• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, Mei 20, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Dalam Sepekan, Dua Pasien Rabies Meninggal di Niki-niki

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 1 min read
A A
0
Ilustrasi rabies yang ditularkan melalui anjing (Liputan6,.com)

Ilustrasi rabies yang ditularkan melalui anjing (Liputan6.com)

0
SHARES
200
VIEWS

SoE – Dalam kurun waktu sepekan, dua warga di Kelurahan Niki-niki, Kecamatan Amanuban Tengah, TTS, meninggal akibat rabies. Keduanya sempat menjalani perawatan di Puskesmas Niki-niki.

Pada Selasa (7/11/2023) YS (43) meninggal di Puskesmas Niki-niki merupakan korban ke -9 akibat rabies di TTS. ME (24) meninggal Sabtu (11/11/2023), merupakan pasien ke-10 yang meninggal akibat rabies.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

“Telah Berpulang ke Rumah Bapa Di Sorga pasien Rabies 010 Pukul 15.25 WITA,” jelas Kepala Dinas Kesehatan TTS, dr. Ria Tahun.

Baca : Rabies Kembali Guncang TTS, Sudah 9 Orang Meninggal

ME meninggal di rumahnya yang berada RT 008, RW 003. Sebelumnya, korban sempat menjalani perawatan di Puskesmas Niki-niki, Selasa (7/11/2023).

Ria menjelaskan, korban datang diantar keluarganya sekitar pukul 08.20 WITA. Korban datang dengan keluhan lemas, pusing, meriang dan sulit menelan. “Keluhan itu dirasakan sejak 4 hari lalu. Saat diperiksa di Puskesmas, pasien takut terhadap air dan takut udara,” ujar Ria.

Baca : Festival Budaya eNTeTe Bakal Digelar di Kota Bogor

Sekitar pukul 15.30 WITA, keluarga pasien meminta dilaksanakan pemeriksaan darah lengkap. Setelah menerima penjelasan terkait hasil lab, keluarga meminta agar pasien dibawa pulang ke rumah.

“Pada jam 18.20 keluarga pasien menandatangani penolakan perawatan di depan camat dan kemudian pasien di bawa pulang dalam kondisi pasien yang belum stabil,” jelas Ria.

Baca : Jejak Rabies Selama 4 Bulan Meneror TTS

Terkait gigitan hewan penular rabies (HPR), Ria mengatakan, korban ME digigit pada bulan Juni. HPR tersebut sudah mati. Sama seperti pasien meninggal 09, ME juga tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak Puskesmas.

“Namun pasien tidak melapor dan tidak diberi Vaksin Anti Rabies (VAR),” kata Ria. [Joe Tkikhau]

Tags: #Anjing#Niki-niki#RabiesTTS
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati