• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, April 15, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Badan Penghubung Provinsi NTT Jemput 12 Nelayan yang Direpatriasi Australia

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sebanyak 12 nelayan asal Rote Ndao Direpatriasi dari Australia menggunakan pesawat carteran dan tiba di bandara Halim Perdana Kusumah pada Senin 6 Maret 2023. (Dok.Badan PenghubungProvinsiNTT

Sebanyak 12 nelayan asal Rote Ndao Direpatriasi dari Australia menggunakan pesawat carteran dan tiba di bandara Halim Perdana Kusumah pada Senin 6 Maret 2023. (Dok.Badan PenghubungProvinsiNTT

0
SHARES
58
VIEWS

Kupang – Sebanyak 13 nelayan asal Papela Rote Ndao direpatriasi dari Australia. Dari jumlah itu, 12 nelayan diterbangkan dengan pesawat carter ABF dari Darwin ke bandara Halim Perdana Kusuma di Jakarta  pada Senin siang, 6 Maret 2023.

Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT di Jakarta, Donald Ishak menjemput 12 nelayan itu untuk kemudian diterbangkan ke Kupang dengan Batik Air pada Senin malam.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Baca juga: Nelayan Pesisir NTT Diabaikan, Dari Kekurangan Infrastruktur Hingga Kriminalisasi

Ishak menjelaskan, berdasarkan berita yang dia terima ada 13 nelayan asal Kabupaten Rote Ndao yang direpatriasi dari Australia. Saat penjemputan di bandara Halim Perdanakusumah pada Senin, 6 Maret 2023 jam 13.30 WIB, Ishak hanya bertemu  12 nelayan.

“Ternyata satu nelayan sakit dan belum diizinkan terbang,” kata Ishak saat dihubungi Senin malam.

Para nelayan tradisional ini ditangkap Australia Border Force karena memasuki perairan laut Australia. Mereka  mencari ikan dengan menggunakan dua perahu. Satu perahu diisi 6 orang dan satunya lagi diisi 7 orang. Mereka mengetahui batas perairan Indonesia dan Australia saat itu.  Angin Barat yang kencang membuat dua kapal yang mereka gunakan hanyut memasuki perairan Australia.

Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT di Jakarta Donald Ishak menjemput 12 nelayan yang direpatriasi Australia pada Senin 6 Juni 2023 di bandara Halim Perdana Kusuma (Dok. Badan Penghubung Provinsi NTT)
Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT di Jakarta Donald Ishak (baju hitam) menjemput 12 nelayan yang direpatriasi Australia pada Senin 6 Juni 2023 di bandara Halim Perdana Kusuma dan malamnya mereka diterbangkan ke Kupang. (Dok. Badan Penghubung Provinsi NTT)


Baca juga: Dana Ganti Rugi Montara ke Nelayan NTT Rp 2 T Diurus Koperasi, Ini Prioritas Penggunaannya

“Ini bukan disengaja, tapi kondisi angin Barat. Sehingga mereka terdorong ke perairan laut Australia,” ujar Ishak.

Dalam kurun waktu kurang dari enam bulan, Ishak sudah tiga kali menjemput para nelayan NTT bermasalah di perairan Australia. Yang pertama ketika mesin kapal motor nelayan asal Kupang mati di tengah laut. Mereka terapung-apung di laut Australia.

Pesawat komersial yang melintas menyaksikan situasi itu dan menyalakan sinyal darurat dan menghubungi otoritas Australia. Kapal milik Australia dikerahkan menyelamatkan para nelayan.

Kasus kedua terjadi pada Desember 2022 di mana beberapa nelayan tradisional memasuki wilayah Australia karena tidak mengetahui batas wilayah Australia dan Indonesia.

Sebanyak 13 nelayan yang terdampar di laut Australia dan direpatriasi pada Senin ini, 6 Maret 2023 merupakan kasus terbaru yang diterima Badan Penghubung Pemerintahan NTT di Jakarta.  *****

 

Tags: #BadanPenghubungProvinsiNTT#KabupatenRoteNdao#NelayanNTT#Nelayantradisional#Repatriasi
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati