Bermodal Awal Rp 20 Ribu, Klara Motivasi Perempuan NTT Berbisnis Pangan Lokal

Klara Tawa, Pelaku UMKM di Noelbaki yang manfaatkan Pangan Lokal NTT (KatongNTT)

Klara Tawa, Pelaku UMKM di Noelbaki yang manfaatkan Pangan Lokal NTT (KatongNTT)

Noelbaki – Menjadi ibu rumah tangga yang secara budaya dituntut untuk hanya bekerja di dapur dan melayani suami, tak membuat Klara Tawa untuk berhenti berkreasi. Bersama kelompok perempuan yang dibangun sejak 2003, ia bersama perempuan lainnya di Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai memanfaatkan potensi lokal yang ada.

Awalnya hanya bertani, pada 2015 Klara mulai membangun UMKM Nusvita, dengan produk pertamanya ialah minyak VCO. Minyak kelapa murni yang pengolahannya tanpa dipanaskan dengan suhu yang tinggi.

Klara menuturkan, awalnya ia tidak tahu cara membuat VCO ini. Namun lewat kelompok perempuan KWT Damai yang ada di desanya itu, mereka kemudian diberi ilmu dari Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

“VCO itu kami dapat (ilmu) dari Politani. Awalnya kelapa banyak-banyak ini kami tidak tahu buatnya bagaimana,” ujar perempuan 53 tahun tersebut.

Baginya, lewat kelompok perempuan yang ada, ia banyak belajar dan mempraktikannya ke UMKMnya. Setelah menyadari produk yang diolah menghasilkan uang, Klara kemudian mengembangkan aneka produk agar ekonomi keluarganya tak melulu bergantung pada suaminya.

Baca Juga: Martha Kewuan, Pejuang Hak Perempuan dari Noelbaki NTT

“Motivasi awal (gabung di kelompok perempuan) itu kami mau belajar. Setelah kami belajar, kami tahu bahwa itu bisa menghasilkan uang, kami buat terus. Karena tidak tunggu penghasilan suami lagi kalau anak-anak ada butuh uang,” katanya.

Akhirnya berawal dari VCO, kemudian perempuan asal Nagekeo, Flores ini mulai membuat stik ubi ungu, stik kelor, keripik ubi, keripik pisang, marning jagung, jahe instan, tepung kelor, dan teh kelor.

Klara Tawa saat mengemas produk teh kelor, di kediamannya di desa Noelbaki, Kabupaten Kupang, NTT (KatongNTT)

Atas pemanfaatannya pada pangan lokal, produk Nusvita kini dapat ditemui di galeri Dekranasda NTT. Produk-produknya pun sudah masuk ke salah satu hotel di Kupang. Produk dalam kemasan kecil yang dibuat anak-anaknya dijual ke kios-kios kecil di sekitaran tempat tinggal mereka.

Dengan modal awal Rp 20 ribu, kini Klara dapat meraup untung lebih dari Rp 2 juta per bulan.

Selain itu, Klara bukan hanya memberdayakan dirinya, tetapi juga sekaligus mengajarkan ke anak-anaknya untuk mandiri menghasilkan uang sendiri dari sekarang.

“Saya produksi bukan saya sendiri tapi saya libatkan anak-anak, dengan tujuan mereka juga bisa tahu. Bahkan sekarang anak-anak sudah bisa buat sendiri. Walaupun bukan yang kemasan besar, tapi tangkap seribu rupiah, supaya mereka bisa beli bensin, beli pulsa sendiri,” jelas perempuan tiga anak ini.
Bukan hanya anak kandungnya saja, namun Klara pun sejak menikah dengan suaminya sudah sering membantu menyekolahkan anak-anak lain yang tidak berkecukupan dari kampung halamannya.

“Belas kasihnya begini, bukan karena saya ada uang. Tapi ketika orang tua mengeluh anak saya mau kuliah tapi kami tidak bisa karena tidak ada uang, saya punya perasaan. Padahal sebenarnya saya juga tidak bisa. Tapi lewat olah hasil pertanian begini, ajarkan mereka juga supaya bisa cari uang sendiri,” pungkas perempuan berlesung pipi itu. *****

 

Silakan hubungi nomor +6285237791712 jika berminat untuk membeli produk UMKM ini. Ayo kita dukung kemajuan UMKM NTT!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *