Kupang – Gionino, siswa kelas 7 SMP Negeri 8 Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengungkapkan, sajian makan bergizi gratis (MBG) yang disantapnya bersama teman-teman sekelasnya pada Senin siang, 21 Juli 2025 sudah basi dan berjamur. Begitupun dia memutuskan untuk menyantapnya karena lapar.
Menu MBG yang disantap Gionino berupa nasi, sayur bunga papaya dicampur kacang panjang dan wortel, serta rendang. Dia mencium bau asam dari sayuran dan daging rendang berwarna seperti jamur,
“Sudah busuk sayur sama rendangnya. Berbau asam, kalau rendang sudah berjamur, ada warna putih, Lapar, dimakan saja,”kata Gionino kepada KatongNTT.
Baca juga: Cerita Siswa Masuk Sekolah Subuh, dari Jalan Kaki 8 Km Hingga Takut Jalanan Sepi
Beberapa saat setelah makan, Gionino merasa mual dan diare. Setiba di rumah, rasa mual dan diare berlanjut terus hingga keesokan pagi hingga setiba di sekolah, mual tidak -tertahankan lagi. Pihak sekolah memutuskan membawa dia bersama siswa-siswa lainnya ke rumah sakit. Gionino dirawat di RS S.K. Lerik bersama 20 siswa lainnya. Puluhan siswa lainnya dirawat di RS Siloam dan RS Mamami.
“Saya diberi infus,” ujarnya saat ditemui di sekolahnya setelah beberapa jam dirawat di UGD RS S.K.Lerik dan dibolehkan pulang sekitar jam 13.00 Wita.
Theresia, siswa kelas IX SMPN 8 Kota Kupang mengungkapkan bahwa saat mengkonsumsi MBG terasa basi. Setelah itu dia merasakan pusing, mual, muntah, perut sakit, dan diare terus menerus.
“Beta rasa mual sampe muntah, perut sakit, taputar dan diare terus menerus sampe sonde bisa tidur sampai pagi, baru rasa kek katong makan makanan yang basi”. ungkap Theresia.
Cristiano, siswa kelas IX, bahkan sampai menderita kencing berdarah. Sehingga dia juga dilarikan ke rumah sakit.
“Beta sebelum makan kek hirup aroma sonde sedap tetapi karena lapar beta langsung makan sa. Setelah makan beta rasa pusing dan mo muntah terus tadi malam beta keluar masuk terus kamar mandi tapi beta belum kasitau di mama, tunggu tadi pagi mo ke sekolah baru beta kasitau bilang tadi malam ada kencing darah juga,” kata Christiano.
Kepala Sekolah SMPN 8 Kupang, Maria Th.Roslin S. Lana menjelaskan, sebanyak 136 siswa Kelas VII hingga IX mengalami keracunan setelah mengkonsumsi MBG pada Senin siang, 21 Juli 2025. Para siswa mengeluhkan mual dan diare kepada orantua mereka sejak kemarin siang Mereka berusaha menahan rasa sakit itu hingga keesokan pagi.
Setiba di sekolah saat kegiatan belajar baru dimulai, sejumlah siswa meminta izin kepada guru untuk ke toilet karena sakit perut. Semakin banyak siswa yang meminta izin ke toilet untuk nemahan sakit mual, muntah, dan diare. .
Baca juga: Siswa-siswa di Manggarai Timur Berjalan Kaki dan Menyeberangi Sungai Demi Akses Internet
“Awalnya, siswa meminta izin ke toilet karena perut sakit tetapi semakin lama semakin banyak hingga muntah muntah. Sekitar 18 siswa yang datang ke UKS (Unit Kesehatan Sekolah-Red) dan kami mengira hanya mereka yang terdampak, ternyata masih banyak” kata Roslin kepada KatongNTT.
Sebanyak 21 siswa dirawat di RS SK Lerik, 44 siswa dirawat di RS Siloam, dan 71 siswa dirawat di RS Mamami.
Orangtua Minta Pembagian MBG Dihentikan Sementara
Marselianus, ayah dari Christiano mempertanyakan pengawasan di dapur MBG terkait proses pengolahan dan masakan sehingga terjadi keracunan. Dia juga meminta pembagian MBG dihentikan sementara.
“Sebagai orangtua siswa meminta pemerintah untuk lebih perhatikan dan awasi dengan baik sampai pada proses masak. Melihat kejadian hari ini saya mengharapkan agar aktivitas makan bergizi gratis ini diberhentikan untuk sementera waktu hingga proses pengawasannya harus benar benar baik,” ujar Marselinus.
Sri, ibu Gionino meminta pengelola MBG untuk memperhatikan kebersihan bahan-nahan yang dikelola. Dia juga berpesan agar makanan sisa tidak digunakan lagi untuk keesokan harinya untuk dikonsumsi siswa-siswa.
“Kami orangtua mungkin berpikir bahwa jangan sampai mereka memasak dalam jumlah yang banyak terus mereka hanya kasih panas saja untuk cepat nya toh. Kami orangtua mohon diperhatikan kebersihannya,” ujar Sri.
Kepala seksi pelayanan medis RS S.K. Lerik, dr. Yohanes Pieter Lisangan mengatakan, para siswa yang keracunan mendapat pertolongan pertama atas terjadinya keracunan massal setelah mengkonsumsi MBG pada Senin, 21 Juli 2025. Belum sampai pada tahap mengungkap penyebab mereka keracunan.
Baca juga: Guru Walikelas VI SDN di Sabu Paksa 24 Siswanya Nonton Video Porno
“Kami hanya sebatas memberi pertolongan pertama agar anak-anak ini bisa segera pulih dan ada yang lainnya sudah bisa dipulangkan ke rumahnya masing masing. Terkait dengan jenis makanan dan yang lainnya soal anak anak konsumsi kami belum sampai pada tahap itu,” kata Yohanes.
Kepala SMPN 8 Kota Kupang, Maria Roslin menjelaskan, Pemerintah Kota Kupang menanggung biaya pengobatan siswa-siswanya yang dirawat di 3 rumah sakit
“Pak Wali (Walikota Kupang-Red) bilang semuanya akan ditanggung biaya kesehatannya oleh Pemerintah Kota Kupang” ujar Roslin.
Peristiwa lebih seratus siswa mengalami keracunan massal pertama kali terjadi di SMPN 8 Kota Kupang. Bahkan boleh jadi pertama kali terjadi di Kota Kupang. (Rian| Rita)


