Kupang – Konflik Israel dan Palestina di Jalur Gaza bisa berimbas pada naiknya lagi harga tiket pesawat terbang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Dr. Windhiarso Putranto, mewanti-wanti agar pemerintah daerah mempunyai langkah taktis menanggapi dampak konflik global ini.
Baca juga : Tel Aviv di Israel, Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia
Dampak ini bisa menimbulkan efek inflasi seperti halnya konflik Rusia – Ukraina sebelumnya. Konflik di Jalur Gaza sendiri pecah sejak 7 Oktober 2023 dan dikhawatirkan berdampak lagi pada harga minyak mentah dunia.
Sejak perang Rusia – Ukraina awal 2022 lalu harga tiket pesawat rute dalam daerah di NTT sudah naik lebih dari 100 persen bahkan lebih tinggi dari penerbangan internasional.
Ia menyampaikan ini di Hotel Harper Kupang dalam acara BPS NTT soal tantangan pariwisata di NTT di tengah tingginya tiket pesawat, Selasa 14 November 2023.
Baca juga : Puan Sebut Semangat KAA Tetap Relevan Dukung Palestina Merdeka
Windhi menjelaskan faktor penyebab inflasi pada sektor perhubungan udara terbagi atas tiga kategori yaitu domestik, global, juga eksternal.
Faktor global misalnya konflik Rusia – Ukraina dan konflik Hamas – Israel yang berpengaruh pada harga minyak mentah atau naiknya harga avtur dan jet fuel.
“Ini yang perlu kita waspadai adalah konflik di Timur Tengah ya, antara Palestina dan Israel, pasti akan memicu harga minyak mentah naik meskipun trennya belum setajam yang diperkirakan,” ungkap Windhi.
Baca juga : Orangtua 2 ABK Hilang di Mauritius Minta Presiden Turun Tangan
Kondisi ini perlu diwaspadai lagi karena dalam waktu dekat akan adanya liburan natal dan tahun baru (nataru). Harga tiket pesawat diperkirakan bakal mengalami peningkatan mengikuti kebutuhan mudik dari warga.
Dampak global terhadap harga avtur atau minyak mentah naik sebelumnya telah direspon dengan kebijakan Kemenhub terhadap maskapai domestik nasional maupun rute NTT.
Kenaikan harga avtur menunjukan tren naik sejak awal 2022 di Kupang, kata dia, dan pemerintah melakukan penyesuaian biaya tambahan (fuel surcharge) pada tarif angkutan udara berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No 68 Tahun 2022.
Baca juga : FKPT NTT Sebut Radikalisme Kurang Disorot, Terendus di Beberapa Wilayah
“Jadi ini perlu kehati-hatian bapak ibu semuanya, bagi pengambil kebijakan di NTT untuk menyikapi inflasi akhir tahun ini,” ungkapnya.
Sebelumnya ia menyebut faktor yang mempengaruhi tiket pesawat pun seperti faktor eksternal seperti musim, cuaca dan lainnya, juga faktor domestik yakni tingginya permintaan pada liburan hari raya besar keagamaan dan sekolah. Faktor domestik ini dipengaruhi bila adanya masalah ketika kapasitas penumpang dan pesawat yang terbatas tak sebanding dengan kebutuhan.
Baca juga : Profil dan Rekam Jejak Ganjar – Mahfud
“Jadi bagaimana ketersediaannya untuk jurusan Kupang – Labuan Bajo, dibandingkan Pulau Jawa ke Labuan Bajo, itu yang menyebabkan harga tiketnya bisa sangat berbeda,” tukasnya.***




