• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Agribisnis

Jerman Butuh Keripik, Diaspora di Australia Rindu Singkong

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Agribisnis
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Flemington Market adalah pasar grosir pertanian di Sydney yang biasanya menjual singkong dan berbagai olahannya pada akhir pekan.

Flemington Market adalah pasar grosir pertanian di Sydney yang biasanya menjual singkong dan berbagai olahannya pada akhir pekan.

0
SHARES
266
VIEWS

Bogor – Kamis dua pekan lalu (24/2/2022), saya berkesempatan mengikuti bincang-bincang online dengan Ardian Wicaksono yang juga Konsul Jenderal (Konjen) RI di Hamburg, Jerman. Bagi sebagian orang, obrolan terkait Jerman mungkin identik dengan teknologi tingkat tinggi atau konsep sosialisme yang membuat negara tersebut kuat dan makmur.

Kali ini, obrolannya ringan-singan saja, seputar singkong. Rupanya Jerman dan pasar Eropa secara umum membutuhkan pasokan olahan singkong yang cukup besar. Selama ini peluangnya ditangkap Thailand, Vietnam dan beberapa negara Afrika.

BacaJuga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

30 Mei 2024

“Beberapa keripik singkong dari Indonesia bisa diperoleh di restoran-restoran Indonesia di Jerman, itupun tidak semua ada. Kalau di toko-toko Asia biasanya belum banyak olahan singkong dari Indonesia,” ujar Ardian dalam bincang santai bersama Masyarakat Singkong Indonesia (MSI).

Nonton : Sup Ubi Legendaris Kota Kupang Laris Manis

Pengalaman penulis yang pernah magang dan liputan di kota Berlin, Bonn, Hamburg, dan Frankfurt pun demikian. Meski saat itu belum terpikirkan secara khusus tentang memanfaatkan peluang olahan singkong tersebut.

Ardian menyarankan mulai dirintis dan menawarkan produk olahan singkong yang tahan lama. Bisa dititip dulu di kantor-kantor Konjen di Jerman atau beberapa restoran Indonesia.

Ima M Zainuddin, salah satu rekan yang sedang mengambil postdoctoral tentang daya tahan singkong di Belgia, mendorong perlunya promosi di seantero Eropa. Kadang ketika kangen mau makan singkong, terpaksa menikmati singkong bukan dari Indonesia.

Nonton : Wawancara Eklusif Part 2 || UNDANA Siapkan Roadmap Mengglobal dengan Keunikan Lokal

“Semoga ini menjadi salah satu peluang bagi Indonesia. Saatnya kita semua meningkatkan potensi ekonomi dari singkong,” kata Ketua MSI Arifin Lambaga dalam diskusi itu.

Indonesia sebenarnya mengekspor singkon beku. Catatan MSI menyebutkan pada Oktober 2021 lalu, ekspor singkong beku ke pasar Amerika dan Eropa mencapai Rp 137 miliar. Angka tersebut kecil bagi Indonesia, tetapi sebenarnya cukup berarti untuk daerah-daerah di Indonesia bagian timur yang punya potensi singkong, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).

Nonton : Siswa SMKN 4 Kota Kupang Kenalkan Tenun NTT di Dubai

Sebagaimana Jerman, Australia juga sebenarnya punya potensi pasar untuk berbagai olahan singkong. Memang benar, makanan utama warga Australia tentu bukanlah singkong. Namun, pasokan singkong dari Fiji, Vanuatu, dan beberapa negara-negara Pasifik lainnya cukup signifikan.

Sejumlah pasar grosir atau supermarket di Sydney atau beberapa kota lainnya di Australia justru banyak ditemui produk singkong dari Thailand dan Vietnam. Lagi-lagi kedua negara itu merupakan eksportir singkong terbanyak. Indonesia pernah menjadi produsen nomor satu di dunia, tapi sulit menjadi eksportir terbesar. Maklum, singkong dianggap tidak terlalu penting seperti padi, jagung, kedelai atau produk-produk pertanian lainnya.

Baca : Investasi Kabel Laut Australia-Singapura, Bisakah NTT Mengambil Peluang?

Meski banyak singkong dan olahannya dipasok ke Australia, potensi bagi Indonesia masih ada. Beberapa diaspora menilai rasa singkong di Australia berbeda dengan singkong asal Indonesia. Bisa jadi faktor varietas, lahan atau terlalu lama dalam freezer untuk singkong beku.

Salah satu yang sulit dicari di Australia adalah singkong kuning. Singkong kuning, khususnya dari NTT, umumnya bisa diolah untuk berbagai keperluan. “Ibu saya selalu membuat beberapa penganan dari singkong kuning. Rasanya tidak bisa digantikan oleh makanan lain. Ini yang susah dicari di Sydney,” kata Roberth Raya, warga NTT yang menetap di Sydney.

Baca : Singkong di Australia Lebih Mahal dari Keju, Potensi untuk NTT

Tidak hanya di Sydney, beberapa kota lainnya pun demikian. Ada beberapa warga Indonesia yang membudidayakan singkong di Australia dalam jumlah kecil. Biasanya di halaman rumah atau kebun mini untuk mengisi waktu luang. Lihat saja di Youtube atau kanal-kanal media lainnya, tapi mencari singkong kuning khas Indonesia memang tidak mudah. Ini jadi peluang, apalagi harga singkong di Australia lebih mahal dari keju. Ironisnya, beredar kabar bahwa Indonesia mulai impor produk turunan singkong, biasanya dalam bentuk tepung. [Heri Soba/Sekjen MSI]

Tags: #Keripik#PasarEropaAustraliajermansingkong
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

by Tim Redaksi
30 Mei 2024
0

Ekspor rumput laut NTT ini memang minim sejak ekspor perdana pada 2019 lalu sebesar 25 ton Alkali Treated Cottonii (ATC)...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati