• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, April 15, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Mahalnya Beras Picu Inflasi Terbesar di NTT dari 2023

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Keluh Buruh Kasar Berburu Beras Murah Keliling Kota

Daftar harga beras di ritel modern Kota Kupang yang melonjak. (Putra Bali Mula - KatongNTT)

0
SHARES
51
VIEWS

Kupang – Inflasi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Februari 2024 capai 3,01 persen atau naik dibandingkan Februari 2023. Inflasi tahunan NTT ini menjadi yang tertinggi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Inflasi tahunan NTT ini pun lebih tinggi dari nasional yang menyentuh 2,75 persen per Februari 2024, dengan provinsi tertinggi inflasinya ialah Papua Selatan dengan 4,61 persen.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Baca juga : Keluh Buruh Kasar Berburu Beras Murah Keliling Kota

Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) RI, M. Habibullah, menyebut mahalnya harga beras di Indonesia memiliki andil besar terhadap pasar.

“Beras menyumbang andil inflasi di 37 provinsi dan hanya 1 provinsi yang tidak terpengaruh atau mengalami deflasi,” tukasnya dalam keterangan pers Jumat 1 Maret 2024.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau ini menyebabkan inflasi 6,36 persen dan andilnya 1,79 persen. Lebih rinci, jelas Habibullah, andil inflasi ini adalah emas, perhiasan, gula pasir, biaya kontrak rumah dan nasi dengan lauk.

Baca juga : Salah Data, Bantuan Pangan Beras Bagi NTT Lambat Datang

Bila dilihat secara bulanan, inflasi Indonesia per Februari 2024 ini naik 0,37 persen dari Januari 2024 akibat mahalnya harga beras, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan minyak goreng.

Khusus NTT terjadi inflasi tahunan 3,01 persen per Februari 2024 akibat naiknya harga kelompok makanan, minuman dan tembakau ini.

Menurut Kepala BPS NTT, Matamira B Kale, beras jadi komoditas yang mendorong 0,88 persen inflasi tahunan di NTT dan yang tertinggi di Ngada, 1,38 persen.

“Terbesar di NTT adalah beras dan terjadi di kabupaten dan kota cakupan IHK (Indeks Harga Konsumen). Selain itu ada angkutan udara yang memberi inflasi di Waingapu, Maumere dan Kota Kupang,” sebutnya.

Baca juga : Kisah Perempuan NTT Bertahan Dari Mahalnya Harga Beras

Kenaikan harga beras ini pun punya dampak lanjutan terhadap kelompok penyedia makanan dan minuman seperti rumah makan atau restoran.

“Bahan makanan yang meningkat (harganya) tentu membuat kelompok penyediaan makanan akan terdampak. Untuk kelompok penyedia makanan dan minuman atau restoran itu inflasi 4,04 persen dan kelompok transportasi 3,79 persen,” tukasnya dalam rilis, Jumat 1 Maret 2024.

Secara bulanan, per Februari 2024 ini, NTT memang mengalami deflasi 0,16 persen. Namun beras tetap menjadi komoditas yang paling mahal bulan ini dan sangat rentan terhadap pola permintaan, produksi dan cuaca. Kenaikan harga beras, kata Matamira, terjadi merata di seluruh kota kabupaten dalam IHK.

“Memang trennya seperti ini, di Januari kita inflasi lalu di Februari alami deflasi,” kata dia.

Baca juga : Akhir Februari, NTT Baru Dapat 19 Persen Bantuan Beras 

Andil beras terhadap inflasi bulanan yaitu 0,1629 persen, diikuti tomat sebesar 0,1212 persen, kangkung 0,0504 persen, ikan kembung 0,0361 persen dan ikan bakar 0,0338 persen.

“Beras jadi penyumbang inflasi terbesar dan kenaikan harga beras ini terjadi hampir di seluruh Indonesia,” tukasnya.

Harga beras premium di NTT per 1 Maret 2024 ini Rp 16.930/kilogramnya atau Rp 17 ribu di pasaran, sedangkan beras medium Rp 15.130/kilogram atau dijual Rp 15.500.

Kenaikan harga beras ini jauh melampaui batas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. NTT sendiri masuk HET Zona 2 bersama Sumatera (selain Lampung dan Sumsel) dan juga Kalimantan. HET beras di Zona 2 ini seharusnya Rp 11.500/kg untuk beras medium sebesar dan Rp.14.400/kg beras premium. ***

Tags: #berasmahal#Beraspicuinflasi#BPSNTT#hargaberasmahal#inflasintt
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati