• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Desember 5, 2025
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Balita di Kupang Terdampak Cuaca Ekstrem 

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Balita di Kupang Terdampak Cuaca Ekstrem 
0
SHARES
46
VIEWS

Kupang – Cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir, angin kencang, longsor dan banjir rob berdampak pada hampir seribu warga Kota Kupang termasuk balita di antaranya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang merilis adanya penambahan jumlah warga terdampak bencana hidrometeorologi per Senin ini, 18 Maret 2024.

BacaJuga

Ilustrasi Anak

Memotret Upaya Sekolah di Kupang Atasi Kekerasan yang Dipicu Media Sosial

5 Desember 2025
Perempuan berdemonstrasi untuk hak perempuan. (Freepik)

Sejarah Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

26 November 2025

Ada 288 kepala keluarga dengan 946 jiwa yang terdampak bencana. Jumlah ini bertambah 412 jiwa dari data sebelumnya, 17 Maret 2024.

Baca juga : Lansia dan Balita Banyak Tempati Pengungsian Gunung Lewotobi Laki-laki

Ada 5 lansia yang ikut terdampak, juga 3 anak di bawah lima tahun atau balita, dan 3 orang disabilitas.

Tak ada ibu hamil yang terdampak sepanjang peringatan bencana yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yaitu dari 13 hingga 18 Maret 2024.

Tak ada pula korban jiwa selama periode peringatan tersebut. Sementara korban luka pun 2 orang. Dalam data BPBD Kota Kupang disebut keduanya mengalami luka ringan.

Baca juga : NTT Terkendala Data Penetapan Status Darurat Kekeringan

Sementara rumah warga yang rusak berjumlah 106 unit, juga 2 unit fasilitas umum, dan 5 unit infrastruktur ikut rusak.

Sebelumnya, seluruh warga terdampak bencana ini mengungsi namun kini disebutkan mereka sudah kembali ke rumah tinggal mereka.

BPBD Kota Kupang juga telah menyerahkan logistik serta melakukan verifikasi dan validasi data warga yang terdampak bencana hidrometeorologi ini.

Sebelumnya, Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, mengeluarkan status tanggap darurat bencana alam cuaca ekstrem di Kota Kupang hingga 19 Maret 2024. Ia dalam surat itu menyebut Kota Kupang dalam keadaan darurat bencana.

Baca juga : Menko PMK Soal Darurat Rabies di NTT: 1.823 Kasus, 11 Meninggal Dunia

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami, pun menanggapi situasi darurat tersebut dengan meliburkan sekolah.

“Mulai tanggal 16 hingga 18 Maret, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dari rumah atau siswa diliburkan. Kegiatan belajar mengajar akan kembali dilaksanakan di sekolah mulai tanggal 19 Maret 2024,” kata dia dalam keterangannya 16 Maret 2024 lalu. ***

Tags: #BPDPKotaKupang#cuacaekstremNTT#Kotakupang$BalitaterdampakcuacaekstremCuacaburik
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Ilustrasi Anak

Memotret Upaya Sekolah di Kupang Atasi Kekerasan yang Dipicu Media Sosial

by Rita Hasugian
5 Desember 2025
0

Kupang – Endah Sulistiowati sudah dua tahun dipercaya menjadi Ketua Tim Pencegah Penanggulangan Kekerasan di SMPN 10 Kupang. Selama itu,...

Perempuan berdemonstrasi untuk hak perempuan. (Freepik)

Sejarah Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

by Rita Hasugian
26 November 2025
0

Setiap tanggal 25 November kita memperingati Hari Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Kampanye selama 16 hari ini berpuncak...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati