SoE – Dalam kurun waktu sepekan, dua warga di Kelurahan Niki-niki, Kecamatan Amanuban Tengah, TTS, meninggal akibat rabies. Keduanya sempat menjalani perawatan di Puskesmas Niki-niki.
Pada Selasa (7/11/2023) YS (43) meninggal di Puskesmas Niki-niki merupakan korban ke -9 akibat rabies di TTS. ME (24) meninggal Sabtu (11/11/2023), merupakan pasien ke-10 yang meninggal akibat rabies.
“Telah Berpulang ke Rumah Bapa Di Sorga pasien Rabies 010 Pukul 15.25 WITA,” jelas Kepala Dinas Kesehatan TTS, dr. Ria Tahun.
Baca : Rabies Kembali Guncang TTS, Sudah 9 Orang Meninggal
ME meninggal di rumahnya yang berada RT 008, RW 003. Sebelumnya, korban sempat menjalani perawatan di Puskesmas Niki-niki, Selasa (7/11/2023).
Ria menjelaskan, korban datang diantar keluarganya sekitar pukul 08.20 WITA. Korban datang dengan keluhan lemas, pusing, meriang dan sulit menelan. “Keluhan itu dirasakan sejak 4 hari lalu. Saat diperiksa di Puskesmas, pasien takut terhadap air dan takut udara,” ujar Ria.
Baca : Festival Budaya eNTeTe Bakal Digelar di Kota Bogor
Sekitar pukul 15.30 WITA, keluarga pasien meminta dilaksanakan pemeriksaan darah lengkap. Setelah menerima penjelasan terkait hasil lab, keluarga meminta agar pasien dibawa pulang ke rumah.
“Pada jam 18.20 keluarga pasien menandatangani penolakan perawatan di depan camat dan kemudian pasien di bawa pulang dalam kondisi pasien yang belum stabil,” jelas Ria.
Baca : Jejak Rabies Selama 4 Bulan Meneror TTS
Terkait gigitan hewan penular rabies (HPR), Ria mengatakan, korban ME digigit pada bulan Juni. HPR tersebut sudah mati. Sama seperti pasien meninggal 09, ME juga tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak Puskesmas.
“Namun pasien tidak melapor dan tidak diberi Vaksin Anti Rabies (VAR),” kata Ria. [Joe Tkikhau]




