• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, Januari 14, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Korban Pertama Rabies di Timor Leste, NTT Alami Kesulitan Pengendalian

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kerugian Akibat Rabies dan Virus ASF Mendekati Realisasi PAD NTT 2022

Vaksinasi yang dilakukan atas dukungan Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP).

0
SHARES
89
VIEWS

Kupang – Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengumumkan kasus rabies yang fatal (meninggal dunia) pada manusia pertama kali terjadi di Timor Leste.   Negara di wilayah Timor Barat itu sebelumnya masuk klasifikasi “bebas rabies” dan terdeteksi sejak Desember 2023 lalu.

Pengumuman WHO seperti dilansir situs Dailycaller.com, Kamis (11/4/2024), tersebut menyebutkan korban pertama yang juga perempuan 19 tahun asal Oecusse, Timor Leste, digigit anjing pada 26 Desember 2023. Pasien baru berobat pada 20 Maret 2024 dan meninggal pada 22 Maret 2024.

BacaJuga

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025
Kampung adat Ratenggaro di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT (Dok.Antara)

Bukan Hanya Soal Dipalak: Belajar dari Ribut-ribut Jajago di Sumba

23 Mei 2025

Baca : Rabies Renggut 29 Jiwa di NTT, Anak Terbanyak

Dilaporkan, hingga akhir Maret 2024, tercatat 29 kasus dugaan rabies pada manusia yang terpapar anjing telah dilaporkan di daerah administratif khusus Oecusse dengan ibu kota Pante Macassar (230 km dari Dili). Sejauh ini sudah ada respons kesehatan masyarakat dan mencakup vaksinasi anjing hingga memastikan ketersediaan vaksin rabies dan imunoglobulin rabies manusia.

WHO mencatat Oecusse adalah daerah enklave Timor-Leste di dekat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana tercatat enam kematian manusia akibat rabies. Menurut Precision Vaccinations, pada tahun 2023, total 30 kematian manusia akibat rabies dilaporkan di NTT. Rabies merupakan penyakit virus zoonosis yang dapat dicegah dengan vaksin dan mempengaruhi sistem saraf pusat. WHO membeli 1.000 dosis vaksin rabies pada manusia dan mendistribusikannya ke rumah sakit dan klinik kesehatan di Timor-Leste.

Sementara itu, informasi yang dihimpun KatongNTT.com menyebutkan upaya pengendalian rabies di NTT masih terkendala sejumlah keterbatasan. Salah sorang petugas Kesehatan hewan di Kabupaten Sikka, Flores, NTT, menyebutkan dana operasional sangat minim dalam program vaksinasi. Ironisnya lagi, ketersediaan vaksin pun sangat terbatas. “Padahal, Sikka baru saja dilanda rabies dan sudah masuk dalam kejadian luar biasa. Apa korban yang meniggal belum banyak,” ujar petugas tersebut.

Baca : Waspada 40 Orang Digigit Komodo, Wisatawan Dijamin Aman

Sebelumnya, praktisi mitigasi bencana Vian Feoh mengatakan perkembangan rabies di NTT sebenarnya sudah masuk dalam kondisi berbahaya dan memerlukan penanganan cepat. Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Rabies melalui Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) juga sudah baik. Apalagi langsung di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy sejak akhir November 2023 lalu.

Baca : Ancaman Terus Meningkat, Satgas Rabies BNPB Belum Efektif

“Masyarakat menantikan langkah nyata dari Satgas Rabies BNPB tersebut. Sudah hampir setengah tahun, belum ada perkembangan yang berarti. Ini perlu dijelaskan apa saja kendalanya. Pemerintah daerah dan masyarakat harus proaktif mempertanyakan agar segera ditangani,” ujar Vian yang juga Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPP PDI Perjuangan. [Anto]

Tags: #kasusrabiesdiNTT#Rabies#vaksinTimor Leste
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Kampung adat Ratenggaro di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT (Dok.Antara)

Bukan Hanya Soal Dipalak: Belajar dari Ribut-ribut Jajago di Sumba

by PriyaHusada
23 Mei 2025
0

Ketika video viral tentang wisatawan merasa dipalak di Ratenggaro bikin geger, NTT dihadapkan lagi pada pertanyaan lama: Apakah kita sudah...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati