• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, Juli 14, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

BTN Edukasi Warga TTS Soal Stunting, SurfAid Cegah Gizi Buruk di Sumba Barat

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
BTN Edukasi Warga TTS Soal Stunting, SurfAid Cegah Gizi Buruk di Sumba Barat
0
SHARES
161
VIEWS

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memberikan edukasi dan menyalurkan bantuan untuk menekan stunting di Desa Kolbano, Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Pencegahan stunting dilakukan lembaga SurfAid dengan pendekatan pertanian.

Corporate Secretary Bank BTN Achmad Chaerul mengatakan pihaknya membantu pemberian makanan tambahan (PMT). Bersama para Relawan Bakti BUMN, pihaknya juga mengedukasi dan membagikan buku saku terkait stunting di Desa Kolbano.

BacaJuga

Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

3 Juli 2026
Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026

“Melalui pemberian bantuan dan edukasi tersebut, kami harapkan dapat memberikan asupan dan semangat bagi masyarakat Desa Kolbano untuk memperhatikan gizi dan lepas dari stunting,” kata Chaerul dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/3/2023).

Baca juga: Stunting Ancam Indonesia Petik Bonus Demografi 2030 yang Berkualitas

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada anak. TTS merupakan kabupaten di NTT dengan angka stunting tertinggi yakni di atas 30% pada 2022.

Edukasi dilakukan dengan menempelkan poster gizi di rumah warga. Para relawan juga mengajarkan tentang pembudidayaan ikan lele dan pembuatan daging lele tepung sebagai alternatif sumber gizi.

“Stunting pada anak merupakan permasalahan yang kompleks mulai dari gizi, sanitasi, hingga ekonomi, sehingga perlu bantuan yang komprehensif dari berbagai sisi,” ujar Chaerul.

Secara terpisah, SurfAid sudah mempunyai beberapa program dan menggalang donasi dalam penurunan stunting. Lembaga internasional ini mempunyai program intervensi gizi dengan pendekatan pertanian yang sensitif gizi.

Baca juga: NTT Perlu Kembangkan Singkong untuk Atasi Stunting

Dalam laman resmi SurfAid disebutkan pihaknya melakukan program Nutrition Sensitive Agriculture (Nusatani) di Laboya Barat, Sumba Barat sejak tahun 2019 lalu. Program ini berkolaborasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Beberapa program lain juga terkait pelayanan kesehatan, sanitasi dan air bersih.

SurfAid sendiri adalah organisasi nirlaba internasional yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di daerah terpencil yang terhubung melalui lokasi selancar (surfing).

Direktur Penyerasian Pembangunan Sosial Budaya dan Kelembagaan (PPSBK) Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT, Dimposma Sihombing melakukan monitoring program Nusatani pekan lalu.

“SurfAid dapat memberikan asistensi untuk mengurangi angka stunting di Kecamatan Laboya Barat yang masih cukup tinggi. Hal ini dipicu salah satunya karena ketersediaan sumber protein yang minim untuk asupan makanan balita setiap hari,” ujarnya. [K-02]

 

Tags: #BTN#Kolbano#stunting#Sumba Barat#SurfAid
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

by KatongNTT
3 Juli 2026
0

Kupang –Suara tawa lepas lima perempuan lansia memenuhi ruang tamu rumah Pendeta emeritus Aplonia Mariana Mba’u-Lidda pekan terakhir April lalu....

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati