Oleh : Benny Susetyo, Rohaniwan, Budayawan dan Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Tanggal 1 Juni adalah Hari Lahir Pancasila, dimana dirayakan secara serentak dan nasional di seluruh Indonesia. Seringkali pertanyaan muncul: mengapa kita harus merayakan Hari Lahir Pancasila?
Hari lahir Pancasila harus dirayakan secara serentak dan nasional karena Pancasila adalah dasar negara Indonesia untuk merdeka.
Pada sidang BPUPK, dr. Radjiman bertanya kepada anggota untuk mengemukakan pendapat mereka. Pertanyaan mendasar: apa dasar Indonesia merdeka? Hanya Soekarno yang dapat menjawabnya.
Baca juga : Mari Menemukan Pemimpin Bermoral dan Mengutamakan Pancasila
Pancasila adalah dasar kita bersama, ideologi, falsafah, kepribadian dan juga mampu mewujudkan cita-cita merdeka bangsa Indonesia. Bung Karno membawa kita kepada bangsa yang memiliki peradaban.
Saya mengajak masyarakat untuk meresapi 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila.
Tanggal 1 Juni mengingatkan kita kesadaran bahwa lahirnya Pancasila itu sebagai pintu kemerdekaan dan menjadi habituasi bangsa. Maka, nilai Pancasila harus dijadikan keutamaan.
Pancasila bukan sekedar moral privat: hafal sila-silanya, hafal butir-butirnya, tetapi juga moral publik, arah kebijakan, arah membangun bangsa dan arah orientasi hidup bangsa Indonesia seluruhnya harus berdasar pada nilai Pancasila.
Baca juga : Cara Anak Muda NTT Memaknai Pancasila dan Ajakan Jokowi
Etika politik bangsa Indonesia harusnya berkiblat pada Pancasila sebagai perwujudan moral publik.
Etika politik yang kita butuhkan semuanya sudah tertanam dalam jiwa Pancasila. Ketika nilai-nilai Pancasila diyakini kebenarannya, maka kesadaran relasional akan tumbuh bersama dengan kesadaran bahwa Pancasila adalah kewajiban yang harus dijalankan. Dalam hal ini Pancasila adalah perintah sekaligus moralitas.
Saya menekankan pada kontinuitas antar nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila.
Baca juga : 10 Alasan Masyarakat Sipil Menolak KUHP
Ketika kita mencintai Tuhan (nilai Ketuhanan), berarti kita akan konsisten menjaga kemanusiaan (nilai kemanusiaan). Dalam ruh persatuan, maka tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah (nilai persatuan). Tak ada minoritas maupun mayoritas, itulah musyawarah. Musyawarah itu win-win, bukan win-lose (nilai musyawarah dan kerakyatan).
Saat kita sama-sama melakukan win-win solution, kita bisa menerima perbedaan dan adil. Itulah nilai keadilan sosial.
Jadi 1 Juni menjadi kesadaran kita akan pentingnya Pancasila dalam moral publik. Sehingga Pancasila harusnya dijadikan sebuah spirit untuk membangun peradaban bangsa.
Selamat merayakan Hari Lahir Pancasila, bangsa Indonesia! *****




