• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, Januari 14, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Kisah Haru Remaja Asal Ende Rayakan Idul Fitri di LP Khusus Anak Kupang

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Nona Mawar memeluk anak bungsunya saat berkunjung untuk merayakan Idul Fitri di LP Khusus Anak Kelas I Kupang, NTT pada Sabtu, 22 April 2023. (Rita Hasugian - KatongNTT.com)

Nona Mawar memeluk anak bungsunya saat berkunjung untuk merayakan Idul Fitri di LP Khusus Anak Kelas I Kupang, NTT pada Sabtu, 22 April 2023. (Rita Hasugian - KatongNTT.com)

0
SHARES
24
VIEWS

Kupang –Berbaju koko warna putih dan peci rajutan warna senada, pria usia 18 tahun ini memeluk erat ibunya yang datang menjenguknya di hari Idul Fitri pada Sabtu, 22 April 2023. Keduanya meneteskan air mata sekaligus tersenyum disaksikan anggota keluarga lainnya yang ikut datang.

Kantong plastik hitam ditaruh di meja ruang tamu Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Nona Mawar, 45 tahun, membawa oleh-oleh Idul Fitri untuk anak bungsunya itu.

BacaJuga

Indonesia Punya PP Tunas untuk Lindungi Anak di Internet, Apa itu?

Indonesia Punya PP Tunas untuk Lindungi Anak di Internet, Apa itu?

18 Desember 2025
Talkshow “Bangun Ruang Digital Ramah Anak #TungguAnakSiap” yang diselenggarakan Magdalene dan Kementerian Komunikasi dan Digital di Jakarta, 9 Desember 2025. (Dok. Magdalene)

#TungguAnakSiap: PP Tunas Adalah Awal, Butuh Kolaborasi

17 Desember 2025

“Ini masakan khas Ende, ketupat dari nasi yang bentuknya seperti lupis,” kata Mawar menjelaskan kepada KatongNTT.com sambil memeluk anaknya.

Baca juga: Pelaku Kekerasan Seksual di NTT dari Anak Usia 5 Tahun Hingga Lansia

Perlahan anaknya membuka kulit ketupat yang terbuat dari daun pisang berbentuk segi tiga. Dia memakannya. Wajahnya sumringah menatap ibunya.

“Dua minggu lalu saya dari Ende tinggal di rumah saudara. Saya mau menjenguk dia di Idul Fitri ini. Tahun lalu saya tidak ke sini, kakaknya yang datang,” ujarnya.

Suaminya tidak ikut karena harus menjaga dagangan mereka di Ende. Ketiga anaknya yang lain juga tidak ikut.

Di ruang tamu LP Khusus Anak siang itu, hanya mereka yang bertamu untuk menjenguk anggota keluarga yang merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriah.

“Saya sendiri yang rayakan Idul Fitri di sini,” kata remaja ini.

Pelaksana tugas Kepala LP Khusus Anak Kelas I Kupang, Gideon Pali sebelumnya menjelaskan, dari 26 anak yang menghuni LP, hanya satu yang beragama Islam. Sebanyak 25 anak lainnya beragama Kristen dan Katolik.

Saat Salat Ied, anak tersebut bergabung dengan penghuni LP Dewasa yang lokasinya berdekatan. Selesai Salat Ied usai, dia kembali ke LP Khusus Anak.

Pelaksana Tugas Kepala LP Khusus Anak Kelas I Kupang, NTT Gideon Pali (kiri) menyambut Nona Mawar (kanan) dan anggota keluarganya yang datang ke LP untuk merayakan Idul Fitri bersama anak bungsunya pada Sabtu, 22 April 2023. (Rita Hasugian - KatongNTT.com)
Nona Mawar (kanan baju biru muda) dan anggota keluarganya  disaksikan Pelaksana Tugas Kepala LP Khusus Anak Kelas I Kupang Gideon Pali (kiri) menyambut anak bungsunya untuk merayakan Idul Fitri bersama pada Sabtu, 22 April 2023. (Rita Hasugian – KatongNTT.com)

 

Baca juga: Nono Menang dari Buramnya Kualitas Pendidikan di NTT

Gideon yang didampingi Kepala Seksi Pembinaan Kornelius Koli dan Kepala Seksi Pengawasan Datus Dari memuji remaja ini menjalankan ibadah.

“Ibadah puasanya tidak ada yang bolong,” ujar Gideon kepada KatongNTT.com.

“Salat lima waktu juga dia jalankan. Setiap subuh saya dengar dia sudah bangun untuk salat. Ruangan saya dekat dengan kamarnya. Jadi saya tahu,” kata Datus menambahkan.

Remaja ini dua tahun lalu dijebloskan ke dalam LP Khusus Anak Kelas I Kupang. Dia dihukum 4 tahun 6 bulan karena terlibat  penganiayaan seorang pria dewasa hingga tewas di Ende. Penganiayaan dilakukan saat dia dan teman-temannya mabuk. Korban, pria dewasa juga mabuk.

Selama dua tahun anak ini menunjukkan sikap yang baik, kata Gideon, sehingga mendapat remisi dua kali.

“Tahun lalu dia mendapat remisi 1 bulan dan Idul Fitri tahun ini mendapat remisi 1 bulan,” ujar Gideon.

Selama dalam penjara dia juga melanjutkan sekolahnya dengan mengikuti pendidikan khusus Paket C setara dengan SMP. Tahun ini dia duduk di kelas 3 SMP.

Baca juga: Mitos dan Tafsir Kitab Suci Picu Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan di NTT

Menurut Gideon, pergaulan tidak sehat di lingkungan sosial membuatnya terlibat pelanggaran hukum. Dia berharap pembinaan selama di LP Khusus Anak ini dapat membentuk karakter agar lebih baik.

Di ruang tamu LP Khusus Anak, Mawar menuturkan, anaknya terpengaruh pergaulan teman-temannya yang tidak baik. Apalagi di Ende, ujarnya, minuman keras alias miras mudah sekali mendapatkannya. Mawar mengetahui anak bungsunya mabuk pertama kali saat kasus penganiayaan terjadi.

“Ini pembelajaran juga untuk orang tua, untuk dia sendiri juga. Dulu anaknya pendiam, penurut, tapi pergaulan bebas terlalu, buat anak ini ikut mabuk,” ujar Mawar.

Anaknya kemudian menatap ibunya seraya berujar: “Saya tobat Mak.”

Sesaat kemudian dia bertanya berapa lama lagi sisa hukumannya setelah menerima remisi dua kali.  Dia tertunduk diam mengetahui masih panjang sisa waktu yang harus dijalaninya.  *****

 

 

 

 

 

 

Tags: #Anak#ENDE#IdulFitri2023#LPKhususAnakKelas1Kupang#Miras
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Indonesia Punya PP Tunas untuk Lindungi Anak di Internet, Apa itu?

Indonesia Punya PP Tunas untuk Lindungi Anak di Internet, Apa itu?

by Rita Hasugian
18 Desember 2025
0

Apakah anak-anak perlu dibatasi menggunakan media sosial? Pertanyaan ini pernah diajukan perusahaan riset independen IPSOS pada 2025 kepada 23.700 orang...

Talkshow “Bangun Ruang Digital Ramah Anak #TungguAnakSiap” yang diselenggarakan Magdalene dan Kementerian Komunikasi dan Digital di Jakarta, 9 Desember 2025. (Dok. Magdalene)

#TungguAnakSiap: PP Tunas Adalah Awal, Butuh Kolaborasi

by Rita Hasugian
17 Desember 2025
0

Risiko digital pada anak terus meningkat, mulai dari paparan konten seksual, komentar kebencian, manipulasi foto dengan Akal Imitasi (AI), hingga...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati