• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Kantor Pos Salurkan Beras dan Asupan Bagi 113 Ribu Anak Stunting di NTT

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Remitansi PMI NTT via Kantor Pos Capai Rp 107 Miliar Tahun 2022

Executive General Manager Kantor Pos Indonesia Cabang Utama Kupang, Herryyanto Spiro Gampamole. (Rita Hasugian - KatongNTT.com)

0
SHARES
44
VIEWS

Kupang – Kantor Pos Indonesia turut menyalurkan sejumlah bantuan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai dari bantuan beras hingga dengan bantuan pangan untuk anak stunting.

Menurut Executive General Manager Kantor Pos Indonesia Cabang Utama Kupang, Herryyanto Spiro Gampamole, penyaluran untuk anak stunting bakal berlangsung pekan ini.

BacaJuga

Para perempuan kampung Ansok, dusun Balai Temenggung, Desa Benua Kencana, Sintang, Kalimantan Barat mengolah makanan hasil dari kebun mereka. (Dok. Magdalene.co)

Belajar Mandiri Pangan dan Merawat Hutan dari Perempuan Ansok

15 Agustus 2026
Tanda bahaya gas hidrogen sulfida (H2S) di sekitar kawah. (Dok.Magdalene.co)

Laporan Khusus Magdalene dari 3 Proyek Geotermal: Perempuan Menanggung Dampak Terbesar

8 Juli 2026

Bantuan bagi anak stunting atau gizi buruk ini berupa 1 kilogram ayam dan ditambah dengan 10 butir telur ayam.

Baca juga : BKKBN Berharap Tren Prevalensi Stunting NTT 2023 Turun ke 13 Persen

Bantuan untuk anak stunting ini ditargetkan diterima oleh 113 ribu anak di seluruh NTT. Sedangkan untuk wilayah Kota Kupang sendiri kurang lebih 3000 anak yang tercatat akan mendapatkan bantuan ini.

“Itu masing-masing kabupaten jumlahnya berbeda ya, kalau di Kabupaten Kupang itu sekitar 5000-an anak. Totalnya sendiri 113 ribu anak di seluruh NTT,” sebut Herry di ruang kerjanya, Kamis 11 Mei 2023.

Selain bantuan stunting, Kantor Pos Indonesia juga turut melakukan penyaluran beras yang mana satu keluarga diberikan 10 kilogram beras.

Baca juga : Limbah Ikan Tuna Dapat Cegah Stunting

Herry menjelaskan, beras ini berasal dari Bulog dengan anggaran atau pengadaannya dari Badan Pangan Nasional (BAPANAS).

“Beras dari Bulog dan Kantor Pos yang menyalurkan,” tambah dia.

Kantor Pos selama ini juga turut menyalurkan bantuan sosial lainnya seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam bentuk uang tunai.

BLT sendiri sebesar Rp 600 ribu per penerima dan untuk PKH bervariasi yaitu dari Rp 255 ribu hingga dengan Rp 1 juta atau Rp 2 juta per penerimanya.

Baca juga : Kepala BKKBN: Pengantin Lebih Pentingkan Prewedding Ketimbang Prekonsepsi

“Ini dari Kementerian Sosial, kita bantu salurkan,” tukasnya.

Untuk bansos dan bantuan beras sendiri penerimanya kurang lebih sekitar 580 ribu orang se-NTT. Untuk BLT di Kota Kupang sendiri sekitar 1000 penerima.

“Karena banyak yang sudah dapat lewat himbara (himpunan bank negara) dan yang tidak bisa tercover oleh bank itu yang melalui Kantor Pos,” jelas Herry. *****

Tags: #BLT#kantorposindonesia#kantorposkupang#Kotakupang#PKH#stunting#stuntingntt
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Para perempuan kampung Ansok, dusun Balai Temenggung, Desa Benua Kencana, Sintang, Kalimantan Barat mengolah makanan hasil dari kebun mereka. (Dok. Magdalene.co)

Belajar Mandiri Pangan dan Merawat Hutan dari Perempuan Ansok

by Rita Hasugian
15 Agustus 2026
0

“Kami ndak beli bahan makanan. Hasil ladang ini cukup untuk setahun,” kata Suwandang (51). Akhir Juni lalu, rumahnya ramai. Warga...

Tanda bahaya gas hidrogen sulfida (H2S) di sekitar kawah. (Dok.Magdalene.co)

Laporan Khusus Magdalene dari 3 Proyek Geotermal: Perempuan Menanggung Dampak Terbesar

by KatongNTT
8 Juli 2026
0

 KatongNTT – Aktivitas proyek panas bumi di Bondowoso (Jawa Timur), Mandailing Natal (Sumatera Utara), dan Ngada (Nusa Tenggara Timur)  telah...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati