Dua Penumpang Selamat KM Express Cantika 77 Ditangkap

Korban selamat KM Express Cantika 77 yang adalah pelaku pemerkosaan tiba di Alor untuk selanjutnya ditindaklanjuti (Dok. Jems Mbau)

Korban selamat KM Express Cantika 77 yang adalah pelaku pemerkosaan tiba di Alor untuk selanjutnya ditindaklanjuti (Dok. Jems Mbau)

Alor – Dua penumpang selamat dari tragedi KM Express Cantika 77 kebakaran ditangkap polisi. Keduanya diduga terlibat pemerkosaan di Alor.

Sat Reskrim Polres Alor menangkap dua pria bertopeng pelaku pemerkosaan di Gelanggang Olahraga (GOR) Batunirwala, Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Keduanya kemudian melarikan diri ke Kupang.

“Ya, kedua korban selamat kapal terbakar itu pelaku pemerkosaan. Mereka dibawa ke Mapolres Alor, sudah diperiksa dan mengakui perbuatannya,” kata Kepala Satuan Resere dan Kriminal Iptu Jems Yames Mbau saat dihubungi KatongNTT pada Senin, 31 Oktober 2022.

Baca Juga: KM Express Cantika 77 Kebakaran, Jumlah Penumpang Tewas Jadi 17

Sebelumnya, pada 8 Oktober 2022, dua pria bertopeng memperkosa seorang gadis yang saat itu berada di GOR bersama kekasihnya. Kedua pria ini datang mengancam korban dan kekasihnya menggunakan parang dan panah.

Kekasih perempuan itu lari karena diancam, meninggalkan korban. Kedua pelaku ini kemudian menjalankan aksi bejat mereka di dalam GOR yang sepi.

Setelah itu, keduanya melarikan diri ke Kupang. Selama tiga hari pengejaran, Jems menyebut, kedua pelaku akhirnya ditangkap di kompleks kos-kosan Jln. Komodo, Kelurahan Oesapa, Kupang sekitar pukul 21.00 Wita, pada Sabtu, 22 Oktober lalu.

Kedua pelaku diangkut dengan menggunakan KM Express Cantika 77 menuju Alor pada Senin, 24 Oktober 2022. Saat kapal mengalami kebakaran, kedua pelaku pemerkosaan melompat ke laut dan menyelamatkan diri.

Baca Juga: Polisi Tangkap Vikaris GMIT Diduga Memperkosa 6 Anak di Alor

Polisi menangkap keduanya dan membawa kedua pelaku ke Alor dengan kapal Pelni Awu pada Kamis, 27 Oktober untuk menjalani pemeriksaan.

“Kedua pelaku telah ditahan, selanjutnya melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke Jaksa Penuntun Umum (JPU),” ujarJems.

Sedangkan kondisi korban saat ini, berdasarkan keterangan dari sekretaris Suara Perempuan Alor, LSM yang mengadvokasi korban kekerasan seksual, Mariam Lanmay menyebut, korban belum mau berbicara karena masih trauma.

“Dapat keterangan dari kakak korban, dia (korban) belum mau bicara. Korban juga tidak terlalu banyak bergaul, anak rumahan, baru terjadi begini jadi agak berat penanganannya,” kata Mariam.*****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *