Kupang – Kantor Pos Indonesia turut menyalurkan sejumlah bantuan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai dari bantuan beras hingga dengan bantuan pangan untuk anak stunting.
Menurut Executive General Manager Kantor Pos Indonesia Cabang Utama Kupang, Herryyanto Spiro Gampamole, penyaluran untuk anak stunting bakal berlangsung pekan ini.
Bantuan bagi anak stunting atau gizi buruk ini berupa 1 kilogram ayam dan ditambah dengan 10 butir telur ayam.
Baca juga : BKKBN Berharap Tren Prevalensi Stunting NTT 2023 Turun ke 13 Persen
Bantuan untuk anak stunting ini ditargetkan diterima oleh 113 ribu anak di seluruh NTT. Sedangkan untuk wilayah Kota Kupang sendiri kurang lebih 3000 anak yang tercatat akan mendapatkan bantuan ini.
“Itu masing-masing kabupaten jumlahnya berbeda ya, kalau di Kabupaten Kupang itu sekitar 5000-an anak. Totalnya sendiri 113 ribu anak di seluruh NTT,” sebut Herry di ruang kerjanya, Kamis 11 Mei 2023.
Selain bantuan stunting, Kantor Pos Indonesia juga turut melakukan penyaluran beras yang mana satu keluarga diberikan 10 kilogram beras.
Baca juga : Limbah Ikan Tuna Dapat Cegah Stunting
Herry menjelaskan, beras ini berasal dari Bulog dengan anggaran atau pengadaannya dari Badan Pangan Nasional (BAPANAS).
“Beras dari Bulog dan Kantor Pos yang menyalurkan,” tambah dia.
Kantor Pos selama ini juga turut menyalurkan bantuan sosial lainnya seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam bentuk uang tunai.
BLT sendiri sebesar Rp 600 ribu per penerima dan untuk PKH bervariasi yaitu dari Rp 255 ribu hingga dengan Rp 1 juta atau Rp 2 juta per penerimanya.
Baca juga : Kepala BKKBN: Pengantin Lebih Pentingkan Prewedding Ketimbang Prekonsepsi
“Ini dari Kementerian Sosial, kita bantu salurkan,” tukasnya.
Untuk bansos dan bantuan beras sendiri penerimanya kurang lebih sekitar 580 ribu orang se-NTT. Untuk BLT di Kota Kupang sendiri sekitar 1000 penerima.
“Karena banyak yang sudah dapat lewat himbara (himpunan bank negara) dan yang tidak bisa tercover oleh bank itu yang melalui Kantor Pos,” jelas Herry. *****


