• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Senin, Maret 9, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Marak Kekerasan Online Berbasis Gender, Anak Korban Terbanyak

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Marak Kekerasan Online Berbasis Gender, Anak Korban Terbanyak

Ilustrasi Kekerasan Online Berbasis Digital dialami anak. (Pixabay)

0
SHARES
133
VIEWS

Kupang – SAFEnet mencatat naiknya angka Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) selama triwulan kedua tahun 2023 ini yang mencapai 254 aduan.

Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan periode yang sama di tahun lalu atau selama April – Juni 2022 yang mencapai 180 kasus.

BacaJuga

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

19 Februari 2026
Indonesia Punya PP Tunas untuk Lindungi Anak di Internet, Apa itu?

Indonesia Punya PP Tunas untuk Lindungi Anak di Internet, Apa itu?

18 Desember 2025

Data tersebut dirilis dalam Laporan Pemantauan Hak-hak Digital Triwulan II 2023 oleh SAFEnet awal Agustus 2023 ini.

Baca juga : NTT Butuh Hotline Tanggapi Maraknya Kekerasan Anak

Para pelapor atau korban yang diidentifikasi mengalami KBGO termasuk dalam kelompok muda dan anak-anak jadi korban terbanyak kedua.

Terdapat korban dengan umur 18 sampai 25 tahun dengan jumlah 106 aduan atau sekitar 48 persen. Kategori anak-anak atau 12 sampai 17 tahun sebanyak 77 korban atau 35 persen.

SAFEnet menyampaikan kenaikan kasus KBGO pada anak-anak ini perlu mendapat perhatian khusus.

Baca juga : Kekerasan Seksual di NTT Naik Sejak 2018, Terbanyak di TTS

“Keamanan warga itu terus terancam ketika melihat kenaikan angka KBGO,” tulis laporan itu.

Korban KBGO terbanyak adalah yang mendapat ancaman penyebaran konten intim tanpa izin atau image-based sexual abuse (IBA). Jenis lainnya yaitu bentuk sekstorsi atau pemerasan dengan tujuan untuk penyalahgunaan konten seksual korban.

Jenis KBGO yang perlu perhatian adalah Non-consensual Intimate Image of distribution (NCII) atau dikenal dalam publik sebagai revenge porn.

Tabel korban yang melaporkan KBGO berdasarkan usia. (Dok. SAFEnet)

Perilaku doxing atau penyebaran data pribadi ke media sosial tanpa izin juga terjadi dalam kasus yang dilaporkan kepada SAFEnet. Pelaku mengancam akan menyebarkan identitas pribadi korban setelah korban menolak untuk berpacaran dan melakukan hubungan seksual lagi.

Menurut aduan yang diterima SAFEnet, sebagian besar KBGO dilakukan oleh pelaku yang masih memiliki hubungan personal, seperti teman, pacar atau mantan pacar.

Baca juga : LPA NTT Minta Sanksi Kebiri Kimia untuk Pelaku Kekerasan Seksual 7 Anak SD di Ende

Pelapor perempuan paling banyak yaitu sebanyak 152 aduan. Sedangkan korban laki-laki sebanyak 67 aduan. Ada pula 2 aduan dari korban dengan gender yang tidak diketahui karena korban tidak ingin menyebutkan jenis kelaminnya.

Dalam Laporan Pemantauan Hak-hak Digital Triwulan II 2023 ini SAFEnet juga melaporkan jumlah pelanggaran hak-hak digital di Indonesia, kriminalisasi terhadap ekspresi, gangguan akses internet, serangan digital maupun keamanan digital. ****

Tags: #KBGO#KekerasanBerbasisGenderOnline#kekerasanseksualanak#kekerasanseksualberbasisonline#SAFEnet
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

by Yanti Mesak
19 Februari 2026
0

Komunitas Lakoat Kujawas adalah salah satu komunitas yang berada di Desa Taiftop, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT....

Indonesia Punya PP Tunas untuk Lindungi Anak di Internet, Apa itu?

Indonesia Punya PP Tunas untuk Lindungi Anak di Internet, Apa itu?

by Rita Hasugian
18 Desember 2025
0

Apakah anak-anak perlu dibatasi menggunakan media sosial? Pertanyaan ini pernah diajukan perusahaan riset independen IPSOS pada 2025 kepada 23.700 orang...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati