• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, April 28, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Opini

Pancasila Inti Hidup Indonesia

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pancasila Inti Hidup Indonesia
0
SHARES
19
VIEWS

Oleh : Benny Susetyo, Rohaniwan, Budayawan dan Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

 

BacaJuga

Konsep Komunio Leonardo Boff dan Relevansinya bagi Komunitas Religius

13 April 2026
Ilustrasi Perdagangan Orang (Jalastoria)

Paradoks Kemiskinan di NTT

8 April 2026

Tanggal 1 Juni adalah Hari Lahir Pancasila, dimana dirayakan secara serentak dan nasional di seluruh Indonesia. Seringkali pertanyaan muncul: mengapa kita harus merayakan Hari Lahir Pancasila?

Hari lahir Pancasila harus dirayakan secara serentak dan nasional karena Pancasila adalah dasar negara Indonesia untuk merdeka.

Pada sidang BPUPK, dr. Radjiman bertanya kepada anggota untuk mengemukakan pendapat mereka. Pertanyaan mendasar: apa dasar Indonesia merdeka? Hanya Soekarno yang dapat menjawabnya.

Baca juga : Mari Menemukan Pemimpin Bermoral dan Mengutamakan Pancasila

Pancasila adalah dasar kita bersama, ideologi, falsafah, kepribadian dan juga mampu mewujudkan cita-cita merdeka bangsa Indonesia. Bung Karno membawa kita kepada bangsa yang memiliki peradaban.

Saya mengajak masyarakat untuk meresapi 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila.

Tanggal 1 Juni mengingatkan kita kesadaran bahwa lahirnya Pancasila itu sebagai pintu kemerdekaan dan menjadi habituasi bangsa. Maka, nilai Pancasila harus dijadikan keutamaan.

Pancasila bukan sekedar moral privat: hafal sila-silanya, hafal butir-butirnya, tetapi juga moral publik, arah kebijakan, arah membangun bangsa dan arah orientasi hidup bangsa Indonesia seluruhnya harus berdasar pada nilai Pancasila.

Baca juga : Cara Anak Muda NTT Memaknai Pancasila dan Ajakan Jokowi

Etika politik bangsa Indonesia harusnya berkiblat pada Pancasila sebagai perwujudan moral publik.

Etika politik yang kita butuhkan semuanya sudah tertanam dalam jiwa Pancasila. Ketika nilai-nilai Pancasila diyakini kebenarannya, maka kesadaran relasional akan tumbuh bersama dengan kesadaran bahwa Pancasila adalah kewajiban yang harus dijalankan. Dalam hal ini Pancasila adalah perintah sekaligus moralitas.

Saya menekankan pada kontinuitas antar nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila.

Baca juga : 10 Alasan Masyarakat Sipil Menolak KUHP

Ketika kita mencintai Tuhan (nilai Ketuhanan), berarti kita akan konsisten menjaga kemanusiaan (nilai kemanusiaan). Dalam ruh persatuan, maka tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah (nilai persatuan). Tak ada minoritas maupun mayoritas, itulah musyawarah. Musyawarah itu win-win, bukan win-lose (nilai musyawarah dan kerakyatan).

Saat kita sama-sama melakukan win-win solution, kita bisa menerima perbedaan dan adil. Itulah nilai keadilan sosial.

Jadi 1 Juni menjadi kesadaran kita akan pentingnya Pancasila dalam moral publik. Sehingga Pancasila harusnya dijadikan sebuah spirit untuk membangun peradaban bangsa.

Selamat merayakan Hari Lahir Pancasila, bangsa Indonesia! *****

Tags: #BadanPembinaanIdeologiPancasila#BennySusetyo#harilahirpancasila#Opini#Pancasila
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Konsep Komunio Leonardo Boff dan Relevansinya bagi Komunitas Religius

by Gerardus Taena
13 April 2026
0

Konsep komunio merupakan salah satu pilar teologis yang mendasar dalam diskursus kekristenan, terutama dalam konteks Gereja dan kehidupan religius. Dalam...

Ilustrasi Perdagangan Orang (Jalastoria)

Paradoks Kemiskinan di NTT

by Frumentiana Leto
8 April 2026
0

Pernahkah kita membayangkan seorang bapak yang berangkat sebelum fajar menyingsing, mendayung perahu ke tengah laut, dan pulang siang hari dengan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati