.

Baca juga : UU KDRT Hampir 2 Dekade, Tapi Kekerasan Terus Menjerat Perempuan dan Anak

Pihaknya pernah melakukan screening kesehatan mental juga untuk para anak dan remaja di Kota Kupang dan ternyata banyak yang pernah mengalami kekerasan berbasis online.

UPTD PPA sendiri, kata dia, bekerja sesuai SOP dari Kementerian PPA Nomor 2 Tahun 2022 seperti layanan pendampingan hukum, layanan psikolog, layanan rumah aman dan mediasi.

Baca juga : Kekerasan Anak di Kota Kupang Capai 70 Kasus 

Layanan UPTD ini adalah layanan perlindungan, pemulihan dan pemberdayaan. Layanan psikolog masuk dalam layanan pemulihan. Layanan psikolog memang dibutuhkan apalagi untuk anak-anak dalam masa tumbuh kembang,

“Memang kita butuh pendampingan psikolog,” kata dia.

Identitas para korban akan dirahasiakan mulai dari korban, keluarga maupun para saksi. Data pribadi ini pun dirahasiakan antar lembaga. ****

Tags: #Anakkorbankekerasanonline#KekerasanBerbasisGenderOnline#KekerasanonlinediKotaKupang#Kotakupang
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Indonesia Punya PP Tunas untuk Lindungi Anak di Internet, Apa itu?

Indonesia Punya PP Tunas untuk Lindungi Anak di Internet, Apa itu?

by Rita Hasugian
18 Desember 2025
0

Apakah anak-anak perlu dibatasi menggunakan media sosial? Pertanyaan ini pernah diajukan perusahaan riset independen IPSOS pada 2025 kepada 23.700 orang...

Talkshow “Bangun Ruang Digital Ramah Anak #TungguAnakSiap” yang diselenggarakan Magdalene dan Kementerian Komunikasi dan Digital di Jakarta, 9 Desember 2025. (Dok. Magdalene)

#TungguAnakSiap: PP Tunas Adalah Awal, Butuh Kolaborasi

by Rita Hasugian
17 Desember 2025
0

Risiko digital pada anak terus meningkat, mulai dari paparan konten seksual, komentar kebencian, manipulasi foto dengan Akal Imitasi (AI), hingga...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati