• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, Mei 19, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Anak Muda NTT Terpilih Ikut Climate Justice Camp di Lebanon

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Patung tangan raksasa yang dihiasi berbagai kain dengan cerita aktivisme dan pesan kampanye yang dibawa peserta Climate Justice Camp 2023 di Lebanon dari berbagai negara. Dua di antaranya anak muda dari NTT (Dok. VCA)

Patung tangan raksasa yang dihiasi berbagai kain dengan cerita aktivisme dan pesan kampanye yang dibawa peserta Climate Justice Camp 2023 di Lebanon dari berbagai negara. Dua di antaranya anak muda dari NTT (Dok. VCA)

0
SHARES
41
VIEWS

Lebanon – Sebagai negara kepulauan, Indonesia menjadi salah satu negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim.

NTT merupakan salah satu provinsi yang dikelilingi wilayah pesisir dan paling terdampak dari perubahan iklim.

BacaJuga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

10 Maret 2026

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

19 Februari 2026

Untuk itu, keterlibatan anak muda menjadi sangat penting untuk menyebarluaskan penyadartahuan mengenai mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim ini.

Lima anak muda perwakilan koalisi VCA (Voices for Just Climate Action) Indonesia terpilih untuk mengikuti Climate Justice Camp 2023 di Lebanon yang berlangsung pada 28 Agustus hingga 2 September 2023.

Kegiatan ini mempertemukan 450 pemimpin muda dari hampir 100 negara.

Guna mengembangkan strategi dan tuntutan bagi para pengambil keputusan, supaya menempatkan keadilan iklim sebagai inti kebijakan.

Baca Juga: Perempuan NTT Dalam Bayang-bayang Bencana Ekologis

Dalam kegiatan ini, peserta diberikan peningkatan kapasitas yang dikemas dalam lokakarya interaktif mengenai topik loss and damage. Lalu terkait adaptasi iklim, polusi plastik, dan deforestasi.

Serta penghapusan bahan bakar fosil, dan mendapatkan cerita inspiratif mengenai perjuangan aktivisme anak muda dari negara lain dalam sesi human LIVErary.

kelima perwakilan Aliansi VCA Indonesia ini menyelenggarakan sesi workshop mengenai praktik baik mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim yang sudah dilakukan di NTT.

Terkhususnya saat badai tropis seroja yang menerjang sejumlah wilayah NTT pada 2021 sebagai dampak dari perubahan iklim.

Lima anak muda perwakilan koalisi VCA (Voices for Just Climate Action) Indonesia yang mengikuti Climate Justice Camp 2023 di Lebanon (Dok. VCA)
Lima anak muda perwakilan koalisi VCA Indonesia yang mengikuti Climate Justice Camp 2023 di Lebanon (Dok. VCA)

Maria B. Tukan, salah satu perwakilan dari NTT menyampaikan, “Sesi berbagi mengenai praktik baik di NTT tersebut mendapat respon positif. Khususnya dari peserta Asia-Pasifik yang mayoritas memiliki isu yang sama sebagai wilayah kepulauan,”.

Kegiatan yang berlangsung selama enam hari ini selain menjadi wadah pembekalan, tentunya jadi ajang berjejaring dan membangun solidaritas secara internasional.

Baca Juga: Kemarau Landa NTT, Budidaya Singkong Jadi Pilihan Atasi Krisis Pangan

Christa Gabriela yang juga sebagai salah satu perwakilan anak muda NTT menuturkan solidaritas yang kuat memang sangat dibutuhkan saat ini.

“Karena terlepas budaya, negara, dan bahasa, kita semua menghadapi isu yang sama, yaitu krisis iklim,” ujarnya.

Dengan kekayaan kearifan lokal yang ada di NTT, banyak praktik baik mengenai adaptasi dan mitigasi yang sudah dilakukan saat seroja.

Seperti ketahanan pangan melalui budidaya sorgum dan pangan lokal lainnya oleh masyarakat adat.

Lalu ritual adat jaga hutan untuk keberlangsungan sumber air, penanaman mangrove oleh masyarakat pesisir, dan juga kampanye aksi iklim yang digerakan oleh sejumlah anak muda di NTT.

Ini menjadi hal baik yang menginspirasi dalam kegiatan tersebut. Sehingga kata Christa semoga suara dari Timur Indonesia bisa semakin didengar.

Pun diingat, dan dapat dipertimbangkan dalam menyusun kebijakan yang adil untuk bumi.

Baca Juga: 11 Wilayah NTT Tak Akan Hujan Untuk Waktu Lama

Adapun kelima anak muda yang terpilih merupakan perwakilan dari setiap koalisi yang tergabung dalam Aliansi VCA Indonesia.

Yaitu Ayu Rahayu mewakili Koalisi Pangan BAIK, Eulis Utami mewakili KOPI (Koalisi Orang Muda untuk Perubahan Iklim).

Kemudian Ullya Farah mewakili Koalisi Adaptasi, Christa Gabriela dan Maria B. Tukan mewakili Koalisi SIPIL.*****

Tags: #anakmudantt#ClimateJusticeCamp2023#lebanon#PerubahanIklim
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

by KatongNTT
10 Maret 2026
0

Siapa yang tidak kenal sepak bola, jenis olahraga paling populer seantero Indonesia bahkan dunia. Untuk merayakan Hari Perempuan Internasional pada...

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

by Yanti Mesak
19 Februari 2026
0

Komunitas Lakoat Kujawas adalah salah satu komunitas yang berada di Desa Taiftop, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati