• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, Januari 14, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Kematian Ibu dan Bayi, Ombudsman Minta Klarifikasi RSUD Larantuka

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kematian Ibu dan Bayi, Ombudsman Minta Klarifikasi RSUD Larantuka
0
SHARES
95
VIEWS

Kupang – Ombudsman Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Hendrikus Fernandez Larantuka membuat klarifikasi terkait kematian ibu dan bayi saat bersalin.

Kepala Ombudsman NTT, Darius Beda Daton, telah menghubungi Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Larantuka, Paulus Lameng, Minggu 17 Maret 2024.

BacaJuga

Indonesia Punya PP Tunas untuk Lindungi Anak di Internet, Apa itu?

Indonesia Punya PP Tunas untuk Lindungi Anak di Internet, Apa itu?

18 Desember 2025
Talkshow “Bangun Ruang Digital Ramah Anak #TungguAnakSiap” yang diselenggarakan Magdalene dan Kementerian Komunikasi dan Digital di Jakarta, 9 Desember 2025. (Dok. Magdalene)

#TungguAnakSiap: PP Tunas Adalah Awal, Butuh Kolaborasi

17 Desember 2025

“Kami telah berkoordinasi untuk mengecek kebenaran informasi itu dan dapat memberikan klarifikasi terhadap kasus tersebut,” sebutnya, Senin 18 Maret 2024.

Baca juga : Tewasnya Ibu dan Bayi Yang Baru Lahir, RSUD Larantuka Buka Suara

Menurut Ombudsman, klarifikasi ini untuk menghindari informasi merugikan pihak ibu dan bayi termasuk juga RSUD Larantuka sendiri.

“Klarifikasi kepada publik juga perlu dilakukan guna menghindari simpang siur informasi yang merugikan keluarga ibu dan bayi serta pihak RS,” tukasnya.

Darius sebelumnya menyebut Paulus sudah mengantongi laporan dari para tenaga medis yang bertugas saat kejadian, Sabtu 16 Maret 2024.

Baca juga : Kasus Ingkar Janji Nikah di Kupang Jadi Preseden Bagi Semua Perempuan

Selanjutnya ia berpesan agar audit secara komprehensif dilakukan seperti yang direncanakan pihak rumah sakit di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Flores Timur.

“Melakukan langkah perbaikan jika ada pelanggaran SOP penanganan awal ibu hamil,” kata Darius.

Menurut keluarga seperti tersiar di berbagai media sosial, Novi Uba Soge mendapat pendarahan hebat usai melahirkan bayi yang telah meninggal. Pendarahan pasca bersalin di RSUD dr Hendrikus Fernandez Larantuka ini membuat Novi ikut meregang nyawa.

Baca juga: Ibu Hamil di Kota Kupang Terima Vaksin, Sempat Khawatir

Kematian ibu dan anak asal Desa Muda, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Sabtu 16 Maret 2024 ini mengundang perhatian.

Keluarga menilai pihak rumah sakit sudah lalai sebab Novi dirujuk dari Puskesmas Lambunga, Pulau Adonara, untuk operasi persalinan ke rumah sakit tersebut. Rujukan itu dilakukan Kamis 14 Maret 2024 namun operasi tak kunjung dilakukan pihak rumah sakit.

Menurut keluarga, guru sekolah dasar ini malah disuntik perangsang untuk melahirkan. Anak yang lahir pun sudah tak bernyawa dan Novi mengalami pendarahan. Ia dilarikan ke ruang bedah namun nyawanya tak tertolong sebelum mendapat penanganan. ***

Tags: #ibumeninggalsaatbersalin#kematianibudanbayi#Ombudsmanntt#RSUDLarantuka
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Indonesia Punya PP Tunas untuk Lindungi Anak di Internet, Apa itu?

Indonesia Punya PP Tunas untuk Lindungi Anak di Internet, Apa itu?

by Rita Hasugian
18 Desember 2025
0

Apakah anak-anak perlu dibatasi menggunakan media sosial? Pertanyaan ini pernah diajukan perusahaan riset independen IPSOS pada 2025 kepada 23.700 orang...

Talkshow “Bangun Ruang Digital Ramah Anak #TungguAnakSiap” yang diselenggarakan Magdalene dan Kementerian Komunikasi dan Digital di Jakarta, 9 Desember 2025. (Dok. Magdalene)

#TungguAnakSiap: PP Tunas Adalah Awal, Butuh Kolaborasi

by Rita Hasugian
17 Desember 2025
0

Risiko digital pada anak terus meningkat, mulai dari paparan konten seksual, komentar kebencian, manipulasi foto dengan Akal Imitasi (AI), hingga...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati